Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ETIKA administrasi negara

ETIKA administrasi negara

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:
Published by hamzah ansori

More info:

Published by: hamzah ansori on Jun 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedomanhidup bermasyarakat.Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ideagung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadienam prinsip yang merupakan landasan penting etika yang salah satunya yaitu,
Keadilan
”.
 Setiap pergaulan dalam masyarakat atau berbangsa harus ada etikanya, sebagai pegangan moral yang menjadi landasan sikap, perilaku dan perbuatan. Dengan pegangan moral itu dibedakan mana yang baik, dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah serta mana yang dianggap ideal dan mana yang tidak.Dalam kehidupan masyarakat sejak zaman kuno sampai abad modern nilaikeadilan pada umumnya dipandang sebagai sebuah kebijakan moral yang utama, yang pokok, atau yang terpenting untuk diperkembangkan pada seseorang sehingga setiaporang dari kedudukan yang terendah sampai jabatan yang tertinggi dapat terbina jiwakeadilan dalam budi pikiran, hasrat kemauan, dan hati sanubarinya secara kokoh.Tanpa jiwa keadilan sebagai landasannya dan berbagai kebajikan morallainnya sebagai pedoman, seseorang mudah sekali tergoda oleh kekuasaan jabatannyadan terjerumus dalam berbagai keburukan. Keadilan merupakan suatu
 
topik pentingsalam etika. Karena sebagaimana dikemukakan Bertens, "sulit sekali untuk dibayangkan orang atau instansi yang berlaku etis tetapi tidak mempraktekkankeadilan atau bersikap tak acuh pada ketidakadilan"
.
1
 Makalah ini melanjutkan pembicaraan mengenai keadilan. Masalah keadilanmuncul antara lain dalam kaitan dengan milik. Tentang itu Liberalisme danSosialisme mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Liberalisme menekankan
1
 
 
 
milik pribadi sebagai salah satu hak manusia yang terpenting. Sosialisme berpendapat bahwa milik tidak boleh dibatasi pada kepentingan individu saja, melainkanmempunyai fungsi sosial.B.
 
RUMUSAN MASALAHBahasan-bahasan yang akan dijelaskan agar mempermudah kita untuk lebih mengenalmengenai Nilai Keadilan Sebagai Landasan etika, diantaranya :1.
 
Apa pengertian dari etika secara etimologis dan menurut para ahli ?2.
 
Apa pengertian dari nilai dan keadilan ?3.
 
Bagaimana bentuk dari keadilan sebagai suatu nilai?4.
 
Apa saja asas keadilan itu ?5.
 
Bagaimana bentuk keadilan sebagai landasan etika?6.
 
Bagaimana unsur hakikat keadilan dalam etika?7.
 
Bagaimana bentuk pembagian keadilan dalam etika?8.
 
Bagaimana keadilan distributif pada teori etika?C.
 
TUJUAN PENULISPenulisan makalah ini bertujuan untuk menambah bahan referensi bagi pembaca danmenambah khazanah pengetahuan dari penulis sendiri tentunya. Selain itu pembuatanmakalah ini juga untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada mata kuliahETIKA ADMINISTRASI.1.
 
Dapat Mengetahui Pengertian Dari Etika Secara Etimologis Dan Menurut ParaAhli.2.
 
Dapat Mengetahui Pengertian Dari Nilai Dan Keadilan.3.
 
Dapat Mengetahui Bentuk Dari Keadilan Sebagai Suatu Nilai.4.
 
Dapat Mengetahui Asas Keadilan.5.
 
Dapat Mengetahui Bentuk Keadilan Sebagai Landasan Etika.6.
 
Dapat Mengetahui Unsur Hakikat Keadilan Dalam Etika.7.
 
Dapat Mengetahui Bentuk Pembagian Keadilan Dalam Etika.8.
 
Dapat Mengetahui Keadilan Distributif Pada Teori Etika.
 
BAB IITEORI DAN PEMBAHASAN
I.
 
TEORIA.
 
Pengertian Etika
Secara etimologis istilah “etika” pun berasal dari bahasa yunani kuno. Kata “ethos”
dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa; padangrumput, kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir.Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah adat kebiasaan. Dan arti inilah yangmenjadi latar belakang bagi terbentuknya istilah etika yang oleh filsuf yunani besar Aristoteles (384-322 s.m) sudah dipakai untuk menunjukan filsafat moral.Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajarinilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral Etikamencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dantanggung jawab tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.
2
 Seperti yang dirumuskan beberapa ahli tersebut ini :
 
Drs. O.P. Simorangkir
: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik 
 
Drs. Sidi Gajabla dalam sistematika filsafat
: etika adalah teori tentang tingkahlaku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapatditentukan oleh akal.
 
Drs. H. Burhanudin salam
: etika adalah cabang filsafat yang berbicaramengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalamhidupnya
 
Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995)
etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
.
 
Menurut Maryani & Ludigdo (2001)
etika adalah Seperangkat aturan ataunorma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukanmaupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan
masyarakat atau profesi”
.
 
Menurut Ahmad Amin
, “etika adalah ilmu pengetahuan yang menjel
askan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia,
2
K. Bertens,
ETIKA
, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993, hal 4.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->