Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JURNAL MONETER Dwika Julia Mutiara.pdf

JURNAL MONETER Dwika Julia Mutiara.pdf

Ratings: (0)|Views: 550 |Likes:
Published by Dwika Julia Mutiara
jurnal faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang di Indonesia periode 2002-2012
jurnal faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang di Indonesia periode 2002-2012

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Dwika Julia Mutiara on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2014

pdf

text

original

 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG DI INDONESIAPERIODE 2002-2012DWIKA JULIA MUTIARAMahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UIN Syarif HidayatullahJakartaEmail : mutiara.julia@rocketmail.comPembimbingTony S Chendrawan, ST., SE., M.SiABSTRACTyyyyyyyyyyyyyyy
1.
 
PENDAHULUAN
Perkembangan perekonomian dunia dewasaini ditandai dengan semakin terintegrasinya perekonomian antar negara. Indonesiamengikuti perkembangan tersebut melaluiserangkaian deregulasi keuangan dan perbankanyang di mulai tahun 1983. Implikasi darideregulasi tersebut adalah semakinmeningkatnya integrasi dan interaksi antar  berbagai unsur ekonomi yang menyebabkanstruktur ekonomi menjadi dinamis dankompleks.Struktur ekonomi yang kompleks akanmerubah perilaku pelaku ekonomi yangdiindikasikan dengan munculnya berbagaifenomena yang relatif baru bagi perekonomianIndonesia Selain itu, terlihat pula gejalamerenggangnya hubungan antar variabel makroekonomi. Kondisi ini pada akhirnya akanmempersulit otoritas moneter untuk mengambilkeputusan dalam manajemen moneternya. DiIndonesia, kebijakan moneter sepenuhnyadiserahkan kepada otoritas moneter yaitu Bank Indonesia. Dalam hal ini, jumlah uang beredar merupakan alat yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakanmoneter. Jumlah uang beredar dipengaruhi oleh berapa besarnya jumlah uang kartal, jumlahtabungan masyarakat dan jumlah uang kuasi.Analisis jangka panjang dengan pendekatanyang relatif tentang permintaan uang terutamauang kuasi, yang didefenisikan sebagai asetmoneter yang memiliki likuiditas tinggi, namunsecara langsung tidak dapat berfungsi sebagai
medium of exchange
. Yang termasuk dalamkategori uang kuasi adalah deposito berjangka baik dalam bentuk rupiah maupun dalam bentuk valuta asing. Jumlah uang kuasi di suatu negaradipengaruhi banyaknya faktor-faktor antara lainkebijakan pemerintah, politik, dan keamanan.Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhiadalah tingkat suku bunga, tingkat pendapatannasional dan perubahan-perubahannya, jumlahuang yang beredar, inflasi, ekspektasi mengenai
 
Based on the research results, this study used secondary data and quantitative researchusing time series method, and the method used is multiple linear regression (MultipleRegression) by means of SPSS 17.0.This analysis aimed to determine the effect of independent variables on the dependentvariable. Based on the model of summery, Demand Money (Y) is affected by the variablesof 99.3% of National Income (X1) and inflation (X2), while the rest (100% -99.3% =0.7%) is explained by other factors. So the correlation of national income and inflation onmoney demand is very strong.F test results explained that the national income and inflation and significant effect on thedemand for money. This is explained by the level of significance of 0.000 with aconfidence level of 5%
Keyword: Nasional Income, Inflation
 
 
keadaan ekonomi masa depan, tingkatkeuntungan yang diramalkan akan diperoleh,dan keuntungan yang diperoleh perusahaan.Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yangsemakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negaralain. dengan pendapatan nasional per tahunindonesia mampu memberikankemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saatini. Salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapatdilihat dengan permintaan domestik masih akanmenjadi penopang utama kinerja perekonomian.Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.Permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selainitu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akantumbuh pesat. Indonesia sudah melaluitantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhanekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasitinggi masih akan menjadi tantangan serius ditahun ini.Inflasi Idonesia cenderung turun dalam limatahun terakhir. Hal itu didukung oleh penurunaninflasi inti dan membaiknya inflasi harga bahan pangan. Perkembangan inflasi atau IndeksHarga Konsumen dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang menurun. Turunnyaangka inflasi, didukung oleh menurunnya inflasiinti dari sekitar 6 persen pada awal 2007menjadi 4-5 persen pada tahun 2012. Lalu,inflasi harga bahan pangan atau volatile food, pun membaik. Dari angka sekitar 12 persen pada tahun 2007 sekarang menjadi sekitar 7 persen.Turunnya inflasi tersebut merupakansuatu pencapaian kinerja yang dapatdibanggakan. Hal itu tidak terlepas dari peranaktif Pemerintah Daerah dalam menjagastabilitas harga. Peran Pemerintah Daerahsangat penting karena kontribusi daerah di luar Jakarta dalam pembentukan inflasi nasionalsangat besar mencapai 77 persen dari seluruhangka inflasi nasional.Berdasarkan data statistik jumlah perkembangan permintaan uang (uang kuasi),inflasi dan pendapatan nasional di Indonesiamengalami pertumbuhan yang cukup bervariasi.Perkembangan jumlah uang kuasi, inflasi dan pendapatan nasional di Indonesia dalam kurunwaktu 2010 hingga tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 1
TABEL 1
Pada tahun 2011 indonesia berhasilmengantisipati krisis ekonomi yang terjadi didunia dengan kondisi ekonomi yang stabil lajuinflasi pada tahun 2011 sebesar 3,78. Pada tahun 2010, perkembangan permintaanterhadap M2 (Deposito, tabungan dan giro)mengalami kenaikan dari tahun sebelumnyayaitu sebesar 1,856,720 miliyar dengan jumlah persentase sebesar 14,46 % dan pada 2010terjadi krisis ekonomi di eropa dan berpengaruh pada perekonomian global, kondisi itu sangat berdampak terhadap Negara-Negara berkembang salah satunya Indonesia yangsangat bergantung pada lembaga bank dunia danIMF. Pada saat itu menunjukkan laju inflasiIndonesia sebesar 6,96. pendapatan nasionalsebesar 8,412,617.54 juta dengan jumlah persentase sebesar 6,27 %Pada tahun 2011, perkembangan permintaan terhadapuang kuasi (M2))mengalami kenaikan dari tahun sebelumnyayaitu sebesar 2,139,840 miliyar dengankenaikan jumlah persentase sebesar 15,24 %danPada tahun 2011 indonesia berhasilmengantisipati krisis ekonomi yang terjadi didunia dengan kondisi ekonomi yang stabil lajuinflasi pada tahun 2011 sebesar 3,79.dengankenaikan pendapatan nasional sebesar 9,025,532.92 juta dengan jumlah persentasesebesar meningkat 7,28 % dari tahunsebelumnya.Pada tahun 2012, perkembangan permintaanterhadap uang kuasi di Indonesia mengalami
 
kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 2,452,503 miliyar dengan jumlah persentasesebesar 14.61 % dan diikuti dengan kenaikaninflasi sebesar 4.3% yang pada tahunsebelumnya sebesar 3.79%. sementara itu, pendapatan nasional sjuga mengalami kenaikansebesar 9,490,533.09 juta dengan jumlah persentase sebesar 14,46 %Di Indonesia, jumlah permintaan uang tiaptahunnya selalu mengalami perubahan.Terutama pada jumlah uang kuasi, yangmeliputi tabungan, giro dan deposito baik yangdalam bentuk rupiah maupun dalam bentuk valuta asing. Dengan adanya kenaikan dan penurunan jumlah uang kuasi tersebut,mengakibatkan terjadinya fluktuasi terhadapkondisi likuiditas perekonomian Indonesia.Jumlah uang beredar diluar kendali dapatmenimbulkan konsekuensi atau pengaruh yang buruk bagi perekonomian secara keseluruhan.Konsekuensi atau pengaruh yang buruk darikurang terkendalinya jumlah uang beredar tersebut antara lain dapat dilihat pada kurangterkendalinya perkembangan variable-variabelekonomi utama, yaitu tingkat produksi (output)dan harga.Atas dasar itulah, judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah
Faktor-Faktor YangMempengaruhi Permintaan Uang DiIndonesia Priode 2002-2012
 
2.
 
KERANGKA TEORITIS DANTINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENDAPATAN NASIONALPendapatan Nasional adalah suatuangka/nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran ataupun pendapatan yangdihasilkan dari semua pelaku atau sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktutertentu. Pendapatan Nasional (produk nasional)adalah nilai barang-barang atau jasa yangdihasilkan suatu negara dalam suatu tahuntertentu. Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah pendapatan negara yang dihitungmenurut harga-harga pada tahun produksinasional yang dihitung. Pendapatan nasional riilatau menurut harga tetap adalah pendapatannasional yang dihitung pada harga-harga disuatutahun tertentu yang berbeda dengan tahundimana produksi nasionalnya dihitung.Pertumbuhan suatu ekonomi dapat diukur melalui pendapatan nasional pada suatu negara.Pendapatan nasional sering dipergunakansebagai indikator ekonomi dalam hal :- Menentukan laju tingkat perkembangan atau pertumbuhan perekonomian suatu negara.- Mengukur keberhasilan suatu negara dalammencapai tujuan pembangunan ekonominya.- Membandingkan tingkat kesejahteraanmasyarakat suatu negara dengan negara lainnya.1.
 
Teori KeynesKeynes berpendapat faktor utama yangakan menentukan prestasi kegiatanekonomi suatu negara adalah pengeluaranagregat yaitu perbelanjaan masyarakatkeatas barang dan jasa. Dan Keynes berpendapat bahwa dalam sistem pasar  bebas penggunaan tenaga kerja penuhtidak selalu tercipta dan diperlukan usahadan kebijakan pemerintah untuk mencapai tingkat penggunaan tenagakerja penuh dan pertumbuhan ekonomiyang teguh.Karena pengeluaran agregat (permintaanagregat) akan menentukan tingkatkegiatan sesuatu perekonomian dalamsatu periode tertentu dan pendapatannasional / produksi nasional yang akantercipta.2.2 INFLASIInflasi adalah kenaikan harga barang secaraumum dan terus menerus dalam waktu yang panjang. Harga barang yang ada mengalamikenaikan nilai dari waktu-waktu sebelumnyadan berlaku dimana-mana dan dalam rentangwaktu yang cukup lama dampak sosial dariInflasi dapat menyebabkan gangguan padastabilitas ekonomi di mana para pelaku ekonomienggan untuk melakukan spekulasi atauInvestasi dalam perekonomian. Di samping ituinflasi juga dapat memperburuk tingkatkesejahteraan masyarakat akibat menurunnyadaya beli masyarakat secara umum akibat harga-harga yang naik.Inflasi terjadi karena ada dua faktor yaitu pertama Tarikan permintaan atau kelebihanlikuiditas/uang/alat tukar yang biasa kita sebutsebagai
demand pull inflation
. Inflasi ini terjadiakibat adanya permintaan agregat yang berlebihan, hal ini biasanya dipicu oleh banyaknya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->