Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LARI CEPAT MELALUI  METODE PERMAINAN BOKAKUN (Studi pada siswa kelas V SDN Balasklumprik I/434 Surabaya)

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LARI CEPAT MELALUI  METODE PERMAINAN BOKAKUN (Studi pada siswa kelas V SDN Balasklumprik I/434 Surabaya)

Ratings: (0)|Views: 559|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : BAGUS PRASTYA SETIAWAN, SUROTO ,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : BAGUS PRASTYA SETIAWAN, SUROTO ,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jun 11, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 274 - 279274
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LARI CEPAT MELALUI METODE PERMAINAN BOKAKUN(
Study
pada siswa kelas V SDN Balasklumprik I/434 Surabaya)Bagus Prastya Setiawan
S1 Pendidikan Jasmani,kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya,Prastyamanies1@yahoo.co.id 
Suroto
 
S1 Pendidikan Jasmani,kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya
 Abstrak
Efektivitas pembelajaran sering kali terlewatkan, walaupun sebenarnya sangat penting dalam proses belajar mengajar. Karena efektivitas pembelajaran dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikandalam pembelajaran, jika proses pembelajarannya efektif maka tujuannya akan tercapai. Efektivitas pembelajaran dapat tercipta melalui metode guru cara mengajar guru. Untuk terciptanya efektivitas dalam pembelajaran lari cepat maka pendidik menggunakan metode permainan bokakun yaitu suatu permainangerak dasar lari cepat dengan menggunakan media bola, kardus dan corong. Permainan ini mudahdilakukan guna merangsang siswa bergerak aktif dalam pembelajaran lari cepat. Lari cepat termasuk salah satu cabang olahraga atletik yang mudah dilakukan dan berprestasi. Metode penelitian yangdigunakan adalah dengan
 pretest 
dan
 posttest 
desain yang di gunakan adalah
One Group Pretest-Posttest  Design,
dan istrumen yang digunakan
 
adalah (1). Lembar Observasi Kelas Dikjasor, observasi digunakanuntuk pembanding antara
 pre test 
dan
 post test 
pada saat pembelajaran, (2). Angket FCE (
FormativeClass Evaluation)
digunakan untuk mengetahui sisi pendapat siswa terhadap pembelajaran yangdilakukan, (3). Rubrik Penilaian Ketuntasan Belajar digunakan untuk mengetahui hasil belajar, ketuntasansiswa dalam pembelajaran. Dari pengolahan data
SPSS 
hasil penelitian pada jumlah sampel 33 siswadiketahui bahwa
α (0,05,) nilai Z adalah
-2,530
 b
dan nilai ,011, ini menunjukkan bahwa ada beda yaitu
 jika Sig < α (0,05) maka
di terima artinya adanya pengaruh menggunakan metode permainan bokakun dalam efektivitas pembelajaran lari cepat dengan jumlah peningkatan pembelajaran yaitu 3,38
%.Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Sig < α (0,05) maka
di terima yaitu ada beda. Makaditarik kesimpulan, bahwa adanya Efektivitas Pembelajaran Lari Cepat Pada Siswa Kelas V SDNBalasklumprik I/434 Surabaya Dengan Metode Pembelajaran Permainan bokakun artinya permainan bokakun efektif dalam pembelajaran lari cepat dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaranlari cepat.
Kata kunci
: Efektivitas Pembelajaran Lari Cepat, Permainan Bokakun
.
 
Abstract
Sometimes we ignore the effectiveness in depth, although it’s needed for learning process. Because it can be as measure of success in learning activities.The learning effectiveness will happen if we’re usingteaching method, that’s the way of teaching. To make it happens, teacher has to use bokakun as the gamemethod, that is a basic of sprint game with Ball, funnel and box as the tools. It’s so easy to do and it’svery useful to stimulate students in sprint learning process. Sprint is the one of sports and it’s very easy todo.Research methods for this activity were pre test and post test, I was using One Group Pretest - PosttestDesign as the design also the instruments, they were : (1). Observation Sheet of Dikjasor Class, thisobservation used as pre test and post test consideration in the learning process, (2). FCE Paper (FormativeClass Evaluation) was being used for knowing student’s opinion in the learning process that we’d done,(3). Column of Study Evaluation was used for knowing the study result, especially in the learning process.Based from SPSS data result, from 33
students that had the test, it was α (0.05), Z value was
-2,530
 b
 
and sig value was 0.11. It showed that there was a distinction, if Sig < α (0.05) so HA had been
accepted. It means that there was an effect if we’re using BOKAKUN in sprint learning processespecially in depth of effectiveness and got 3,38 % for grew of study result. Finally, we could take a
conclusion from this research activity that if there is Sig < α (0.05) so the HA will be accepted and it will
 be showing to us a differencies between them. The conclusion from the effectiveness fifth grade of sprintfor student in SDN Balaskrumpik I/434 Surabaya with Bokakun game method is this game has good effect and effective for sprint learning activity and increasing the study result of student in sprint subject.
Keywords:
The effectiviness of studying sprint, game of bokakun
 
Efektivitas Pembelajaran Lari Cepat Melalui Metode Permainan BOKAKUN275
PENDAHULUAN
Pendidikan Jasmani di sekolah dasar padahakekatnya mempunyai arti, peran dan fungsi yang amatvital dan strategis dalam upaya menciptakan suatumasyarakat yang sehat dan dinamis. Dari suatu sisi, pendidikan jasmani dapat menyalurkan hasrat dankeinginan peserta didik untuk bergerak. Bergerak tidak hanya merupakan kebutuhan alami peserta didik usiasekolah dasar melainkan dari sisi lain juga dapatmembentuk, membina dan mengembangkan individu peserta didik.Menurut Suherman (1999: 23) “pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas gerak dan proses pendidikan untuk meningkatkan aktivitas jasmani.” Atletik merupakan salah satu cabang olahragatertua yang telah ada dan dilakukan olah manusia sejak zaman purba sampai sekarang. Hal ini disebabkan karenasetiap gerakan atletik seperti jalan, lari, lempar danlompat merupakan perwujudan dari gerakan dasar dalamkehidupan manusia.Bahagia (2000: 1) mengatakan bahwa atletik merupakan
“mother 
atau
 
ibu dari semua cabangolahraga.” Maksudnya gerakan-gerakan olahraga padaumumnya itu berasal dari gerakan olahraga atletik.Cabang olahraga atletik sebenarnya merupakanterjemahan dari
track and field 
yang mana terdiri atasnomor-nomor lintasan lari dan jalan. Lari merupakannomor lintasan dari lari dan jalan. Lari dibedakan dari jaraknya yaitu jarak pendek, menengah, dan jauh.Bahagia (2000: 11) “mengartikan lari merupakanketerampilan gerak siklus yang mana kedua kaki padasaat melayang di udara kedua telapak kaki lepas daritanah.”Sedangkan menurut Widya (2004: 1) “lari adalahfrekuensi langkah yang dipercepat sehingga pada waktu berlari kecenderungan badan melayang.” Artinya padawaktu berlari kedua kaki tidak menyentuh tanahsekurang-kurangnya satu kaki tetap menyentuh tanah.Lari di SD pada umumnya sama, namun di SD pembelajaran lari harus diterapkan secara mendasar karena lari adalah gerak dasar dan dapat diperlombakan.Pembelajaran di sekolah dasar untuk pembelajaranPenjasorkes, guru harus melakukan pembelajaran yangmenyenangkan dan efektif. Guru sangat berperan aktif dalam proses belajar mengajar siswa pun juga sebaliknyadengan peranan keduannya akan tercipta suasana yangmenyenangkan dan tercapainya tujuan.Suatu kegiatan pembelajaran harus dikerjakan gurudan siswa agar tujuan pembelajaranya dapat dicapaisecara efektif dan efisien sesuai dengan RPP (RencanaPelaksanaan Pembelajaran). Guru juga memerlukanstrategi pembelajaran yaitu suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik atau siswa. Strategi pembelajaran merupakan upaya gurudalam mengimplementasikan rencana pembelajaran yangtelah disusun dalam kegiatan pembelajaran diharapkanstrategi pembelajaran dapat berjalan secara optimal.Oleh karena itu pembelajaran lari cepat dapatditerapkan melalui berbagai model pembelajaran sebagaisarana siswa mengerti dan mudah menerima materi yangdiberikan atau yang akan diterapkan oleh guru. Dalammenentukan metode pembelajaran guru seharusnyamengetahui karakteristik anak, kemampuan anak,kesukaan anak dan tujuan yang harus dicapai. Model pembelajaran bisa diterapkan secara efektif jika siswamerasa senang, nyaman dalam proses belajar mengajar.Guru dapat mengemas metode pembelajarannya denganmetode permainan.Menurut Bigo (dalam Sukintaka, 1992: 5)mengatakan bahwa “permainan mempunyai makna pendidikan, permainan merupakan salah satu wahanauntuk membawa anak kepada hidup bersama dan bermasyarakat.” Anak akan menghargai dirinya dantemannya tumbuh kebersamaan, anak mengetahuikekuatannya, emosinya, kegembiraan dan rasa sosial.Sebagian besar dalam pembelajaran siswa SDmelaksanakan pembelajaran lari cepat tanpamenggunakan metode permainan padahal kesempatananak untuk melatih potensi-potensi ialah pada waktumereka bermain secara tidak langsung dapat mendorong potensi dalam diri anak, atau disebut merupakan naluri.Semua naluri atau dorongan dari dalam ini harusdiusahakan untuk disalurkan secara baik dan terkontrol.Oleh karena itu bermain bagi anak merupakan kebutuhanhidupnya. Bermain dalam kehidupan manusia merupakanlatihan-latihan yang dilakukan agar mereka menjadimanusia. Oleh karena itu bermain tidak dapat dipisahkandari kehidupan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu dalam pembelajaran lari cepat menggunakan metode permainanagar siswa SD lebih tertarik dan mudah memahami pembelajaran lari cepat sesuai yang diinginkan. Untuk itu metode pembelajaran permainan diterapkan disekolah, siswa cenderung menyukai dan dapat melakukan pembelajaran dengan senang. Guru harus mengemaskegiatan bermain itu akan diarahkan ke gerak yangsebenarnya, yaitu belajar sambil bermain.Menurut Soemitro (1992: 1) “bermain dalamkehidupan manusia merupakan latihan-latihan yangdilakukan yang mana agar mereka menjadi manusia.”Oleh karena itu bermain tidak dapat dipisahkan darikehidupan manusia itu sendiri. Jadi jika metode pembelajaran permainan diterapkan di sekolah, siswacenderung suka dan dapat melakukan pembelajarandengan senang. Dengan belajar sambil bermain siswacenderung mengingat gerakan yang diajarkan,
 
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 274 - 279276menimbulkan kesadaran yang baik untuk bermain dan perlu kesadaran untuk berlatih dan cenderung aktif.Permainan bokakun ini adalah permainan gerak dasar lari yang dapat melatih kecepatan dan melatihkelincahan dalam diri siswa. Permainan bokakunmenggunakan media bola, kardus dan kun/corong.Permainan bokakun ini dirancang dengan alat yangsederhana dan mudah. Permainan ini terinspirasi dari permainan anak-anak ketika bermain lari-larian.Permainan ini mendasari gerak dasar lari. Permainan iniditerapkan dalam proses belajar mengajar karena permainan ini mudah. Permainan ini menarik untuk merangsang siswa dalam membantu bergerak dalammateri lari, membantu dalam proses belajar karena padahakikatnya anak atau siswa suka bermain diharapkandengan bokakun siswa dapat belajar dan bermain. Dalamaktifitas gerak olahraga siswa menyukai bergerak dengansenang. Menurut Smith (dalam Soemitro 1992: 1)seorang psikolog mengatakan bahwa permainan adalahdorongan langsung dari dalam individu, bagi anak-anak merupakan pekerjaan sedangkan untuk orang dewasalebih dirasakan sebagai kegemaran.. Rasa senang akanterdapat dalam segala macam jenis permainan, akanmerupakan dorongan yang kuat untuk mempelajarisesuatu.Pendidik hanya dapat memberikan kesempatan danmemotivasi siswa dalam gerak itu dengan memberikan permainan yang menarik perhatian mereka maka gurudapat menyalurkan dorongan bergerak tadi ke yang bermanfaat. Materi ajar yang akan diajarkan denganmenggunakan metode permainan siswa lebih tertarik,senang belajar dan dapat meningkatkan aktifitas gerak siswa. Manfaat dari pembelajaran dalam bentuk  permainan adalah siswa berminat untuk mengikuti pelajaran atletik yang mana biasanya lari cepat dipandangsebagaian besar siswa adalah hal atau aktifitas yangmembuang energi, berkeringat dan capek. Padahalolahraga atletik adalah olahraga yang murah dan mudah.Tujuan utama dari penelitian ini adalahMengetahui efektivitas pembelajaran lari cepat denganmetode pembelajaran permainan bokakun pada siswakelas V SDN Balasklumprik I Surabaya.
 
Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode permainan bokakundengan materi lari cepat.Metode pembelajaran permainan bokakunadalah cara mengajar guru dengan metode pembelajaran permainan dalam penelitian ini yaitu penerapan permainan bokakun,
 
diharapkan dengan permainan inisiswa dapat melakukan pembelajaran lari dengan efektif.Permainan bokakun adalah permaianan gerak dasar lari, permainan ini melatih kelincahan dalam diri siswa.Permainan bokakun menggunakan media bola, kardusdan kun/corong yang artinya dalam setiap pelaksanaan pembelajaran permaianan ada salah satu dari media pembelajaran bokakun.
METODE
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitianeksperimen dengan pendekatan kuantitatif. MenurutMaksum (2009: 48) “penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahuisebab akibat diantara variable-variabel.” Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
One Group Pretest-Posttest Design.
Menurut Maksum(2006:40)
 
dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol,dan subjek tidak ditempatkan secara acak. Dengandiadakannya
 pretest 
dan
 posttest 
akan diketahui hasil dariakibat perlakuan yang telah diberikan. pada penelitian ini adalah siswa SDNBalasklumprik I/434 Surabaya kelas V dengan jumlah 33siswa, siswa putra berjumlah 21 dan siswi putri 12 dan penelitian ini dilaksanakan pada kelas V dikarenakansesuai Kompetensi Dasar kelas V pada Semester I tahun pelajaran 2012-2013.
Tabel 1. Format tabelT1 X T2
One Group Pretest-Posttest Design
(Maksum, 2009: 59)
Keterangan :T1 : Tes awal (
 pretest 
), sebelum siswamelakukan pembelajaranmenggunakan metode permainan bokakunX : Pemberian perlakuan terhadap kelompok tes tentang pembelajaran lariT2 : Tes akhir (
 posttest 
), sesudah siswamelakukan pembelajaran lari cepatdengan menggunakan metode
 
 permainan bokakun
.
 Teknik pengumpulan datanya bisa dilakukandengan bermacam-macam cara. Misalnya denganmemberikan kuesioner kepada responden, observasi pembelajaran dan tes formatif siswa. Data yangdikumpulkan dari lembar pengamatan langsung yangdilakukan oleh 3 observer pada saat pembelajaran penjasorkes berlangsung yaitu dengan mengisi lembar observasi kelas dikjasor, untuk mengetahui pemahamansiswa, aktifitas guru dan siswa.Data lembar FCE yang diisi oleh siswa pada akhir materi pelajaran, untuk mengetahui pendapat siswa. Soalkuisioner berbentuk soal pilihan dengan memberikantanda cek (
√) pada pilihan jawaban sesuai dengan
 pertanyaan pada kuisioner tersebut. Hasil ketuntasan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->