• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
ECENDERUNGAN
P
EMANASAN
B
UMI
S
EHARUSNYA
T
ERBALIK 
Perubahan iklim sebenarnya telah hampir sepenuhnya disadari publik sejak 1980-an, tetapi belakangan ini isu pemanasan global sudahmerupakan suatu keadaan baru yang mendesak.Barangkali tidak ada tempat di manapun juga diatas planet ini yang tidak terkena masalah perubahan iklim dan tindakan mendesak yang bersifat memperbaiki perubahan iklim ini lebihdirasakan oleh para ilmuwan dan para pemikir pada Worldwatch Institute (InstitutPemerhati Dunia) yang mana baru saja mengeluarkan laporan tahunannya, State of the World 2009: Into a Warming World (Keadaan Dunia 2009: Memasuki sebuahDunia yang Panas).Pada suatu konferensi pers 13 Januari lalu, menandai saat peluncuran bukutersebut, Presiden Worldwatch (Pemerhati Dunia), Christopher Flavin berbicaratentang betapa cepatnya isu perubahan iklim itu berkembang, “tersebar laksanakecepatan cahaya,” seperti yang ia tuliskan.“Sayangnya, banyaknya perkembangan yang menuju pada peningkatan masalahyang mendesak dan perlunya bertindak lebih cepat dari yang diperkirakansebelumnya,” kata Flavin.Emisi global meningkat 37 persen sejak 1992, ketika tindakan pertama diambilsecara internasional ditujukan kepada perubahan iklim. Kita sedang bergerak “mendekati apa yang disebut ambang batas bahaya terganggunya sistem iklim.”“Saya terpukul oleh meningkatnya tingkat kekuatiran (di antara) para ilmuwan dankenyataan yang menyedihkan terhadap lambannya proses negosiasi di antara bangsa-bangsa,” yang telah “menggunakan bermacam alasan yang terus digunakanselama lebih dari satu dekade.”
Keseimbangan Planet Bumi Sudah Tak Seimbang
Pada Bab 1 dalam buku Into a Warming World (Memasuki sebuah Dunia yangPanas) dimulai dengan menceritakan perkembangan baru di daerah utara yang paling dingin: Selama tiga musim semi yang lalu, selama beberapa minggu, air yang menggantikan es tampak pada sebagian besar Artik sehingga memungkinkan
 
kapal mengambil jalan pintas dari Atlantik ke Pasifik, yang biasanya hanya bisamelalui Terusan Panama atau Tanjung Harapan Baik (Cape of Good Hope).“Sebelumnya tidak pernah ada dalam catatan sejarah manusia kapal yang dapatmelakukan perjalanan seperti itu,” tulis Flavin dengan Robert Engelman, yang jugasebagai direktur proyek Worldwatch (Pemerhati Dunia) untuk State of the World2009.Sedikit gambaran perubahan yang mengindikasikan meningkatnya pemanasan planet bumi adalah suatu tanda peringatan dari buku. Sudah begitu mendesaknyasehingga kita harus segera mengurangi dan meniadakan emisi gas rumah kaca(Green-House Gas (GHG), sementara pada saat yang sama mempelajari bagaimanamenyesuaikan diri pada perubahan iklim, kata dua penasehat ini dalam menyikapi perubahan iklim.Into a Warming World, memberikan catatan yang terperinci terhadap masalah pemanasan global dalam suatu bahasa yang mudah dimengerti secara umum danterbebas dari istilah-istilah yang ilmiah, dengan harapan bahwa masalahnya lebihmudah dipahami, sehingga para pemimpin pengambil kebijakan, organisasi-organisasi non pemerintah (NGOs, Non Goverment Organization), para akademisidan orang-orang yang yang berkepentingan akan dapat benar-benar memahamimasalah tersebut dan menuntut dengan tegas suatu perubahan yang terarah.Dibalik analisa yang ada dan prediksi mengerikan yang dibahas dalam Into aWarming World, terletak harapan pada konferensi iklim internasional yang akandiselenggarakan di Copenhagen akhir 2009, dimana hasil yang dibuat dapatmenyelamatkan iklim bagi masa depan peradaban manusia.Kebutuhan yang mendesak dalam buku tersebut adalah tidak adanya ketergerakanhati untuk mengakhiri “emisi karbon dioksida (CO2) sampai 2050, agar terhindar dari bencana besar akibat terganggunya iklim dunia.” Secara obyektif kelihatannyahampir tidak mungkin terpenuhi. Namun buku tersebut tidaklah menyedihkanseperti yang mungkin Anda duga.
 
Robert Engelman (kiri), Wakil Presiden Perencanaan Worldwatch Institute, pada peluncuran State of the World 2009: Into a Warming World. W.L. Hare (kanan)(GARY FEUERBERG/THE EPOCH TIMES)Penulis yang semuanya ada 47 orang itu sangat antusias, bahkan optimis terhadap peluang cara hidup baru bagi penghuni bumi dengan banyak cara:menggunakanenergi yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi dalam agrikultur (pertanian)dan kehutanan serta menghadapi kenaikan permukaan air laut dan ancamankesehatan kaitannya dengan iklim yang lebih panas.“…berbagai sumber daya, teknologi dan kesanggupan manusia untuk mengubah,semuanya ada di tempat. Sedangkan unsur yang hilang adalah kehendak politis,dan hal tersebut merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui,” kata Flavin danEngelman.Para pemimpin lambat dalam bertindak kata James Hansen dari NASA pada 23Juni 1988, yang kali pertama menyuarakan peringatan sebelum Komite Senatmenyatakankan bahwa catatan suhu tahunan bukan bervariasi secara acak tetapi itudiakibatkan oleh peningkatan konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan gas-gas pencemar (polutan) lain.Khususnya Amerika Serikat (AS), yang lamban seperti negara lainnya dalammengambil tindakan, pertama pada 1992 dengan mengadopsi kerangka persetujuanPBB yang mencapai puncaknya di Protokol Kyoto 1997, yang mana keduanya baik  pemerintahan Clinton maupun Bush menolak untuk masuk ke dalamnya.Jurang pemisah untuk berubah semakin lebar dan dalam. Kembali pada saat penanda tanganan Protokol Kyoto, senat AS memberikan suara 95-0“mencampakkan pengesahan itu dengan alasan bahwa itu akan merugikan ekonomiAS dan meninggalkan negara-negara berkembang, tanpa adanya rasa tanggung jawab membandingkannya secara tidak adil dengan dalih kemajuan ekonomi,”tulis Engelman.Juga ada alasan-alasan ilmiahnya dan alasan untuk mengelak. Penelitian-penelitianiklim yang tidak dapat terbukti secara pasti menimbulkan sikap skeptis (tidak mudah percaya), sehingga dapat memperpanjang penerimaan terhadap pemanasanglobal. Namun waktu yang berharga telah hilang selama dua puluh tahun terakhir,emisi global naik dari 1 persen pada 1990-an sampai 3,5 persen setahun selama2000-2007. Sebagian besar peningkatan dapat dianggap berasal dari Tiongkok.“…konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfir telah meningkat dengan cepatselama 10 tahun terakhir dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya sejak 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...