Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lp Gadar Bu Riyanah

Lp Gadar Bu Riyanah

Ratings: (0)|Views: 236|Likes:
Published by Leni Pertiwi Putri

More info:

Published by: Leni Pertiwi Putri on Jun 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/28/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar BelakangKeracunan dapat terjadi karena banyak hal, salah satunya disebabkan oleh bahan kimia. Banyak bahan kimia yang dilarang, ditambahkan ke dalammakanan akan menyebabkan keracunan (Yuliarti, 2007). Menurut PeraturanMenteri Kesehatan No.1168 tahun 1999 tentang perubahan atas PeraturanMenteri Kesehatan No. 722 tahun 1988, ada beberapa bahan tambahan yangdilarang digunakan dalam makanan antara lain Asam borat, formalin,dietilpirokarbonat, kalium klorat (Menteri Kesehatan, 1999).Angka yang pasti dari kejadian keracunan di Indonesia belum diketahui,meskipun banyak dilaporkan kejadian-kejadian keracunan dibeberapa rumahsakit tetapi angka ini tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya didalammasyarakat. Lebih kurang 60% dari paparan keracunan yang dilaporkanterjadi pada anak berumur < 6 tahun, dengan kematian < 4%.B.
 
Tujuana.
 
Tujuan UmumDapat memberikan Asuhan Keperawatan yang cepat, tepat dan efektif bagi pasien dengan diagnose keracunan. b.
 
Tujuan Khusus1.
 
Mampu menidentifikasi jenis keracunan.2.
 
Mampu melakukan intervensi yang tepat pada pasien dengan diagnosekeracunan.3.
 
Mampu melaukan Asuhan keperawatan yang professional.
 
2
BAB IITINJUAN PUSTAKA
A.
 
DefinisiKeracunan adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan fungsi organtubuh yang terjadi karena kontak dengan bahan kimia atau masuknya zatracun kedalam tubuh baik melalui saluran pencernaan, saluran nafas, ataumelalui kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis sesuai denganmacam, dosis dan cara pemberiannya. Sedangkan korosi adalah degradasiatau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam denganlingkungannya. Bahan penyebab keracunan itu sendiri disebut dengankorosif. Bahan penyebab keracunan itu ada 2 yaitu bahan korosif dan nonkorosif.B.
 
EtiologiBahan penyebab keracunan dapat diklasifikasikan menjadi:a.
 
Obat-obatan ( amfetamin, opioid, parasetamol dan lain-lain) b.
 
Bahan kimia industri dan rumah tangga (bahan korosif, hidrokarbon,alkohol dan glikol, logam, gas beracun, dan lain-lain)c.
 
Pestisida (organososfat dan karbamat, organklorin, pestisida yangmengandung arsen)d.
 
Racun alam ( racun tanaman dan sengatan binatang berbisa)C.
 
Manifestasi KlinisYang paling menonjol adalah kelainan visus, hiperaktifitas kelenjar ludah,keringat dan gangguan saluran pencernaan, serta kesukaran bernafas.a.
 
Gejala ringan meliputi : Anoreksia, nyeri kepala, rasa lemah, rasa takut,tremor pada lidah, kelopak mata, pupil miosis. b.
 
Keracunan sedang : nausea, muntah-muntah, kejang atau kram perut, bradikardi.
 
3
c.
 
Keracunan berat : diare, reaksi cahaya negatif, sesak nafas, sianosis,edema paru, inkontenesia urine dan feces, koma.D.
 
PatofisiologiBotulisme adalah suatu bentuk keracunan yang spesifik, sebagai akibat penyerapan toksin yang dikeluarkan oleh clostridium botulinum. Toksin botulinum mempunyai efek farmakologis yang sangat spesifik yaitumenghambat hantaran pada serabut saraf kolinergik. Pada penyelidikandiperlihatkan bahwa sejumlah kecil toksin mengganggu hantaran saraf didekat percabangan akhir dan di ujung serabut saraf dan menghambat danmenginaktivasikan enzim asetilkolinesterase. Enzim secara normalmenghancurkan asetilkolin yang dilepaskan oleh susunan saraf pusat, ganglionautonom, ujung
 – 
ujung saraf simpatis dan ujung
 – 
ujung saraf motorik.Hambatan asetilkolinesterase menyebabkan tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin pada tempat
 – 
tempat tersebut.Pada susunan saraf pusat, perangsangan permulaan akan segera di ikutidengan depresi sel-sel yang menyebabkan kekejangan (konvulsi).yangkemudian di ikuti dengan gangguan / penurunan kesadaran.rangsangan permulaan dan di ikuti dengan hambatan pada ganglion autonommenyebabkan gangguan / disfungsi yang bervariasi dan multiple alat-alattubuh yang dipersyarafi oleh system syaraf autonom. Penumpukan asetilkolin pada ujung syaraf simpatis menyebabkan konstriksi pupil, penglihatan kabur,stimulasi otot-otot intestinal, kontriksi otot-otot bronchial dengan gejala-gejalagangguan pernapasan: penekakan aktifitas cardiac pace maker.E.
 
Pemeriksaan Penunjanga.
 
Pemeriksaan laboratorium
 
Laboratorium rutin (darah, urine, feses, lengkap)tidak banyak membantu.
 
 b.
 
Pemeriksaan khusus seperti : kadar kholinesterase plasma sangatmembantu diagnosis keracunan IFO (kadarnya menurun sampai di bawah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->