Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Ajar Bimbingan Konseling

Bahan Ajar Bimbingan Konseling

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
konseling sangat di butuhkan untuk kebutuhan psikologi bagi semua orang
konseling sangat di butuhkan untuk kebutuhan psikologi bagi semua orang

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nataliyana Gigih Pramono on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

 
BAHAN AJAR BIMBINGAN KONSELING
BAHAN AJAR BIMBINGAN KONSELINGDosen Pengampu: Ev. Timotius Sukarman, M.ThBagian IPengertian Bimbingan dan KonselingBimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbinganmerupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer &Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).A. Pengertian BimbinganBimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namuntidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbinganformal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
―Bimbingan sebagai bantuan ya
ng diberikan kepada individu untuk dapatmemilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam
 jabatan yang dipilihnya‖ (Frank Parson ,1951).
 Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkankemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan saranayang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapiindividu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu carauntuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secaraefisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuandengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diridengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentangdirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengankonsep dirinya dan tuntutan lingkungan di sekitarnya.I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975:15) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkanmasalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self 
 
understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri denganlingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun
1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa ―;;Bimbingan merupakan bantuan yang
diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan
mencanakan masadepan‖;;.
Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingandiberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan.Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
―Bimbingan membantu individu untuk lebih mengena
li berbagai informasi tentang dirinya
sendiri‖ (Chiskolm,1959).
 Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individumemahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diriyang dimiliki.
―Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu‖
(Bernard & Fullmer ,1969).Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingandilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapat dipahami bahwa bimbinganmembantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.
―Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yangsistematik‖ (Mathewson,1969).
 Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yangmenekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk  pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orangindividu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiridengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinyadan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku di lingkungan dimana individutersebut tinggal.Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambilkesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah :
―Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang
dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikandiri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk 
kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat‖
 B.Pengertian KonselingSedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor)kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara padateratasinya masalah yang dihadapi klien. Sejalan dengan itu, Winkel (2005:34) mendefinisikan
 
konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantukonseli secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiriterhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usahamembantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengan kata lain, teratasinyamasalah yang dihadapi oleh konseli/klien.Pendalaman Materi:1.Rumuskan menurut pemahaman Saudara tentang Arti Bimbingan dan Konseling, yang meliputiunsur-unsur di bawah ini:a.Ada Proses ( Proses apa) Untuk mencapai tujuan b.Obyek Jelas (kepada Siapa BK)c.Subyek (Konsolor yang seperti apa)d.Ada beberapa tujuan yang jelas dan realistise.Tehniknya atau cara BK berlangsung.2.Menurut Saudara, bagaimana Bimbingan dan Konseling dapat terjadi?3.Tulis pengalaman Saudara dalam Bimbingan konseling!Bagian IIFungsi, Prinsip, Asas Bimbingan dan TujuanBimbingan KonselingA.Fungsi Bimbingan :1.Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan normaagama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensidirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dankonstruktif.2.Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasamengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya,supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepadakonseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakandirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalamrangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanyaminuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).3.Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif darifungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yangkondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasahlainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan danmelaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upayamembantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapatdigunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->