Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
POLA KONSUMSI TENAGA KERJA MIGRANPABRIK MIE SEDAAP DI KOTA GRESIK

POLA KONSUMSI TENAGA KERJA MIGRANPABRIK MIE SEDAAP DI KOTA GRESIK

Ratings: (0)|Views: 273|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ELLEN YUSFAMITA,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ELLEN YUSFAMITA,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jun 14, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
Pola Konsumsi Tenaga Kerja Migran Pabrik Mie Sedaap di Kota Gresik 1
POLA KONSUMSI TENAGA KERJA MIGRANPABRIK MIE SEDAAP DI KOTA GRESIKEllen Yusfamita
Program Studi S1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya.e_lln@yahoo.com
Abstrak
Perilaku konsumtif yang sekarang terjadi tidak hanya dilakukan oleh masyarakat perkotaan saja.Tenaga kerja migran pabrik mie sedaap di kota Gresik, dimana pekerja tersebut berasal dari luar kotayang bukan penduduk asli Gresik juga menjadi konsumtif dalam kebutuhannya, terutama pada kebutuhan penampilan. Gaji yang cukup besar yang diperoleh setiap bulannya, dan mendapatkan upah tambahan darikerja lemburan, membuat keinginan dan kepuasan mereka semakin besar untuk mengonsumsi yangmenurutnya di anggap baik. Mengonsumsi suatu barang atau produk tertentu membuat tenaga kerjamigran pabrik mie Sedaap merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka. Pada penelitian ini bentuk polakonsumsi tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap diklasifikasikan kedalam tiga kategori, yaitu pertama, bekerja untuk gaya hidup, pola konsumtif yang di lakukan oleh tenaga kerja migran merupakan faktor dari lingkungan sekitar yang mempengaruhi subjek tersebut untuk melakukan hal-hal yang dilakukan olehmasyarakat kota yang modern serta bertindak konsumtif.
Kedua
, bekerja sebagai eksplorasi diri, kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh subjek, dan menjadi bentuk yang timbul dalam dirinya bahwa kegiatan yang dilakukanya adalah eksplorasi yang menunjukansesuatu kepada orang lain.
Ketiga
, bekerja untuk kebutuhan, kegiatan tersebut konsumtif, tetapi tetapdibutuhkan dalam keseharian mereka dan menjadi sebuah rutinitas yang harus dilakukan.
Kata Kunci:
Pola Konsumsi, Tenaga Kerja Migran Pabrik Mie Sedaap di Kota Gresik.
PENDAHULUAN
Kebutuhan dan keinginan manusia tidak adahabisnya. Mereka selalu memiliki rasa kurang puasterhadap apa yang telah dimilikinya. Berharap untuk  bisa memperoleh yang lebih baik dan lebih banyak yang telah dimilikinya. Cara bagaimana bisamelangsungkan hidup dengan baik maka seseorang dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnyasehari-hari. Melihat adanya kebutuhan manusia yangtidak ada habisnya maka seseorang harus mempunyai penghasilan yang cukup supaya mampu memenuhikebutuhan hidupnya tersebut. Di Indonesia penduduknya ada yang melakukan perpindahan daridari desa menuju kota untuk bekerja. Penduduk desalebih memilih berpindah ke kota untuk mendapatkansuatu pekerjaan yang layak yang bisa di dapatkannya.Mereka merasa bahwa bekerja di kota lebihmenjanjikan untuk mendapati kehidupan yang lebih baik dari pada bekerja di desa dengan penghasilanyatidak pasti.Gaya hidup yang di anut masyarakat saat inicenderung hanya mengikuti
trend 
yang berlaku,sehingga bisa di katakan gaya hidup yang bersifathomogen dan tidak variatif. Pada konteks ini yangdilakukan seorang individu bukanlah murni tindakanobjektifnya akan tetapi termotivasi oleh unsur-unsur diluar individu. Dipengaruh oleh budaya dan lingkungan,maka seseorang ingin mengikuti
trend 
 yang sedang berkembang di sekitarnya, serta mengikuti mode yangditampilkan di media. Penduduk migran yangkhususnya tenaga kerja yang bekerja di pabrik mieSedaap yang terletak di kawasan gresik inimenunjukan, bahwa pekerjaan di desa sudah tidak lagi bisa menjamin kelangsungan hidup untuk memenuhikebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu mereka yangtinggal di desa memilih untuk pindah kekota danmencari pekerjaan disana. Pekerja pabrik mie Sedaaptersebut menyatakan bahwa bekerja dikota lebihtampak hasilnya dari pada di desa. UMR (UpahMinimum Regional) di setiap kota juga berbeda-beda.Salah satunya Kota Gresik dengan UMR yang tinggi,tak lain para migran memilih bekerja di Gresik. Tujuan para migran yang berpindah untuk bekerja dengan gayahidup masyarakat kota yang ada saat ini, membuat para pekerja migran yang khususnya bekerja di pabrik mieSedaap mengikuti gaya hidup yang konsumtif. Haltersebut terlihat dari penampilan mereka yang terlihatmencolok.Adanya media, segala sesuatunya seperti produk- produk yang ditawarkan, maka seseorang cenderungtertarik untuk mencoba segala sesuatunya yang baru.Banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli produk-produk yang ditawarkan melalui media televisi.Para penonton yang menyaksikan siaran televisitersebut secara langsung mendapati iklan-iklan yangdisiarkan seperti produk pakaian, makanan, minuman,kosmetik, sepatu, sandal, barang elektronik, dan
 
Paradigma. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
 
sebagainya. Demi memiliki barang-barang tersebut,seseorang rela untuk mengeluarkan uang yang cukup besar jumlahnya untuk segala sesuatunya yang baru.Tidak jarang seseorang menjadi begitu konsumtif karena pengaruh dari orang-orang di sekitarnya sertaiklan-iklan yang menjanjikan yang ada di beberapamedia. Mulai dari anak-anak hingga orang tua yang berkeinginan untuk memiliki sesuatu yang merekaanggap menarik. Melihat fenomena tersebut polakonsumtif bisa berdampak negatif karena membuatseseorang untuk menghamburkan uangnya demikeinginan nafsunya belaka.Gaya hidup yang dijelaskan sebagai tingkah lakumasing-masing individu menurut kelas dan ruanglingkungannya. Dalam pengertian umum, gaya hidup berarti karakteristik seseorang yang dapat diamati yangmemadai sistem nilai serta sikap terhadap diri sendiridan lingkungannya. Karakteristik tersebut berkaitandengan semuanya.misalnya cara berpakaian, caramakan, kebiasaan di rumah dan, dan kebiasaan berbelanja. Gaya hidup merupakan kombinasi dantotalitas dari cara dan tata kebiasaan, pilihan objek-objek yang mendukungnya, yang pelaksanaanya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaantertentu (Yasraf, 2004:301).Pola konsumtif yang terlihat pada tenaga kerjamigran pada pabrik mie Sedaap nampak jelas. Haltersebut terlihat sebelum para migran melakukanurbanisasi ke kota Gresik, mereka terlihat biasa sajadan tidak terlalu mencolok dalam mengkonsumsisegala sesuatunya dalam memenuhi kebutuhanhidupnya, namun setelah mereka berpindah ke kotaGresik dan bekerja sebagai tenaga kerja pabrik mieSedaap mereka cenderung lebih konsumtif dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Hal tersebut nampak  jelas terlihat dari cara berpakaian, kebiasaan berbelanja, kebiasaan di rumah, dan sebagainya.Tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap mulaimengikuti gaya hidup masyarakat kota yang konsumtif,itu terlihat bahwa mereka lebih mengikuti
trend 
yangterjadi di sekitar lingkunganya. Supaya tidak terlihatketinggalan jaman maka mereka lebih konsumtif dalam pembelian berbagai barang misalnya alat komunikasiyang seperti
handphone,
kosmetik, pakaian, bahkanmakanan. Dukungan media yang menawarkan berbagaiiklan-iklan yang menarik, juga menimbulkan daya tarik untuk mengikuti penggunaan produk yang di tawarkan.Lingkungan pertemanan juga mempengaruhi polakonsumsi, dimana jika sebagian teman yang konsumtif dalam kebutuhannya maka induvidu yang terkait didalamnya juga secara tidak langsung ingin mengikutigaya hidup teman sepergaulanya. Pengaruh itu munculkarena keinginan yang juga ingin memperbaiki dirisupaya terlihat lebih baik, mengikuti
trend 
agar tidak gaptek (gagal teknologi) dan tidak ketinggalan jaman.Oleh kerena itu tenaga kerja migran pabrik mie Sedaapyang ada di kota Gresik ini menjadi lebih konsumtif.Gaya berbelanja yang lebih konsumtif mereka lebihmementingkan menjaga penampilanya agar terlihatlebih menarik.Perpindahan ke kota yang dilakukan para tenagakerja migran pabrik mie Sedaap secara tidak langsungmengikuti gaya kebutuhan konsumtif masyarakat perkotaan. Gaya hidup masyarakat perkotaan yangkonsumtif membuat para tenaga kerja migran yang bekerja di pabrik mie Sedaap di kota Gresik jugamenarapkan pola yang konsumtif untuk pemenuhankebutuhan hidup mereka. Bedasarkan latar belakangyang sudah di jelaskan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pola konsumsi tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap di kota Gresik?Konsumsi menurut Baudrillard (2004) bukansekedar nafsu untuk membeli begitu banyak komoditas,satu fungsi kenikmatan, satu fungsi individual, pembebasan kebutuhan. Pemuasan diri, kekayaan ataukonsumsi objek. Malainkan konsumsi berada padatatanan pemaknaan pada objek. Seperti sistemkomunikasi, bahasa yang digunakan. Satu sistem pertukaran yaitu bisa bertukar ideologis, produksi.Konsumsi adalah satu struktur yang bersifat eksternaldan bersifat memaksa individu. Penggunaan sistemmelalui konsumsi adalah satu cara penting yangdigunakan orang dalam berkomunikasi satu sama lain.Ideologi yang terkait dengan sistem mengarahkanorang untuk percaya, dengan segala kepalsuan menurut pandangan Baudrillard, bahwa mereka kaya, puas, bahagia, dan terbebaskan. Masyarakat konsumsimodern kita mengkonsumsi bukan hanya barang,namun juga jasa manusia dan hubungan antar manusia.Diskriminasi sosial, kekuasaan, masih yang utama,yang dipindahkan ketempat lain dalam penghasilanatau harta kekayaan secara penuh. Kondisi seperti ini,adalah penting bahwa semua penghasilan paling tidak adalah sama dan bahkan sistem itu dapat membelikemewahan untuk dirinya sendiri (Baudrilard,2004:51). Kekuasan membuat mayoritas masyarakatmiskin tidak menemukan jalan lain. Diantaranya yaitu berurbanisasi dengan tujuan bekerja di kota untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Melihat di desasudah tidak lagi memadai dalam menyediakanlapangan pekerjaan, serta pendapatan yang bisa di bilang kurang cukup untuk memenuhi kebutuhanhidup, maka orang memilih untuk berurbanisasi.Suatu kebutuhan tidak dibuat satu persatu dalamhubungan dengan objek-objek lain tetapi dibuat
 
Pola Konsumsi Tenaga Kerja Migran Pabrik Mie Sedaap di Kota Gresik 3 produksi sebagai kekuatan konsumtif. Asal-usul darikonsumtif itu sendiri ada empat yaitu1.
 
Tatanan produksi menghasilkan kekuatan produktif, sistem teknik yang secara radikal berbeda dengan alat tradisional.2.
 
Menghasilkan modal yang masuk akal, systeminvestasi dan sirkulasi rasional berbeda denganmodel perdagangan sebelumnya.3.
 
Mengahasilkan kekuatan tenaga kerja bergaji,kekuatan produktif yang abstrak, yang secaramendasar berbeda dengan pekerjaan yanganyata dan dengan “pekerjaan” tradisional.4.
 
Melahirkan kebutuhan-kebutuhan, sistemkebutuhan, permintaan sebagai kumpulan yangdirasionalkan, disatukan, diawasi dalam proses pengawasan total dengan proses produksi.Kebutuhan-kebutuhan sebagai system secaramendasar, dan juga berada dengan kesenangandan kepuasan (Baudrillard, 2004:82).Logika tanda, seperti dalam logika simbol-simbol,objek tidak lagi dihubungkan dengan fungsi ataudengan kebutuhan yang nyata. Hal ini karena objek menjawab semua hal yang merupakan logika sosial,maupun logika keinginan yang mereka gunakansebagai ruang lingkup yang berubah-ubah yang tidak sadar akan artinya. Objek dan kebutuhan tunduk kepada logika. Pada konversi histeris, gejala sebagaitanda, adalah tanpa pertimbangan. Jadi dunia objek dankebutuhan akan menjadi dunia histeria merata. Dapatdikatakan bahwa dengan hilangnya dunia objek dankebutuhan, seperti mustahil untuk mendefinisikankekhasan objektif kebutuhan. Kebutuhan itu bukan sajakebutuhan akan objek yang sama tetapi juga kebutuhanakan objek yang berbeda.Konsumsi adalah sistem yang menjalankan urutantanda-tanda dan penyetuan kelompok. Jadi konsumsimerupakan sistem komunikasi dan struktur pertukaran,dimana setiap individu mempunyai hubungan timbal balik di dalam sebuah interaksi. Mereka mengikutisebuah paksaan sosial yang tidak disadari, karenakeinginan yang muncul begitu saja yang merekaanggap baik merupakan sebuah suatu keharusan untuk dilakukan, dengan cara mengkonsumsi suatu barangatau jasa. Karena merasa memiliki pendapatan, paratenaga kerja migran mampu mengkonsumsi yangmereka anggap penting. Kondisi yang berada di kotadan dari hasil pendapatan yang dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan, kadang mereka tidak memikirkan melalui penafsiran terlebih dahulu, apakahkebutuhan itu penting atau tidak untuk di konsumsi.
METODE
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalahkualitatif deskriptif. Kualitatif adalah penelitian yangdimaksud untuk memahami fenomena tentang apayang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku,motivasi persepsi, tindakan, dan lain-lain (Sugiono,2007:6). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancarauntuk melihat dan memahami gaya hidup dan bagaimana pola konsumsi tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap. Metode penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomenasosial serta interaksi sosial terkait dengan polakonsumsi tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap dikota gresik. Penelitian kualitatif penentuan sumber data pada informan dipilih dengan pertimbangan dan tujuantertentu, yaitu informan yang dipilih adalah tenagakerja migran yang bekerja di pabrik mie Sedaap di kotaGresik. Penelitian deskriptif dimulai denganmelukiskan keadaan subyek dan obyek penelitian padasaat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak dilapangan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatanfenomenologi Alfred Schutz.Pendekatan fenomenologi digunakan untuk melatarbelakangi secara teoritis penelitian tentang polakonsumsi tenaga kerja migran pabrik mie Sedaap dikota Gresik. Alasan menggunakan menggunakan pendekatan fenomenologi ini karena merekamenghayati kenyataan intersubjektif (Raho, 2007:140).Sama halnya berhubungan dengan pola konsumsidimana fenomenologi melihat dunia dengan cara-carayang sama dan mereka berurusan dengan satu samalain seolah olah sesama itu bisa di kategorisasi.Tindakan atau perbuaatan pada hampir semua situasi,kecuali situasi yang bersifat personal, dapat berlangsung melalui proses tipifikasi yang bersifattimbal balik untuk mengkategorikan satu sama lainserta motif apa yang digunakan subjek untuk  berperilaku konsumtif dalam penampilannya.Masyarakat atau lingkungan fisik lainya untuk dapatmemahami bagaimana pola konsumsi itu bisa terjadi.Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teorikonsumsi dari Jean P Baudrillard.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perilaku konsumtif berkaitan erat dengan selera,ketertarikan, kesukaan seseorang sehingga, hal tersebutdapat menciptakan adanya perbedaan identitas,kebiasaan, pola konsumtif, gaya hidup, serta nilai-nilai perilaku sosial. Ketertarikan dan selera terhadapsesuatu itulah yang tanpa disadari dapat mendorong

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->