Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Farmasi

Proposal Farmasi

Ratings: (0)|Views: 141 |Likes:
Published by Mpiiew Ahuii Cubby
proposal d3
proposal d3

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Mpiiew Ahuii Cubby on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Obat merupakan bahan kimia yang memungkinkan terjadinyainteraksi bila tercampur dengan bahan kimia lain baik yang berupamakanan , minuman ataupun obat-obatan. Pemakaian obat yang tidakrasional merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatankarena kemungkinan dampak negatif yang terjadi. Di banyak negara,pada berbagai tingkat pelayanan kesehatan, berbagai studi dantemuan telah menunjukkan bahwa pemakaian obat jauh dari keadaanoptimal dan rasional sehingga dapat menimbulkan efek yang tidakdiinginkan apabila penggunaannya tidak tepat (Anonim,2005). Salahsatunya apabila terdapat interaksi obat yang merugikan bagi pasien.Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat akibatpemakaianobat dengan bahan-bahan lain tersebut termasukobat tradisional dan senyawa kimia lain. Suatu interaksi bisaterjadi ketika efek suatu obat diubah oleh kehadiran obat lain, obatherbal, makanan, minuman atau agen kimia lainnya dalamlingkungan. Definisi yang lebih relevan adalah ketika obat bersaingsatu dengan yang lainnya, atau yang terjadi ketika satu obat hadir bersama dengan obat yang lainnya (Stockley, 2008). Interaksi obatyang signifikan dapat terjadi jika dua atau lebih obatsekaligus dalam satu periode (polifarmasi ) digunakanbersama-sama. Pasien yang dirawat di rumah sakit seringmendapat terapi dengan polifarmasi (6-10 macam obat)karena sebagai subjek untuk lebih dari satu dokter, sehinggasangat mungkin terjadi interaksi obat terutama yang di pengaruhitingkat keparahan penyakit atau usia. Interaksi antar obat dapatberakibat menguntungkan atau merugikan. Interaksi yangmenguntungkan, misalnya (1)Penicillin dengan probenesit : probenesit
1
 
menghambat sekresi penilcillin di tubuli ginjal sehingga meningkatkankadar penicillin dalam plasma dan dengan demikian meningkatkanefektifitas dalam terapi gonore; (2)Kombinasi obat antihipertensi:meningkatkan efektifitas dan mengurangi efek samping; (3)Kombinasiobat anti kanker juga meningkatkan efektifitas dan mengurangi efeksamping (4)kombinasi obat anti tuberculosis: memperlambattimbulnya resistensi kuman terhadap obat; (5)antagonisme efek toksikobat oleh anti dotnya masing-masing. Interaksi obat secara klinispenting bila berakibat peningkatantoksisitas dan/atau penguranganefektivitas obat. Jadi perlu diperhatikan terutama bila menyangkutobat dengan batas keamanan yang sempit (indeks terapi yangrendah), misalnya glikosida jantung, antikoagulan dan obat-obatsitostatik. Selain itu juga perlu diperhatikan obat-obat yang biasadigunakan bersama-sama.Kemungkinan terjadinya interaksi obat semakin besar denganmeningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalampengobatan saat ini dan kecenderungan polifarmasi. Telah menjadisemakin sulit bagi dokter dan apoteker untuk akrab dengan seluruhpotensi interaksi (Tatro, 2001). Sebuah studi yang melibatkan 9900pasien dengan 83200 paparan obat, 234 (6,5%) dari 3600 pasienmengalami reaksi obat merugikan yang termasuk ke dalam kategoriinteraksi obat. Studi lain yang dilakukan oleh Gallery
et al 
., (1994)menemukan bahwa dalam peresepan dengan total jumlah pasiensebanyak 160 pasien, terjadi 221 interaksi obat, sebanyak 24 kasus(10,85%) termasuk kategori
severe
, 115 kasus (52,03%) termasukkategori
moderate
dan 82 kasus (37,12%) termasuk kategori
low.
Studi lain yang dilakukan oleh Hajebi
et al.,
(2000) mengevaluasiinteraksi obat pada 3130 resep dari 4 bagian di sebuah rumah sakit
2
 
pendidikan, hasilnya menunjukkan bahwa dari 3130 resep terjadi 156kejadian interaksi obat (Nazzari dan Mochadam, 2006).Penelitian yang dilakukan disalah satu apotek di Jakarta, di perolehpersentase obat oral Kardiovaskular yang rasional pada sampel yangdibatasi 138 lembar resep adalah 89,86% (124 lembar resep) dansisanya 10,14% (14 lembar resep) dinyatakan tidak rasional jikaditinjau dari interaksi obat yang terjadi. Ketidakrasionalan obat yangterjadi karena ketidak sesuaian kombinasi obat dalam satu resep yangmengakibatkan terjadinya interaksi antar obat yang dapatmengakibatkan kehilangan kerja obat, berkurangnya efek obat, danpeningkatan toksisitas obat (Herianto, dkk., 2006).Mekanisme interaksi obat dapat dibagi menjadi interaksi yangmelibatkan aspek farmakokinetik obat dan interaksi yangmempengaruhi respon farmakodinamik obat. Interaksi farmakokinetikdapat terjadi pada beberapa tahap, meliputi absorpsi, distribusi,metabolisme, atau ekskresi. Interaksi farmakodinamik adalah interaksidimana efek suatu obat diubah oleh obat lain pada tempat aksi(Fradgley, 2003). Beberapa kejadian interaksi obat sebenarnya dapatdiprediksi sebelumnya dengan mengetahui efek farmakodinamik sertamekanisme farmakokinetik obat-obat tersebut. Pengetahuanmengenai hal ini akan bermanfaat dalam melakukan upayapencegahan terhadap efek merugikan yang dapat ditimbulkan akibatinteraksi obat (Quinn dan Day, 1997). Keparahan/severitas interaksi juga harus diberi tingkatan dan dapat diklasifikasikan ke dalam tigalevel yaitu
minor 
,
moderate
, dan
major 
atau
severe, moderate
dan
low 
. Sebuah interaksi termasuk ke dalam severitas
severe
 jikainteraksi mungkin terjadi tetapi dipertimbangkan signifikan potensialberbahaya
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->