Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lailatul Badriyah

Lailatul Badriyah

Ratings: (0)|Views: 11 |Likes:
Published by Lailatul Badriyah

More info:

Published by: Lailatul Badriyah on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
 Lailatul Badriyah,
 Ekstrak Kunyit Sebagai Pendeteksi Boraks Pada Makanan
Pendahuluan
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkankebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat.Peningkatan tersebut sayangnya tidak diimbangi de ngankualitas makanan yang seharusnya semakin membaik dantentunya menyehatkan. Dewasa ini banyak sekali pedagangmakanan yang melakukan berbagai kecurangan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. umumnya makananyang dijual di masyarakaat dibuat semenarik mungkindengan berbagai bahan tambahan dan kebanyakan bahantambahan tersebut dapat membahayakan kesehatan. Salahsatu penggunaan bahan tambahan yang dapatmembahayakan kesehatan adalah penggunaan boraks untuk membuat makanan lebih awet atau memperbaiki tekstur makanan itu sendiri.Penggunaan bahan tambahan boraks pada makanansebenarnya tidak diijinkan karena berdasarkan peraturanmenteri kesehatan sudah adda larangan untumenggunakan boraks sebagai tambahan makanan.Sebagaimana yang tertera dalam permenkes RI No.1168/MENKES/PER/X/1999[1].Boraks merupakan suatu bahan kimia dengan rumusnatrium tetraborat. Boraks tersusun atas natrium hidroksidadan asam borat. Boraks biasanya digunakan untuk bahanantiseptik, bahan pengawet kayu, bahan pembersih dan pembasmi kecoak. Berdasarkan penggunaan tersebut sudahdapat terlihat bahwa boraks tidak cocok sebagai bahancampuran makanan karena kandungan kimia yang terdapatdalam boraks sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuhmanusia. Penggunaan boraks pada makanan dapatmengakibatkan gangguan pada hati, otak serta ginjal.Pemakaian dalam dosis yang tinggi dapat jugamengakibatkan keracunan seperti mual, bercak-bercak padakulit ataupun diare selain itu juga dapat menyebabkankematian[2].Bahaya penggunaan bahan tambahan boraks padamakanan sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakatumum namun tidak banyak orang yang mengetahui carayang mudah untuk mendeteksi adanya kandungan boraks pada makanan tersebut. Hal tersebut mengakibatkanmasyarakat semakin resah dan khawatir untuk membelimakanan diluar.Ekstrak kunyit dianggap dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks melalui perubahan warna yang terjadi.Pembuktian hal ini perlu adnya sebuah penelitian. Olehkarena itu pada penelitian kali ini peneliti menggunakanekstrak kunyit sebagai pendeteksi boraks pada makanan.UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (
1
): 1-31
 Ekstrak Kunyit Sebagai Pendeteksi Boraks Pada Makanan
Lailatul BadriyahJurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember (UNEJ)Jln. Kalimantan 8 no 17b, Jember 68121
 E-mail 
: laila_bdr60@yahoo.com
Abstrak 
Pengujian kandungan boraks pada makanan dapat dilakukan dengan ekstrak kunyit. Ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin dapat mendeteksi adanyakandungan boraks pada makanan karena kurkumin mampu menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat danmengikatnya menjadi kompleks warna rosa atau yang biasa disebut dengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan meneteskan ekstrak kunyit ke dalam makanan yang dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa makanan yang mengandung boraks akan berubah warna menjadi merah kecoklatan setelahditetesi ekstrak kunyit.
Kata Kunci:
 boraks, ekstrak kunyit, kurkumin, sampel makanan.
 Abstract 
Content of borax in food testing can be done with turmeric extract. Turmeric extract can be used as a detector of borax as theturmeric extract containing curcumin compound. Curcumin can detect the presence of boron content in food becausecurcumin is able to decipher the bonds of boric acid and borax be tied into complex color rosa or commonly called the cyanocompound curcumin boron complexes. The method used is to shed a turmeric extract into the food which is used as a sample.The results indicating that food containing borax will change color to red brown after etched with turmeric extract.
 
 Lailatul Badriyah,
 Ekstrak Kunyit Sebagai Pendeteksi Boraks Pada Makanan
Pembahasan
 Bahan kimia yang bernama boraks merupakan bahan kimiayang tidak aman bagi kesehatan jika dikonsumsi olehtubuh. Boraks atau yang memiliki nama senyawa sodiumtetraborat deksahidrat ini bersifat toksik untuk semua seldan jaringan tubuh manusia. Boraks dapat larut dalamair.panas ataupun air dingin[3].Boraks dalam air terurai menjadi asam borat dan natriummeta borat dan dalam keadaan asam, boraks jugamenghasilkan asam borat. Oleh karena itu pemakaian boraks dalam makanan dapat berbahaya bagi tubuh karenaasam borat tersebut apabila masuk ke dalam organ manusiadapat mengakibatkan rasa mual, pusing, suhu tubuhmenurun dan juga dapat mengakibatkan
 shock.
Boraks merupakan kristal lunak yang tidak memilikiwarna dan memiliki ph sekitar 9,5. Boraks merupakansenyawa yang terbentuk secara alami dari deposit suatu penguapan air panas ataupun danau garam[1].Penelitian kali ini juga menggunakan bahan ekstrak kunyit. Kunyit sendiri merupakan tumbuhan rempah-rempah yang memang dapat digunakan sebagai obat.Kunyit kandungan utama yaitu kurkumin dan minak atsirinamun kunyit juga memiliki kandungan kimia yang lainyaitu karbohidrat, mineral, protein, mouisture dan jugaminyak essensial[4].Kurkumin yang terkandung dalam kunyit dapatdigunakan sebagai indikator adanya kandungan boraksdalam makanan. Kurkumin yang terkandung dalam ekstrak kunyit merupakan senyawa aktif yang berperan sebagai zatwarna kuning pada kunyit. Kurkumin dapat digunakansebagai pewarna makanan dan juga dapat digunakansebagai bahan untuk mendeteksi boraks. Boraks dapatdideteksi dengan cara menguraikan senyawa-senyawa yangada di dalamnya dan pada akhirnya menunjukkan perubahan warna pada makanan. Kurkumin yang diperolehdari kunyit dapat digunakan untuk menguraikan ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat dan mengikatnyamenjadi kompleks warna rosa atau yang biasa disebutdengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks yaitusuatu zat yang bewarna merah[1].Kurkumin yang digunakan pada penelitian ini diperolehdari ekstrak kunyit. Jadi peneliti hanya menggunakanekstrak kunyit sebagai bahan pengganti kurkuminasli.Pembuatan ekstrak kunyit sendiri dapat dilakukandengan cara menghaluskan kunyit terlebih dahulukemudian air yang dihasilkan kunyit tersebut diperas.Langkah berikutnya yaitu air perasan tersebut disaringdengan menggunakan kertas saring.Sampel makanan yang digunakan pada penelitian ini ada4 makanan yaitu mie basah, sosis, bakso dan krupuk tahu.Teknik uji kandungan boraks dilakukan dengan caramenghaluskan semua sampel makanan kemudiandiletakkan sebanyak sepucuk spatula pada plat tetes.Pengujian boraks dilakukan dengan cara meneteskanekstrak kunyit beberapa tetes pada beberapa sampelmakanan tersebut, setelah itu perubahan warna dan yangterjadi diamati dan didokumentasikan. Pengamatan yang pertama dilakukan yaitu mengamati perubahan warna boraks setelah ditetesi dengan ekstrak kunyit. Mula-mula boraks tidak bewarna namun setelah ditetesi denganekstrak kunyit boraks tersebut mengalami perubahan warnayaitu berubah warna menjadi kuning dan lama kelamaanmenjadi merah kecoklatan. Perubahan warna tersebutdijadikan sebagai standart untuk uji tes boraks dalam beberapa sampel makanan yang akan digunakan. Jikamakanan tersebut berubah warna menjadi merahkecoklatan setelah ditetesi ekstrak kunyit berarti makanantersebut dapat dikatakan mengandung boraks dan jika tidak mengandung boraks maka makanan tersebut tetap bewarnakuning. Pengamatan berikutnya yaitu pengamatan terhadap beberapa sampel makanan yang sudah dihaluskan.Pengujian yang pertama dilakukan pada mie basah yangsudah dihaluskan kemudian ditetesi ekstrak kunyit. Hasil pengamatan menunjukkan mie basah tersebut tetap bewarna kuning dan tidak berubah warna menjadi merahkecoklatan hal tersebut menunjukkan bahwa mie basahtidak mengandung boraks. Pengamatan yang ketiga yaitumengamati sampel makanan sosis. Sosis yang digunakan pada penelitian adalah sosis yang dijual di pasaran denganharga yang paling murah dan biasanya sosis ini juga mudahditemukan di tempat-tempat jajanan anak-anak sekolahdasar. Hasil pengamatan ini berbeda dengan hasil pengamatan pada mie basah. Sosis yang dijual dipasaransetelah melakukan uji boraks teryata mengalami perubahanwarna menajdi merah kecoklatan. Awalnya memang sosistersebut bewarna kuning namun beberapa detik kemudian berubah menjadi merah kecoklatan. Hasil pengamatanmenunjukkan bahwa sosis yang dijual di pasaran positif mengandung boraks di dalamnya. Pengamatan selanjutnyadilakukan pada sampel makanan bakso. Berbeda halnyadengan pengujian sosis. Pengujian kandungan boraks pada bakso ini tidak menunjukkan adanya perubahan warnamenjadi merah kecoklatan pada bakso yang sudah ditetesiekstrak kunyit, warna yang ditubjukkan tetap kuning. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bakso tersebut tidak mengandung boraks. Berbeda halnya dengan pengamatan pada bakso, pengamatan pada krupuk tahu menunjukkanhasil yang positif. Krupuk tahu yang sudah mengalami ujikandungan boraks teryata mengalami perubahan warnasetelah beberapa detik. Awalnya kuning lama kelamaan berubah menjadi merah kecoklatan dan warna tersebutsama dengan warna boraks yang telah ditetesi denganekstrak kunyit. Penambahan boraks pada makanan ini bertujuan agr makanan tersebut terlihat lebih menarik danlebih awet.
Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini dapat membantu masyarakat dalammengidentifikasi adanya boraks dalam makanan sehinggamasyarakat dapat mengetahui adanya boraks dengan carayang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan ekstrak kunyit. Berdasarkan hasil yang didapatkan makanan yangmengandung boraks dari keempat sampel makanan yangdigunakan mie basah, sosis, bakso, dan krupuk tahu yang positive mengandung boraks adalah sosis dan krupuk tahu.Perlu diadakannya penelitian lebih lanjut agar kita lebihUNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (
1
): 1-32

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->