Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH FISIOLOGI refleks muntah rio.docx

MAKALAH FISIOLOGI refleks muntah rio.docx

Ratings: (0)|Views: 539|Likes:
Published by Haris Mega Prasetyo

More info:

Published by: Haris Mega Prasetyo on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/10/2013

pdf

text

original

 
 MAKALAH FISIOLOGI
MAKAN DAN REFLEKS MUNTAH
 
Oleh :Rio Faisal Ariady ( 121610101095 )
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGIUNIVERSITAS JEMBER 2012/2013
 
BAB IDASAR TEORI1.1
 
Komponen dalam Proses Makan
Terdapat beberapa fungsi penting tubuh yang terlibat dalam proses makanantara lain pengunyahan, gerakan lidah, perasa, penelanan, dan salvias. Selain bagian tubuh yang berperan langsung pada proses makan, secara fisiologis beberapa organ juga ikut
 
 berperan dalam menimbulkan keinginan dan seleramakan yaitu : penglihatan, pendengaran, penciuman, dan keterlibatan susunansaraf pusat.Fungsi-fungsi dalam proses makan diatur oleh Nervus kranialis :a.
 
Saraf Kranial VII (Nervus Facialis)
 Merupakan saraf sensoris dan motoris. Berasal dari Pons (sudutserebelopontin) di atas olive. Inti di nukleus facialis , nukleus solitarius,nukleus salivarius superior. Nervus facialis mempersarafi otot-ototekspresi wajah, belly posterior otot-otot digastrik, dan otot stapedius.Saraf sensoris menerima rangsang rasa dari 2/3 anterior lidah, danmempersarafi kelenjar liur (kecuali kelenjar parotis) dan kelenjar lakrimalis; terletak di kanalis akustikus internal, memanjang ke kanalisfacialis dan keluar di foramen stilomastoideus.
b.
 
Saraf Kranial IX (Nervus Glossofaringeus)
Merupakan saraf motorik dan sensoris. Berasal dari medulla. Intiambiguus, inti salivarius inferior, inti solitarius. Nervus glossofaringeusmenerima rangsang rasa dari 1/3 belakang lidah, mempersarafi kelenjar  parotis, dan mempersarafi gerakan stilofaringeus. Beberapa sensasi juga direlay ke otak dari tonsila palatina. Sensasi di relay ke talamus sisi yang berlawanan dan beberapa inti hipotalamik. terletak di foramen jugularis.
c.
 
Saraf Kranial X (Nervus Vagus)
Merupakan saraf sensoris dan motoris. Keluar dari sulkus posterolateral medulla. Inti ambiguus, inti vagal motor dorsal, inti
 
solitarius. Nervus vagus mempersarafi gerakan brakhiomotorik untuk hampir semua otot-otot faringeal dan laringeral (kecuali ototstafilofaringeus, yang dipersarafi oleh nervus glossofaringeus); nervusvagus juga sebagai serat parasimpatik untuk hampir semua organ-organviscera dada dan perut turun ke fleksura splenikus; dan nervus vagus jugamenerima sensasi rasa khusus dari epiglotis. Fungsi utama : mengontrolotot-otot suara dan resonansi. Gejala kerusakan : disfagia (masalahmenelan), insufisiensi velofaringeal. Terletak di foramen jugularis.
 d.
 
Saraf Kranial XII (Nervus Hipoglosus)
Merupakan saraf motorik. Berasal dari medulla. inti hipoglosal.mempersarafi otot-otot pergerakan lidah (kecuali otot palatoglossus yangdipersarafi nervus vagus) dan otot-otot glossal lainnya. Penting untuk menelan (formasi bolus) dan artikulasi bahasa. terletak di kanal hipoglosal.
1.2 Mekanisme Mastikasi
Mengunyah ialah mengigit dan menggiling makanan di antara gigiatas dan bawah. Gerakan lidah dan pipi pembantu dengan memindah-mindahkan makanan lunak ke palatum keras dan ke gigi-gigi.(Pearce,2002:108)Pengunyahan merupakan hasil kerjasama antara predaran darah,otot pengunyahan, saraf, tulang rahang, sendi temporo mandibula, jaringan lunak rongga mulut, dan gigi-gigi. Adapun, organ tubuh yangterlibat dalam proses pengunyahan ini antara lain: bibir, pipi, lidah, palatum, gigi-gigi, kelenjar saliva, faring, dan laring. Pada umumnya, otot pengunyahan dipersarafi oleh cabang motorik N.trigeminus khususnyasaraf yang mandibularis yang dikontrol oleh nuleus batang otak.Pada umumnya otot-otot pengunyahan dipersarafi oleh cabangmotorik dari saraf kranial kelima dan proses mengunyah dikontrol olehnukleus dalam batang otak. Perangsangan formasia retikularis dekat pusat batang otak untuk pengecapan dapat menimbulkan pergerakan mengunyah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->