Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Anti Korupsi Pada Usia Dini

Pendidikan Anti Korupsi Pada Usia Dini

Ratings: (0)|Views: 208 |Likes:
Published by Oki Dwi Wardana
Pendidikan Anti Korupsi Pada Usia Dini
Pendidikan Anti Korupsi Pada Usia Dini

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Oki Dwi Wardana on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PADA USIA DINI
MAKALAHMakalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliahTEKNOLOGI INFORMASIDisusun oleh :
FAKULTAS ILMU BUDAYAUNIVERSITAS DIPONEGORO2013
OKI DWI WARDANA13040112140138
 
BAB IPENDAHULUAN
1.1
 
Latar belakang
Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangt-hangatnya dibicarakan publik, terutamadalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnyatentang masalah korupsi ini. Pada dasarnya, ada yang pro adapula yang kontra. Akan tetapiwalau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan dapat meusak sendi-sendi kebersamaan
 bangsa. Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan,
dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan padaumumnya.Sebagaimana kerap dilaporkan oleh berbagai media, kasus korupsi di negeri ini masih terusterjadi. Bahkan di beberapa tempat tindakan korupsi semakin canggih, dan semakin sukar tersentuh hukum. Laporan semacam itu mengindikasikan bahwa upaya-upaya pemberantahasankorupsi yang dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga swadayamasyarakat dan sebagainya, selama ini belum membuahkan hasil yang menggembirakan.Semangat sejumlah pejabat pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah untuk memanfaatkan uang publik untuk kepentingan pribadi masih tinggi.Pertanyaannya kemudian adalah mengapa upaya-upaya pemberantasan korupsi yang telahdicanangkan pemerintah kurang begitu berhasil? Bukankah sudah dikeluarkan aturan perundangan yang memberi sanksi keras terhadap tindakan korupsi? Bukankah sudah dibentuk lembaga anti korupsi, dan diadakan pelbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas danintegritas birokrat untuk memerangi korupsi? Tidak mudah menjawab pertanyaan semacam ini.Satu catatan yang perlu disampaikan adalah kuatnya virus korupsi hidup di negeri ini bukanhanya berlilit-lilit dengan sejumlah faktor (seperti: kemiskinan, rendahnya law enforcement,lemahnya sanksi, lemahnya kapasitas dan integritas lembaga peradilan, dan sebagainya), tetapi juga kurangnya penanaman jiwa anti korupsi sejak dini. Apabila tidak ada tindakan lebih lanjutmaka korupsi akan menjadi sebuah masalah laten yang sukar sekali untuk diatasi.
 
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas maka dapar diambil perumusan masalahnyayaitu :1.
 
Apa yang dimaksud dengan perbuatan korupsi ?2.
 
Apa dampak yang ditimbulkan dari perbuatan korupsi itu ?3.
 
Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi ?
BAB IIPEMBAHASAN
2.1 Pengertian korupsi
Banyak para ahli yang mencoba merumuskan korupsi, yang jka dilihat dari struktrur bahasadan cara penyampaiannya yang berbeda, tetapi pada hakekatnya mempunyai makna yang sama.Andi Hamzah menyatakan bahwa korupsi berasal dari bahasa latin
corruption
(diambil dari
“Rechtsgeleerd Handwoordenboek”,
Fockema Andree, 1951) atau
corruptus
(diambil dari
“Webster Student Dictionary”,
1960). Selanjutnya disebutkan bahwa
corruption
itu berasal puladari kata
corrumpere,
suatu kata latin yang lebih tua dan berasal dari perpaduan dua kata dalam bahasa Latin yaitu
com
yang berarti bersama-sama dan
rumpere
yang berarti pecahdan jebol.Dari bahasa latin inilah turun ke banyak bahasa di Eropa seperti Inggris:
corruption, corrupt,
Perancis:
corruption,
dan Belanda:
corruptie
yang kemudian turun ke bahasa Indonesia:
“korupsi”.
1
 Kartono (1983) memberi batasan korupsi sebagi tingkah laku individu yang menggunakanwewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dannegara. Jadi korupsi merupakan gejala salah pakai dan salah urus dari kekuasaan, demikeuntungan pribadi, salah urus terhadap sumber-sumber kekayaan negara dengan menggunakanwewenang dan kekuatankekuatan formal (misalnya denagan alasan hukum dan kekuatan senjata)untuk memperkaya diri sendiri. Korupsi terjadi disebabkan adanya penyalahgunaan wewenangdan jabatan yang dimiliki oleh pejabat atau pegawai demi kepentingan pribadi denganmengatasnamakan pribadi atau keluarga, sanak saudara dan teman.
2
 
1
Andi Hamzah, Korupsi Dalam Pengelolaan Proyek (Jakarta: Akademik pressindo,1991) hal 7-10
2
Kartono, Kartini. 1983. Pathologi Sosial. Jakarta. Edisi Baru. CV. Rajawali Press.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->