Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prestasi Belajar, Kebiasaan Belajar, Dan Motif Berprestasi

Prestasi Belajar, Kebiasaan Belajar, Dan Motif Berprestasi

Ratings: (0)|Views: 400|Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL

More info:

Published by: JAMRIDAFRIZAL on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/14/2013

pdf

text

original

 
PRESTASI BELAJAR, KEBIASAAN BELAJAR, DAN MOTIFBERPRESTASIA. Prestasi Belajar1. Pengertian Belajar dan Prestasi Belajar
Menurut Kimble (dalam Gunarsa, 1981) belajar merupakan suatu proses perubahan sikap yang relative menetap, yang terjadi sebagai akibat latihan dengan penguatan. Wisnusubrata Hendrojuwono (1987) mengatakan bahwa proses belajar ditandai dengan adanya per-ubahan perilaku, kemudian secara bertahap dapatmenjadi kebiasaan. Sedangkan menurut Herman Hudoyo (1979) belajamerupakan suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan atau pengalamansehingga mengubah tingkah laku manusia dan tingkah laku itu relatif menetap.Lebih lanjut Veron dan Donald (dalam Mahrita, 1991) menyimpulkan bahwa belajar itu adalah perubahan tingkah laku ke arah yang lebih konstruktif. Dalamhubungan belajar ini Good dan Brophy (1990) berpendapat bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Perubaha itu dalam kerangka pemahaman, sikap, pengetahuan, informasi, kemampuan dan keterampilanmelalui pengalaman yang relative menetap.Dari berbagai pengertian tentang belajar di atas dapat disimpulkan bahwa yangdimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang ditandaidengan adanya perubahan pada kognisi, afeksi maupun perilaku yang relatimenetap.Dari hasil proses belajar akan diperoleh suatu hasil yang dapat dievaluasi.Hasil evaluasi dari proses belajar ini disebut dengan prestasi belajar yang biasanyadinyatakan dalam bentuk laporan tertentu misalnya nilai rapor atau nilai judisium.Cagne (dalam Soetarlinah Sukadji, 1988) berpendapat bahwa yangdimaksud dengan prestasi belajar adalah tingkat kemampuan actual yang dapatdiukur, baik berupa penguasaan ilmu pengetahuan, sikap maupun keterampilantertentu yang dicapai seseorang sebagai hasil dari apa yang dipelajari seoranganak didik di sekolah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa keberhasilan anak didik,adalah gambaran hasil dari proses belajar yang merupakan kristalisasi dari berbagai komponen yang saling terkait dan saling berpengaruh.12
 
Mouly (1967) mengatakan prestasi belajar adalah keberhasilan objektiyang dicapai seorang siswa sebagai akibat dari proses belajar. Prestasi belajar dipengaruhi berbagai factor yang saling terkait. Sedangkan menurut Sunarwan(1991) prestasi belajar merupakan evaluasi hasil dari suatu poses belajar atassejumlah materi pelajaran. Evaluasi atas proses belajar pada kurun waktu tertentuini didasarkan suatu system penilaian tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk laporan tertentu misalnya pada nilai rapor. Dalam evaluasi tersebutterkandung penilaian ataupun pengukuran terhadap sejumlah tingkat kemampuanaktual yang berupa keberhasilan dalam penguasaan terhadap sejumlah ilmu pengetahuan, dan juga perubahan atas sikap dan keterampilan sebagai akibatlangsung dari proses belajar tersebut.Bloom (1956), mengatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi kemampuan daya pikir (kognisi),kemampuan perasaan (afeksi) dan keterampilan (psikomotor). Ketiga ranah itutidak dipisahkan meskipun secara konseptual dapat dibedakan menurut ciri-cirinya. Hubungan ketiga ranah itu secara interaktif dapat digambarkan seperti di bawah ini.Gambar 2. Hubungan Interaktif antar Ranah Hasil atau prestasi belajar dapat dilihat melalui perubahan tingkatkemampuan aktual yang meliputi kemajuan pada penguasaan ilmu pengetahuan,13KognitifAfektiPsikomotorik 
 
 perubahan sikap dan keterampilan yang dicapai mahasiswa sebagai hasil dari apayang dipelajari di kampus.Dalam teori taksonomi yang dikemukakan Bloom (1956) dikatakan, bahwa melalui proses belajar akan terjadi perubahan kemampuan daya pikir (kognisi) dalam bidang studi yang meliputi enam tingkat, yaitu :a.Pengetahuan, yaitu dapat mengenal, mengingat dan memproduksi bahan pengetahuan atau pelajaran yang pernah diberikan; b.Pemahaman, yaitu memahami materi atau gagasan yang diberikan. Mahasiswamengetahui apa yang disampaikan dan dapat menggunakan materi ataugagasan yang diberikan tanpa perlu menghubungkannya dengan materi lainatau melihat implikasinya;c.Penerapan, yaitu menggunakan hal-hal yang abstrak dalam situasi yangkhusus dan konkrit;d.Analisis, yaitu menguraikan suatu materi atau bahan yang diberikan, menjadiunsur-unsur atau bagian-bagian, sehingga kedudukan atau hubungan antar unsur atau bagian yang diungkapkan menjadi jelas;e.Sintesis, yaitu menghimpun atau menyusun unsur-unsur atau bagian-bagiansehingga membentuk keseluruhan, proses bekerja dengan bahan-bahan, unsur-unsur, dan menyusun atau menggabungkannya menjadi pola atau struktur tertentu;f.Evaluasi, yaitu memberikan pertimbangan mengenai nilai dari bahan-bahandan metode-metode untuk tujuan tertentu.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku yang ditandai dengan adanya perubahan pada kognisi, afeksimaupun psikomotorik yang relatif menetap. Sedangkan prestasi belajar adalahhasil belajar yang dapat diukur baik intelektual, pengetahuan, sikap maupunketerampilannya.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Setiap orang pada dasarnya mempunyai keinginan untuk menunjukkankompetensi dengan menaklukan lingkungannya. Motivasi belajar merupakan14

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->