• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
- Al-Ikhwan.net - http://www.al-ikhwan.net -Urgensi Arkanul Bai’ah Dalam Amal SiyasiPosted By Al-Ikhwan.net On 27 April 2009 @ 15:47 In Risalah Nukhbawiyah | NoComments Pengembangan Arkanul Bai’ah Dan AplikasinyaKeberimanan terhadap Islam sebagai agama samawi yang diturunkan Allah SWT memangsudah final. Tetapi, pemahaman manusia terhadap Islam tidak dapat dikatakan sudahmencapai final sehingga berhenti pada satu titik.Jalan-jalan untuk mencapai pemahaman Islam dalam konteks syumuliyah dantakamuliyahnya adalah jalan-jalan yang sangat panjang dan beragam. Setiap zamandan keadaan memerlukan penyajian tersendiri dari ajaran Islam yang maha dalammaknanya ini. Firman Allah SWT,
 
َيِنِسْُْلا عَََّا ّإو َنَبمهّنِدهَنََنِف اودج َِذّاو
“Orang-orang yang berjihad di jalan Kami sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalanKami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Al-Ankabuut: 69)Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan walladziina jaahduu fiinaaadalah Rasulullah SAW, para sahabatnya, dan pengikutnya sampai hari kiamat nanti.Sedangkan yang dimaksud subulanaa adalah jalan-jalan untuk urusan dunia danakhirat.Terkait dengan hadits tentang Mu’adz bin Jabbal yang diutus oleh Rasulullah SAW kenegeri Yaman dan menyatakan akan melakukan ijtihad apabila tidak diperoleh nashdalam Al-Quran dan As-Sunnah dalam memutuskan perkara, banyak yang menekankanbahwasanya pintu ijtihad belum tertutup. Dari waktu ke waktu muncul ulama-ulamabesar dengan pikiran dan pendapatnya yang segar dan baru berdasarkan pemahamanmereka tentang nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah.Sebagian kelompok hanya memperhatikan aspek fiqh dalam masalah pembukaan ijtihaddari masa ke masa ini. Tetapi, sesungguhnya lapangan ijtihad itu luas, tidaksekadar masalah fiqh saja tetapi di dalam berbagai bidang yang terkait denganurusan dunia dan akhirat.Seharusnya kejumudan juga tidak terjadi pada aktivis kebangkitan Islam sebagaimanadisampaikan Yusuf Qaradhawi, “Imam Hasan Al- Banna bukanlah seorang yangjumud/statis tetapi justru progresif dan dinamis. Ia selalu memanfaatkan semuayang ada di sekekelilingnya, melakukan dinamisasi diri dan dakwahnya. Seandainyaia berumur panjang kita tidak tahu apa yang akan diperbuatnya. Sebab itu saudara-saudara dan pengikutnya tidak boleh statis dalam berbagai sarana, metode, ataupunbagian pemikirannya.”Pemahaman yang terlalu kaku dengan pendapat yang terkait dengan situasikontekstual tertentu akan menyebabkan seorang aktivis dakwah tidak mampuberinteraksi dengan problema yang dihadapinya pada masa kini.Demikian pula arkanul bai’ah yang disusun oleh Imam Hasan Al- Banna bukanlahsesuatu yang bersifat mati atau jumud sehingga ia akan menjadi masa lalu dari parakader dakwah. Padahal ia harus membaca, memahami, dan mengamalkannya dalamkehidupan sehari-hari yang terus berjalan. Interaksi formal dengan arkanul bai’ahsebagai sebuah pengantar ke dalam pergaulan jama’ah dakwah mungkin saja telahberlalu satu, dua, lima, sepuluh, atau dua puluh tahun yang lalu. Namun secaranilai penghayatan terhadap arkanul bai’ah terjadi setiap saat dalam berbagailapangan medan dakwah. Penghayatan tersebut diharapkan justru semakin mendalamdari hari ke hari.Oleh karena itu, rukun al-fahm (pemahaman) harus terus dikembangkan mengikutijalan dakwah menuju ke-syumuliyah-an dan ke-takamuliyah-an. Begitu juga rukunikhlas. Kualitas dan kapasitas ikhlas kita harus terus-menerus dikembangkanmengikuti perjalanan dakwah yang terus diperlebar ruang lingkupnya sesuai dengantuntutan syumuliyah dan takamuliyah dakwah kita.Begitu juga kualitas dan kapasitas amal kita, jihad kita, tadhiyah (pengorbanan)kita, tha’ah (ketaatan) kita, tsabat (kekokohan) kita, tajarrud (kesungguhan)
 
kita, al-ukhuwah (persaudaraan) kita, dan tsiqah (kekokohan) kita harus terus-menerus dikembangkan.Seharusnya peningkatan kualitas dan kapasitas interaksi dengan arkanul bai’ahmendahului ekspansi dakwah yang dilakukan agar arkanul bai’ah itu menjadi pemicu,pemacu, dan pemecut bagi akselerasi gerakan dakwah itu sendiri agar arkanul bai’ahitu mempercepat tercapainya ahdafu da’wah (sasaran-sasaran dakwah) dan ghayatuda’wah (tujuan-tujuan dakwah).Interaksi dengan arkanul bai’ah sangat berpengaruh terhadap kualitas komitmenkepada dakwah dan kepada jamaah. Begitu interaksi dengan rukun-rukun itutertinggal dan terhenti pada pada satu titik, maka komitmen yang dihasilkannyatidak mumpuni lagi untuk menyambut ekspansi dakwah yang terus-menerus berkembang.Politik Dan Dakwah: Pandangan Hasan Al-BannaDakwah tidak dapat dipisahkan dari politik (siyasah) karena tujuan dakwah itusendiri adalah untuk pengendalian (siyasah) sebagaimana firman Allah SWT,
 
ِذّا َرأ َر ىدُْِو قَْا هْظِَدا ِُك ََكو ِّاًدهَش
 

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agardimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Al-Fath:28)Kehadiran Islam dalam wujud sebuah institusi yang mengendalikan telah menjadiobsesi dari Imam Syahid Hasan Al-Banna sebagaimana ungkapannya yang disampaikankepada para pemuda, “Adalah sangat mengherankan sebuah paham seperti komunismememiliki negara yang melindunginya, yang mendakwahkan ajarannya, yang menegakkanprinsip-prinsipnya, dan menggiring masyarakat untuk menuju ke sana. Demikian jugapaham fasisme dan Nazism, keduanya memiliki bangsa yang mensucikan ajarannya,berjuang untuk menegakkannya, menanamkan kebanggaan kepada para pengikutnya,menundukkan seluruh ideologi bangsa-bangsa untuk mengekor kepadanya. Dan lebihmengherankan lagi, kita dapati berbagai ragam ideologi sosial politik di dunia inibersatu untuk menjadi pendukung setianya. Mereka perjuangkan tegaknya dengan jiwa,pikiran, pena, harta benda, dan kesungguhan yang paripurna, hidup dan matidipersembahkan untuknya. Namun sebaliknya, kita tidak mendapatkan tegaknya suatupemerintahan Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah Islam, yangmenghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuangsisi negatifnya. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideologialternatif dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalanumat manusia.”Dalam kesempatan lain Imam Hasan Al-Banna menyatakan, “Sesungguhnya seorang muslimtidak sempurna keislamannya kecuali jika ia bertindak sebagai politisi.Pandangannya jauh ke depan terhadap persoalan umatnya, memperhatikan danmenginginkan kebaikannya. Meskipun demikian, dapat juga saya katakan bahwapernyataan ini tidak dinyatakan oleh Islam. Setiap organisasi Islam hendaknyamenyatakan dalam program-programnya bahwa ia memberi perhatian kepada persoalanpolitik ummatnya. Jika tidak demikian, maka ia sendiri yang sesungguhnya butuhuntuk memahami makna Islam.”Suatu catatan penting dari Imam Hasan Al-Banna adalah peringatannya tentang adanyapemahaman yang sempit bahwa jika disebut dengan politik maka orang-orang akansegera membayangkan sebuah partai politik. Politik yang dimaksudkannya bukanlahsekadar sebuah partai politik, tetapi keseluruhan aktivitas dakwah yang dilakukanuntuk mengurusi nasib umat hingga mengangkat mereka ke kedudukan sebagaimana yangdiperintahkan Al-Quran di tengah-tengah manusia.Bahkan, terhadap partai politik yang berkembang saat itu Al-Banna mempunyaikritikan-kritikan yang mendasar, “Ikhwanul Muslimun berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif.Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi, bukan demi kemaslahatan umum ….Ikhwan juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada hingga kini belum dapatmenentukan program dan manhajnya secara pasti … Ikhwan berkeyakinan bahwa hizbiyah
 
(sistem kepartaian) yang seperti itu akan merusak seluruh tatanan kehidupan,memberangus kemaslahatan, merusak akhlaq, dan memporakporandakan kesatuan umat.”Korelasi Amal Siyasi Dengan Arkanul Bai’ahAmal siyasi sebagai bagian penting dari keseluruhan amal Islami harus mendapatperhatian serius dari para aktivis dakwah dan baiat mereka kepada jalan dakwahadalah baiat mereka pula kepada amal siyasi.Dakwah Islam tidak menyerukan sikap memisahkan diri dari persoalan-persoalankemasyarakatan yang ada dalam tubuh umat Islam. Jika pun terdapat upaya-upayamemilah lingkungan kehidupan para aktivis dakwah dari masyarakat umum, makatujuannya bukan untuk lari dari masyarakat yang menjadi tanggungjawab dakwahnya.Tetapi, hal itu dilakukan hanya untuk konsolidasi internal mereka agar memilikikekuatan yang lebih besar dalam memecahkan persoalan-persoalan masyarakattersebut. Atau, agar mereka tidak tergelincir karena tarikan-tarikan dahsyatkemaksiatan sehingga ia akhirnya justru menjadi bagian dari persoalan tersebut.“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yangsedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapayang membelakangi mereka di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atauhendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itukembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah neraka jahannam.Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (Al-Anfaal: 16)Kepahaman tentang amal siyasi yang dikembangkan pada saat ini boleh jadi berbedadengan sebelumnya karena perbedaan-perbedaan situasi dan kondisi yangmenyertainya. Pandangan Imam Hasan Al-Banna tentang sistem kepartaian yangmenyebabkan beliau tidak mendirikan partai politik, tetapi membolehkan kesertaandalam pemilihan umum telah diposisikan secara aktual dalam beberapa kurunterakhir. Partai-partai politik dalam berbagai bentuknya telah berdiri dan diusungoleh para aktivis dakwah di berbagai negara dalam rangka amal siyasi merekaberdasarkan syura-syura yang mereka lakukan.Amal siyasi yang dilakukan bukanlah sekadar untuk meraih kekuasaan dan mencapaikedudukan-kedudukan tinggi dalam pemerintahan, tetapi semata-mata ditujukan bagipenegakan hukum-hukum Allah SWT di dalam masyarakat berdasarkan prinsip-prinsipkeadilan yang telah digariskan-Nya. Inilah rukun ikhlas yang akan menjauhkanaktivis dakwah dari perangkap kediktatoran, korupsi, dan kesombongan tatkalameraih suatu kedudukan dalam kekuasaan.Setiap aktivis menyadari sungguh-sungguh dengan kefahamannya dan keikhlasannyabahwa amal siyasi yang dilakukannya adalah bagian dari kerja besar dari tangga-tangga mihwar ta’sisi, mihwar tanzhimi, mihwar sya’bi, mihwar muasasi dan mihwardauli. Dalam kaitan koalisi kerja teknis Imam Hasan Al-Banna menyatakan, “Tidaklahmengapa menggunakan orang-orang non-muslim –jika keadaan darurat- asalkan bukanuntuk posisi jabatan strategis (dalam pemerintahan).”Kesungguhan dalam kerja siyasi adalah bagian dari jihad yang harus dilakukan.Kesungguhan itu akan terjadi jika aktivis dakwah menghargai dan mematuhi jalandakwah yang telah digariskan berdasarkan syura. Tidak boleh ada seorang pun yangbermalas-malasan dalam bidang ini hanya lantaran ia merasa bukan bidangnya atautidak sependapat dengan hasil-hasil syura.Apapun yang disumbangkan dalam amal siyasi, mulai dari harta sampai dengan jiwa,adalah bagian dari ruhul tadhiyah (jiwa pengorbanan) di jalan dakwah. Tidak adaistilah mati sia-sia dalam suatu amal siyasi karena seluruh pengorbanannya harusdiyakini akan dihisab oleh Allah SWT dengan timbangan kebaikan dakwah.Ketaatan dalam janji setia aktivis dakwah adalah ketaatan yang penuh selama masihdalam jalan Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada ketaatan yang bersifat setengah-setengah, misalnya hanya kepada perintah-perintah atau kesepakatan-kesepakatandalam bidang sosial saja, sedang dalam politik ia membangkang. Termasuk dalamperkataan fil makrah (dalam keadaan tidak menyenangkan) adalah ketaatan kepadahal-hal yang ketika bersyura kita tidak sependapat dengan hasil keputusannya.Keteguhan (tsabat) adalah bagian penting dalam dakwah ini dan lebih istimewa lagidalam amal siyasi. Jika dalam amal ij’timaiy mungkin banyak pujian yang datangtetapi dalam amal siyasi kondisinya terbalik, banyak orang yang merasa terancam
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...