Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fiqh Tentang Nikah Beda Agama dan Saksi Perempuan

Fiqh Tentang Nikah Beda Agama dan Saksi Perempuan

Ratings: (0)|Views: 301|Likes:
Published by Wahyu Tri Cahyono
Fiqh Tentang Nikah Beda Agama dan Saksi Perempuan berdasarkan SUrat Baqarah ayat 282
Fiqh Tentang Nikah Beda Agama dan Saksi Perempuan berdasarkan SUrat Baqarah ayat 282

More info:

Published by: Wahyu Tri Cahyono on Jun 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
NIKAH BEDA AGAMA DITINJAU DARI BERBAGAI AGAMADI INDONESIA DAN KESAKSIAN PEREMPUAN MENURUTSURAT AL-BAQARAH AYAT 282
TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) FIQH Dosen Pengampu :
Asriati, M.A
Disusun Oleh:
Wahyu Tri Cahyono
PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSIYYAHFAKULTAS SYARIAHINSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURANJAKARTA
 
2
2013
 
3
1.PERNIKAHAN BEDA AGAMA DITINJAU DARI BERBAGAI AGAMAYANG ADA DI INDONESIAPERKAWINAN BEDA AGAMA MENURUT AJARAN ISLAM
Perkawinan beda agama antara orang Islam (laki-laki dan perempuan) dengan nonmuslim dalam pandangan Islam dapat dibedakan sebagai berikut:
1.Islam dengan tegas melarang wanita muslim kawin dengan laki-laki non muslim, baik yang musyrik maupun
ahlul kitab
, seperti yang dengan jelas ditegaskan dalam suratal-Baqarah ayat 221.2.Perkawinan laki-laki muslim dengan wanita non muslim dibedakan dalam 2 hal;a.Perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan musyrik tidak dibenarkan ataudilarang dengan tegas sesuai surat al-Baqarah ayat 221. Namun yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang termasuk ke dalam kategori wanita musyrik yangharam dinikahi oleh laki-laki muslim. b.Tentang pernikahan laki laki Muslim dengan yang non muslim yang
ahlul kitab
adalah hal yang kontroversial dikalangan para fuqaha sejak zaman Sahabat. A.Basiq Jalil dalam tesisnya “Kajian para Ahli Agama, Fuqaha dan KompilasiHukum Islam tentang Pernikahan Lintas Agama” (2004) dan juga Ichtiyanto dalamdisertasinya tentang Perkawinan Campuran Dalam Negara Republik Indonesia(2003) mengutip pandangan Ibrahim Husen yang merangkum pendapat parafuqaha tentang masalah ini ke dalam tiga golongan yaitu;
1. Golongan Pertama.
Golongan ini termasuk Jumhur Ulama berpendapat bahwa pernikahan lakilaki muslim dengan non muslim
 Ahlul kitab
(pengikut Yahudi dan Nasrani)diperbolehkan, sedang selain Yahudi dan Nasrani, hukumnya haram.Mereka beralasan dengan ayat al-Qur’an surat al-Maidah ayat 5;
2. Golongan Kedua.
Golongan ini berpendapat bahwa menikahi wanita non muslim haramhukumnya. Pendapat ini dianut antara lain oleh ibnu Umar dan Syi'ahImamiah. Mereka beralasan dengan beberapa dalil. Pertama, surat al-Baqarah ayat 221.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->