Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Masjid Agung Banten Pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Yusuf

Peranan Masjid Agung Banten Pada Masa Pemerintahan Sultan Maulana Yusuf

Ratings: (0)|Views: 99 |Likes:
Published by JAMRIDAFRIZAL
Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten juga tidak jauh dari proses pendirian masjid pertamakali oleh Nabi karena Sultan Maulana Hasanuddin adalah seorang Raja Islam yang otomatis selalu berusaha untuk mengikuti jejak nabi dalam kehidupannya.
Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten yang di awali oleh adanya cita-cita Sultan Maulana Hasanudin untuk memiliki pusat penyebaran agama Islam ke seluruh wilayah Banten yang pada saat itu mayoritas agama Hindu. Juga tempat rakyat, pembesar kerajaan, serta pedagang Islam yang singgah di Bandar Banten untuk bersamaa-sama melakukan sholat berjam’ah bersama Sultan.
Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten juga tidak jauh dari proses pendirian masjid pertamakali oleh Nabi karena Sultan Maulana Hasanuddin adalah seorang Raja Islam yang otomatis selalu berusaha untuk mengikuti jejak nabi dalam kehidupannya.
Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten yang di awali oleh adanya cita-cita Sultan Maulana Hasanudin untuk memiliki pusat penyebaran agama Islam ke seluruh wilayah Banten yang pada saat itu mayoritas agama Hindu. Juga tempat rakyat, pembesar kerajaan, serta pedagang Islam yang singgah di Bandar Banten untuk bersamaa-sama melakukan sholat berjam’ah bersama Sultan.

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: JAMRIDAFRIZAL on Jun 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

 
PERANAN MASJID AGUNG BANTEN PADA MASA PEMERINTAHANSULTAN MAULANA YUSUF
DIRESUME DARI BERBAGAI TULISAN OLEH JAMRIDAFRIZAL
Poses Berdirinya Masjid Agung Banten tahun 1569 M
Peristiwa pendirian masjid yang pertama, memberikan kepada umat Islammakna yang sesungguhnya tentang masjid. Setelah kurang lebih 12 tahunmenjalankan tugas kerasulan di Mekkah. Allah memerintahkan Nabi Muhammaduntuk hijrah ke Madinah. Ditilik dari ilmu perang, hijrah merupakan taktik danstrategi Nabi untuk mengembangkan addin dan mengIslamkan umat. Taktik untuk mencapi tujuan strategi dijalankan beliau di Mekkah. Tetapi kemajuan Islamterasa lambat sekali dan tantangan lawan terlalu kuat dan makin giat. Nabimenukar taktik dengan menjadikan Madinah sebagai markas besarnya. Ternyatataktik tersebut berhasil. Demikianlah Senin 12 Rabiul Awwal (28 Juli 622 M) Nabi Muhammad S.A.W. meninggalkan Mekkah pergi ke Quba, selatan Yatsrib,yang sesudah itu bernama Madinah dan hijarahnya Nabi merupakan awalkalenderium Islam yang berarti dimulainya periode Islam dalam sejarah umatmanusia. Kurun Madinah dalam pertumbuhan Islam, yang mulai sesudah hijrahmerupakan kurun yang berbeda dari kurun Mekkah. Di Madinah penganut Islamcepat berkembang, sungguhpun mendapat halangan dari pihak Yahudi, yangtadinya diharapkan Nabi akan menolongnya, rupanya Taurat terkena perubahantangan manusia. Taurat asli mengajarkan kepada kaum Yahudi untuk mengakuiIslam dan Muhammad. Tetapi kitab suci yang sudah kena perubahan tanganmanusia itu berisikan sebaliknya sehingga terjadilah perpecahan dengan golonganYahudi.Disamping orang-orang yang masuk Islam karena benar-benar yakin,terdapat pula golongan yang masuk Islam karena pertimbangan keuntungan dankepentingan diri sendiri, mereka ini adalah kaum munafik. Ikrar keyakinanmereka hanya sekedar ucapan dengan lidah, tanpa meyakini dengan hati, mereka bersandiwara.Dari uraian di atas beberapa dapt ditarik beberapa kesimpulan, antara lain :
Dalam keadaan darurat sekali, setelah Nabi sampai pada tujuan pengungsiannya, bukan membangun pertahanan untuk menampungkemungkinan serangan musuh dari Mekkah, tapi membangun masjid yang beliau kerjakan untuk pertama kalinya ,
Kalenderium Islam, yaitu tahun hijriah, dimulai dengan pendirian masjid pertama, tanggal 12 Rabiul Awwal (permulaan tahun hijriah, selanjutnyadijatuhkan tanggal 1 Muharram) dan tanggal 1 Muharram yang pertama jatuhhari Jum'at adalah hari meramaikan masjid secara khusus dalam tiap tujuhhari.24
 
Di Mekkah Islam tumbuh di Madinah ia berkembang. Dalam kurun pertama Nabi mengajarkan dasar-dasar agama, sedangkan dalam kurun ke dua dasar-dasar kebudayaan. Dibatas antara dua kurun Nabi mendirikan masjid. Dalamkurun Mekkah ayat-ayat yang turun dituukan kepada manusia, "Hai manusia".Ayat-ayat Makkiyah mengajak manusia kepada keesaan Tuhan, menjelaskantak ada Tuhan melainkan Allah. Ayat tersebut memperingatkan akan ganjarandan azab Tuhan kepada manusia yang berbuat baik dan jahat, mengajarkankehidupan manusia sesudah mati, kehidupan akhir atau akhirat.Diperingatkannya akan datang nanti hari kiamat dan perisitwa-perisitwa yangterjadi waktu itu. Selanjutnya ayat-ayat itu berseru supaya manusia mengenalakhlak, kebajikan dalam menjauhi kejahatan disertai contoh-contoh yang pernah terjadi pada umat yang terdahulu, bagaimana jadinya orang-orang yangmendustakan pesuruh Tuhan dan menantang pemimpinnya. Pendirian masjidyang dilakukan Nabi antara kurun waktu pengajaran agama dan kurun pengajaran kebudayaan dapat diartikan bahwa ia berdiri di ujung ajaran agamadan dipangkal ajaran kebudayaan.
Masjid memecah
Gemeinschaft 
(hubungan antar manusia yang menimbulkanikatan kehendak positif atau negatif, hasrat, naluri diperkuat oleh kebiasaan,disempurnakan oleh kepercayaan atau agama). Arab yang berasaskankesukuan menjadi
Gememschaft 
yang beriman, dengan
Gesellschaft 
yaituhubungan antara manusia yang rasional, ditujukan pada alat yang bertentangandengan rasa, adanya kesadaran, negara Islam. Kaum Muhajirin yangmerupakan
Gemeinschaft 
yang lebih berasaskan agama.
Masjid didirikan oleh orang-orang yang bertakwa.
Masjid dibangun secara bergotong royong, didirikan bersama untukepentingan bersama.
Masyarakat Islam yang dihadapi oleh masjid pertama dari dua golongan, yaitumu'min dan munafik. Orang munafik banyak menyamar sebagai mu'min.Dari ketujuh kesimpulan di atas, peristiwa pembangunan masjid pertamamenggambarkan makna sesungguhnya dari masjid. Apabila hari pertama Nabidengan rombongannya sampai di daerah Madinah dalam hijrahnya dari Mekkah,serta merta dibangunlah masjid, adalah tujuan logis atau sudah dapat disimpulkan bahwa Nabi pada hari pertama sekali sudah tidak akan melakukan kerja pembangunan masjid manakala beliau tidak beranggapan bahwa masjid itu sangat penting bagi keberadaan Islam dalam menghadapi
kurun Madinah
, pembangunanmasjid tersebut dianggap Nabi lebih penting dari yang lainnya dalam saat daruratitu. Dalam rangka pertanyaan Abu Zar tentang masjid Aqsa, Rasulullahmenyatakan : "Dimana saja engkau berada, jika waktu sembahyang tiba,sembahyanglah, karena disitupun
masjid" 
(dikutip dari hadits Muslim).Dikandang kambingpun, kalau terpaksa sembahyang dapat dilakukan, kalau perlu juga gedung khusus untuk masjid.Kalau diteliti dalam sejarah Islam, akan dapat disimpulkan bahwa penyempurnaan agama Islam dapat dikembalikan dasar-dasarnya kepada apa yangdilakukan Nabi sesudah hijrah. Sepuluh tahun terakhir dari hidup Nabi, semenjak hijrah sampai wafat, Nabi telah meletakkan tonggak dasar dunia Islam. Apbila Nabi pada hari pertama sudah mendirikan masjid dapatlah disimpulkan bahwa25
 
dengan itu Nabi membangun lembaga utama dari dunia Islam, karena tugas-tugasyang diberikan Nabi kepada masjid merupakan "
benih
" yang dalam perkembangannya melahirkan dunia Islam. Maka tepatlah jika masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam.Ketika Rasulullah SAW. Hijrah meninggalkan masjid Mekkah ia berhentidi Quba, yaitu sebuah tempat yang tidak jauh dari kota Madinah. Empat harilamanya Rasulullah dan sahabat-sshabat yang mengikutinya tinggal ditempattersebut. Pada hari jum'at mereka harus melakukan sholat jum'at berjama'ah dan pada hari itu pula mereka membuat untuk bersembahyang. Inilah masjid yang pertamakali didirikan.Kemudian Nabi menuju kota Madinah, kedatangan beliau dan para sahabatdisambut dengan meriah, disongsong keluar pintu kota, dielu-elukan dengantakbir dan kasidahan, tiap-tiap kabilah mempersilahkan Rasulullah menjaditamunya, akan tetapi ia menolak dan membiarkan unta yang membawanya berjalan sendiri memilih tempat berhenti. Unta yang dilepaskan tidak bertali itu berjalan dengan diiringi oleh kaum muslimin, karena mereka ingin menyaksikandengan mata sendiri, dimanakah gerangan unta tersebut berhenti. Unta tersebut berhenti di dekat
murbat 
(tempat yang biasa untuk menambatkan binatang ternak)kepunyaan dua orang anak yatim yang bernama Sahal dan Suhail bin Amru.Insyaallah inilah tempatnya" sabda Nabi kemudian ia membaca sebuh ayat "YaTuhan, tempatkanlah kami pada tempat yang membawa berkah, dan engakulahyang sebaik-baiknya memberi tempat". Tempat tersebut kemudian di beli olehMu'az bin Afra, karena dialah wali yang memelihara kedua anak yatim itu. Makadisitulah Nabi mendirikan rumahnya dan dalam pada iu dimulailah mengerjakanmasjid dengan cara bergotong royong. Pekerjaan itu dilakukan dengan gembiradan sepenuh hati oleh para sahabat dan masyarakat Madinah, yang selama initidak pernah bekerja berat apalagi bergelimang lumpur, waktu bekerja bersama-sama itu, Rasululah juga ikut membantu bersama para sahabat.Pekerjaan membangunan masjid tidak banyak memakan waktu, karenaselain dikerjakan secara bergotong royong, bangunan masjid itu amat sederhana.Disekelilingnya didirikan pagar tembok dari batu bata yang diplester dengan tanahliat. Pada bagian muka yaitu dekat mihrab diberi atap yang terbuat dari pelapahkurma yang disusun rapat, sedangkan bagian belakangnya hanya terbuka saja.Atapnya hanya dibuat kecil, sehingga sewaktu-waktu sinar matahari yang terik langsung menimpa orang yang sedang shalat. Kalau hari hujan ruangan masjidmenjadi basah dan becek sebab lantainya hanya pasir. Enam tahun lamanya bangunan masjid tetap seperti itu, tak ada yang berubah, sederhana dan terasaindah.Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten juga tidak jauh dari proses pendirian masjid pertamakali oleh Nabi karena Sultan Maulana Hasanuddinadalah seorang Raja Islam yang otomatis selalu berusaha untuk mengikuti jejak nabi dalam kehidupannya.Sejarah berdirinya Masjid Agung Banten yang di awali oleh adanya cita-cita Sultan Maulana Hasanudin untuk memiliki pusat penyebaran agama Islam keseluruh wilayah Banten yang pada saat itu mayoritas agama Hindu. Juga tempat26

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->