Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Palu

Palu

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by Johar W. Marpaung

More info:

Published by: Johar W. Marpaung on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

 
345
MENAKAR KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT
Studi Identifikasi dan Proses-proses Pengambilan KebijakanPemerintah Daerah Kota Palu”OlehSumitroEXECUTIVE SUMMARY
Peraturan perundang-undangan adalah salah satu metode dan instrumen yang tersediauntuk mengatur dan mengarahkan kehidupan masyarakat menuju cita-cita yangdiharapkan, olehnya itu haruslah tersusun secara demokratis. Hukum yang demokratishanya terbentuk dalam konfigurasi politik yang demokratis sehingga Peraturanperundang-undangan yang dihasilkan akan lebih aspiratif dan responsive, yang akanberimplikasi pada hidupnya peraturan dalam kehidupan masyarakat.Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat No. III/MPR/2000 tentang sumber hukumdan tata urutan peraturan perundang-undangan ditegaskan bahwa peraturan daerahmerupakan salah satu bagian produk hukum pemerintah untuk melaksanakan aturanhukum diatasnya dan menampung kondisi khusus dari daerah yang bersangkutan.Dengan otonomi yang dipunyai oleh daerah dengan segala konsekuensi yangditimbulkannya yang dalam hal ini memberikan kewenangan untuk membuat aturansepanjang menyangkut urusan yang menjadi kewenangan daerah.Kewenangan Pemerintah Kota Palu untuk mengatur telah mengeluarkan sejumlahkebijakan pemerintah daerah yang secara prosedur tidak memuat mekanismeketerlibatan masyarakat dan stakeholder lainnya dalam proses perumusan kebijakan. Yang ironisnya kebijakan pemerintah pusat yang mengatur tentang prosedurpengambilan kebijakan tidak dilaksanakan, malah sebaliknya yang dilakukan adalah hakinisiatif yang dimiliki telah membentuk mekanisme baru “jalan pintas kebijakanpemerintah daerah”.Kemudian diperparah lagi oleh tertutup ruang akses informasi bagi masyarakat, adanyahubungan kekuasaan, kemauan politik pemerintah, kecakapan dan kemampuan sertapendanaan telah turut mewarnai wajah kebijakan pemerintah daerah kota palu. Akankahorganisasi masyarakat sipil bersama elemen masyarakat lainnya dapatmempengaruhi/mengubah kebijakan pemerintah daerah lebih aspiratif dan responsivedan menghidupkannya dalam kehidupan masyarakat dalam suatu kemitraan.
 
346
MENAKAR KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT
Studi Identifikasi dan Proses-proses Pengambilan KebijakanPemerintah Daerah Kota Palu”OlehSumitroI. PENDAHULUAN A. Konteks Sosial Politik Lokal
Kota Palu dulunya merupakan bagian wilayah dari kabupaten Donggala dikenal denganKota Administratif Palu. Namun kerena tuntutan perkembangan pembangunan danmasyarakat. Secara wilayah Kota Palu memiki 4 kecamatan yaitu kecamatan Palu barat,Palu Utara, Palu Selatan, dan Palu Timur. Keberadaan penduduk yang mendiami KotaPalu sejak dulu telah menjalin hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, sehingga yangnampak dari kehidupan masyarakat setempat pembauran kebudayaan dan perilaku yangsaling mempengaruhi satu sama lain.Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dengan keanekaragaman budaya, etnis dankepentingan masyarakat tolitoli telah turut mewarnai politik pemerintahan dan orientasikepentingan pejabat pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan dipergunakannya sentiment-sentimen kedaerahan “putra daerah - putra kaili” dalam percaturan proses pengambilankebijakan dan tata pemerintahan.
B. Dinamika OMS
Seiring dengan perkembangan masyarakat dan pemerintah tidak lepas dari keberadaanbeberapa organisasi masyarakat sipil dimana kehadiran OMS didasari oleh kepentingan-kepentingan yang dimilikinya. Partai Golkar misalnya telah melahirkan berbagaiorganisasi yang khusus dibangun untuk memperkuat pilar-pilar kepentingan partainyaseperti AMPI, Pemuda Pancasila, KNPI, AMPG dan terakhir KPPG sebagai jawaban atasterbukanya ruang politik bagi kaum perempuan.Sementara di tingkat kelompok masyarakat yang memperjuangkan penegakan HAM dandemokratisasi ini terus berupaya agar ruang gerak untuk hal tersebut dapat terbuka diberbagai segmen, maka tidak mengherankan ketika lembaga swadaya masyarakatseperti ED. Walhi Sulteng bersama-sama jaringannya terus mendorong lahirnya berbagaiorganisasi rakyat. Organisasi ini diharapkan akan dapat memperjuangkan hak-hak dankepentingannya dan mempunyai kemampuan untuk terlibat dalam proses penegakanHAM dan demokratisasi.
C. Metodologi Penelitian
Studi identifikasi dan proses-proses pembuatan kebijakan bertujuan untuk
pertama,
 mengidentifikasi substansi seluruh kebijakan publik dari aspek demokratis dankeberpihakannya dalam periode 20002003.
Kedua,
mengetahui proses pembuatan
 
347
sebuah kebijakan publik.
Ketiga,
mengetahui kapasitas OMS dalam menginisiasiperubahan dan perumusan kebijakan.Untuk itu dalam pelaksanaan riset ini menggunakan metode deskriptif melalui :
a. Teknik Pengumpulan Data
-
Studi kepustakaan
(Library Research)
Studi ini dimaksudkan adalah untuk memperoleh dokumen resmi atau data, baik datamedia massa, hasil penelitian terpublikasi maupun data yang belum terpublikasi yangbersumber dari pihak DRPD Kota Palu, Pemda, Akademisi, Tokoh Masyarakat, OMS dansumber-sumber lain yang dapat mendukung riset ini.
-
Wawancara Mendalam
(Deft Interview)
 Setelah mengumpulkan data sekunder, data ini kemudian diverifikasi melalui tanya jawabdengan mempergunakan terhadap responden dan informan yang dianggap representatif dan berbagai pihak antara lain Anggota DPRD Tkt. II, Pemda, Masyarakat/Ormas,Akademisi dll.
b. Manfaat Riset
1. Untuk mengetahui sejauhmana kebijakan-kebijakan pemerintah mampumencerminkan asprasi dan kepentingan masyarakat.2. Untuk mengetahui sejauhmana ruang partisipasi dan kapasitas masyarakat/OMSdalam proses perumusan, penentuan dan peluang perubahan kebijakan di KotaPalu Sulawesi Tengah.3. Menjadi bahan referensi kepada berbagai pihak terutama yang berminat padamasalah pengambilan kebijakan publik pemerintah daerah dalam konteks tatapemerintahan lokal yang demokatis.
c. Tujuan Riset
1. Mengidentifikasi substansi kebijakan publik dari aspek demokratis.2. Mengetahui proses pembuatan sebuah kebijakan publik pemerintah daerah baikdari eksekutif maupun legislatif.3. Untuk mengetahui sejauhmana ruang partisipasi masyarakat dalam prosesperumusan kebijakan publik pemerintah daerah baik dari eksekutif maupunlegislatif.4. Mengetahui kapasitas masyarakat melalui organisasi masyarakat untukmelakukan inisiatif perubahan dan perumusan kebijakan publik.
d. Indikator-indikator Analisa
1. Landasan hukum (mekanisme kerja) Penyusunan Perda2. Proses pelaksanaan sistim pengambilan keputusan (penerapan aturanpengambilan kebijakan.3. Peran berbagai pihak (aktor) antara lain masyarakat, ormas, pemerintah daerahdan akademisi terhadap proses kebijakan baik yang sementara dibahas ataupunyang telah diputuskan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->