Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kenaikan Harga BBM_ Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

Kenaikan Harga BBM_ Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jun 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2014

pdf

text

original

 
13/06/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Kenaikan Harga BBM: Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asingm.hizbut-tahrir.or.id/2013/06/12/kenaikan-harga-bbm-kebijakan-rezim-neoliberal-antek-asing/1/6
HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP
Kenaikan Harga BBM: Kebijakan Rezim Neoliberal AntekAsing
June 12th, 2013 by kafi
[Al-Islam edisi 661]
Menurut hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), sebanyak 86,1%responden menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, 12,4% setuju dan 1,5% respondenmenyatakan tidak tahu. Tapi Pemerintah melalui Menko Ekuin, menyatakan kenaikan harga BBMbersubsidi akan dilakukan paling lambat 17 Juni 2013. Kenaikan itu sesuai dengan selesainya rapatparipurna soal Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP 2013).Keputusan terkait kenaikan BBM ini seakan mengulang sandiwara politik sidang paripurna DPRtentang kenaikan BBM pada tahun 2012 lalu, hanya judulnya yang berbeda. Kalau tahun 2012 judulnya:
BBM naik atau Tidak 
, sandiwara politik kali ini judulnya:
Kompensasi kenaikan BBuntuk rakyat miskin disetujui atau tidak .Subsidi Bebani APBN ? 
Subsidi baik BBM dan lainnya sering dikatakan jadi beban APBN karena menyedot alokasi APBN.Padahal istilah
subsidi 
BBM itu masih dipertanyakan.Benarkah Pemerintah selama ini memberikansubsidi atau sebaliknya justru rakyat yang memberikan subsidi untuk Pemerintah dan kepentinganpara kapitalis? Besaran subdidiBBM di APBN 2013hanya Rp Rp193,8 triliun atau sekitar 12% daritotal APBN. Faktanya, yang membebani APBN adalahutangdan pemborosan APBN. Tahun 2013 pembayaran bunga utang sebesar Rp. 113,2 triliun dan pokoknya Rp. 58, 4 triliun dan Surat UtangNegara yang jatuh tempo tahun 2013 sebesar Rp. 71 triliun sehingga totalnya Rp 241 triliun atau 21 %dari belanja APBN, padahal sebagian besar utang itu hanya dinikmati oleh segelintir orang.
Subsidi Tak Adil ?
VIDEO FOTO KEGIATAN
 
13/06/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Kenaikan Harga BBM: Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asingm.hizbut-tahrir.or.id/2013/06/12/kenaikan-harga-bbm-kebijakan-rezim-neoliberal-antek-asing/2/6
Kasus pemilik Toyota
 Alphard 
yang menggunakan premium mungkin dianggap mengusik rasakeadilan. Namun, perlu diingat mereka juga memiliki kontribusi dalam membayar pajak, di manadalam sistem ekonomi kapitalis pendapatan negara terbesar adalah pajak. Dalam APBN-P 2012total penerimaan negara dari pajak sebesar Rp 1.101 T atau sekitar 82% dari total penerimaan APBN. Yang terbesar dari pajak tersebut adalah PPh (pajak penghasilan) non-migas sebesar Rp445,7 T dan PPN sebesar Rp. 355,2 T.Iklan pemilik mobil mewah terus disiarkan berulang-ulang untuk menunjukkan bahwa subsidi salahsasaran. Ironisnya Pemerintah tak pernah mengeluhkan subsidi untuk para kapitalis atau perusahaanasing, mulai subsidi pajak atau yang disebut dengan
Tax Holiday 
, Subsidi BLBI yang besarnya Rp144 triliun, Dana Rekapitulasi Perbankan hampir Rp 500 triliun, penyelamatan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Kasus paling akhir adalah Bantuan Dana dari APBN-P Tahun 2012 sebesar 1,3 T untukkorban Lumpur Lapindo yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan tetapi diambilalih/disubsidi oleh Pemerintah. Padahal Pemilik Grup Lapindo adalah salah satu dari 40 orangterkaya di Indonesia. Namun, dia justru diberi bantuan atau subsidi dari APBN untuk kasus Lapindosejak tahun 2007 sampai saat ini mencapai Rp 7,2 T. Ironisnya, grup perusahaan tersebut sempatmenunggak atau menggelapkan pajak.Itu semua yang menikmati adalah orang kaya, sementara yang membayar adalah rakyat melalui APBN yang bersumber dari pajak, inikah yang disebut adil?Sementara di sisi lain, banyak potensi penerimaan negara hilang karena kebijakan Pemerintah yanglebih pro asing daripada rakyat sendiri. Misal, menurut anggota BPH Migas, A. QoyumTjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T karena harga jual gasyang dijual ke Cina sangat murah, yang itu sama artinya mensubsidi rakyat Cina. Belum lagi ditambahkerugian tak langsung akibat PLN tidak bisa mendapat gas karena dijual ke luar negeri. PLN harusmemakai BBM yang harganya mahal sehingga PLN harus melakukan pemborosan biaya sekitar Rp37 triliun dalam jangka waktu 2 tahun. 
BLSM dan Utang Negara
Menurut Pemerintah, hasil penghematan subsidi BBM akan dialihkan untuk rakyat miskin salahsatunya BLSM. Tapi menurut Ichsanudin Noorsy, itu sebenarnya bohong. Terlebih lagi jumlahpenghematan yang diperoleh pemerintah dengan menaikkan BBM sebenarnya tidak banyak, hanyasekitar Rp. 17,5 T (lihat http://www.lensaindonesia.com/2013/05/29/).Menurut Ichsanudin Noorsy, sebenarnya program BLSM itu dibiayai dari utang. Buktinya, tertera dilaman situs Asian Development Bank (ADB) yang menyatakan bahwa BLSM bersumber dari utang ADB dengan nama singkatan proyek DPSP (
Development Policy Support Program
). Selain itu, jugadibiayai Bank Dunia (World Bank) dengan sumber utang dengan nama proyek DPLP tahap 3. Karenaitulah tahun ini utang pemerintah terus membengkak. Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan
 
13/06/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Kenaikan Harga BBM: Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asingm.hizbut-tahrir.or.id/2013/06/12/kenaikan-harga-bbm-kebijakan-rezim-neoliberal-antek-asing/3/6
Utang Kemenkeu, posisi utang Pemerintah pusat (utang LN dan surat berharga) pada April 2013telah mencapai Rp2.023,72 triliun, naik sekitar Rp433.06 triliun dari posisi akhir 2009 sebesar Rp1.590,66 triliun. Anehnya walaupun Harga BBM akan naik, pemerintah tetap berencana menambahutang baru Rp 390 triliun.Begitulah, salah satu penyebab APBN Indonesia tidak sehat sebenarnya adalah utang. Hampir 25%per tahun belanja negara untuk bayar bunga utang dan pokoknya. Indonesia sudah masuk
debt trap
(jeratan utang). Misalnya, dalam APBN-P sudah ditetapkan defisit sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23%dengan rencana akan ditutupi dari utang dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan utang luar negerisebesar minus Rp 4,4 triliun (artinya total utang LN berkurang Rp 4,4 triliun). Ternyata jumlah itu habisdan tidak cukup untuk membayar cicilan utang. Pada tahun 2012 besarnya cicilan utang mencapaiRp 261,1 triliun (cician pokok Rp 139 triliun dan cicilan bunga Rp 122,13 triliun). Jadi seluruh utangyang ditarik di tahun 2012 sebenarnya bukan untuk membiayai pembangunan tetapi untuk membayar cicilan utang. Itu pun belum cukup dan harus mengurangi alokasi APBN yang seharusnya bisa untukmembiayai pembangunan
Kenaikan BBM : Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing
Rencana kenaikan harga BBM, atau secara lebih luas penghapusan subsidi, tidak lain adalah amanatliberalisasi dalam
Memorandum of Economic and Financial Policies
(LoI IMF, Januari 2000). Jugaperintah Bank Dunia dengan menjadikannya syarat pemberian utang seperti tercantum di dalamdokumen
Indonesia Country Assistance Strategy 
(World Bank, 2001). Itulah sebenarnya alasanmendasar semua program pengurangan subsidi, termasuk pengurangan subsidi energi (BBM danlistrik). Juga tertuang dalam dokumen program USAID, TITLE AND NUMBER: Energy Sector Governance Strengthened, 497-013 yang menyebutkan: “Tujuan strategis ini akan menguatkanpengaturan sektor energi untuk membantu membuat sektor energi lebih efisien dan transparan,dengan jalan meminimalkan peran pemerintah sebagai regulator, mengurangi subsidi,mempromosikan keterlibatan sektor swasta…”Karena itu, pengurangan subsidi bahkan sampai penghapusan subsidi bagi pemerintah dianggapsebuah amanat bahkan kewajiban yang harus dipenuhi, meski harus memberatkan rakyat. Untuk itu didalam
Blue Print 
Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM dinyatakan:Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBMdengan harga internasional. Artinya, pencabutan subsidi BBM.Meski berbagai alasan dikemukakan Pemerintah, namun yang pasti, kenaikan harga BBM yang terusdidesakkan sejak lama hingga sekarang ini jelas akan sangat menguntungkan swasta khususnyaasing. Sejak awal sudah dikemukakan oleh menteri ESDM kala itu Purnomo Yusgiantoro, bahwakenaikan harga BBM memang untuk membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasidalam bisnis eceran migas
 
(lihat,
Kompas,
14 Mei 2003). Selama ini beberapa SPBU non Pertaminasepi pembeli dan mereka mengalami kerugian besar, bahkan sebagian sudah tutup. Inilah alasansebenarnya Pemerintah menaikkan harga BBM yaitu untuk mengikuti keinginan para kapitalis

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->