Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Matematik

Matematik

Ratings: (0)|Views: 111|Likes:
Published by Nieta Bulhani

More info:

Published by: Nieta Bulhani on Jun 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/19/2014

pdf

text

original

 
http://sumut.kemenag.go.id/
 
IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA PEMBELAJARAN
 
MATEMATIKA PASCA DIKLAT GURU MATEMATIKA
 
MADRASAH SE SUMATERA UTARA
 
OLEH :
 
Dra.Hj. Intan Pulungan, M.Pd
 
Widyaiswara BDK Medan
 
ABSTRAK
 
Intan Pulungan, Implementasi Lesson Study Pada Pembelajaran Matematika Pasca Diklat Guru
 
Matematika Se Sumatera Utara.
 
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikanbentuk aktivitas kelompok lesson study, (2) Mendeskripsikan aktivitas guru pada prosespembelajaran matematika melalui implementasi
lesson study 
, (3) Mendeskripsikan aktivitas
 
siswa pada proses pembelajaran matematika melalui implementasi
lesson study 
 
(4)
 
Mendeskripsikan respons guru pada proses pembelajaran matematika dengan adanya
lesson
 
study 
, (5) Mendeskripsikan respons siswa pada proses pembelajaran matematikadengan adanya
lesson study 
, dan (6) Mendeskripsikan hasil belajar matematika siswapada proses pembelajaran
 
matematika melalui implementasi
lesson study.
 
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) aktivitas kelompok
lesson study 
 dalam pembelajaran terlaksana dengan baik, (2) aktivitas guru pada proses pembelajaran telahsesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) aktivitas siswa pada proses pembelajarantelah menunjukkan kemajuan ditandai dengan meningkatnya keberaniaan untuk berdiskusi,bertanya, dan menjawa, (4) respons guru pada proses pembelajaran menunjukkan kemajuan halini ditandai dengan salah satu indikator yaitu guru semakin berani di observasi, (5) respons siswapada proses pembelajaran sangat positif hal ini ditandai dengan salah satu indikator yaitukehadiran observer dan tamu tidak merasa terganggu sehingga pembelajaran berlangsung alami,dan (6) hasil belajar matematika meningkat hal itu ditandai dengan tercapainya tujuanpembelajaran yaitu: (1) siswa dapat menentukan pecahan-pecahan yang senilai dan (2) siswadapat mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal.
 
1
 
 
http://sumut.kemenag.go.id/
 
I. PENDAHULUANLatar Belakang Masalah
 
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalahlemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, siswa kurang didoronguntuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas lebihbanyak diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi, otak siswa dipaksauntuk mengingat dan menumpuk berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahamiinformasi yang diingatnya itu dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya siswa akan kaya dengan teori tetapi sangat miskin dalam aplikasinya
 
Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran. Dalam mata pelajaranmatematika misalnya, siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis,kreatif, inovatif, dan sistematis, karena strategi pembelajaran berpikir tidak digunakan secarabaik dalam setiap proses pembelajaran di dalam kelas. Siswa hanya diajar bagaimanamenghafal teori dalam konsep matematika, tidak diajar bagaimana siswa memahami konsepmatematika dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, agar mereka memilikikemampuan memecahkan masalah hidup, berpikir kreatif, kritis, inovatif, dan sistematis.
 
Berkaitan dengan kenyataan tersebut Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai salah satu bentuk penjabaran dariimplementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasionalmemberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasionalpendidikan. Delapan standar nasional pendidikan itu adalah: standar isi, standar proses,standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana danprasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
 
Berkenaan dengan standar proses dijelaskan dalam Permen Nomor 41 Tahun2007 menyatakan bahwa standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengahmencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,penilaian hasil pem-belajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
 
Dunia pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi berbagai masalah, salah satumasalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan yaitu lemahnya proses pembelajaran. Dalam
 
2
 
 
http://sumut.kemenag.go.id/
 
implementasi standar proses pendidikan, guru merupakan komponen yang sangatpenting, sebab keberhasilan pelaksanaan proses pendidikan sangat tergantung padaguru sebagai ujung tombak pelaksana teknis di sekolah-sekolah.
 
Oleh karena itulah upaya peningkatan kualitas pendidikan seharusnya dimulai daripeningkatan kemampuan dan keterampilan guru. Salah satu kemampuan danketerampilan yang harus dimiliki guru adalah bagaimana merancang dan melaksanakanpembelajaran yang sesuai dengan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai.
 
Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam pembelajaran seorang guru dituntut untukdapat memiliki sebuah pendekatan, metode, dan teknik-teknik tertentu yang dapatmenciptakan kondisi kelas pada pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, danmenyenangkan. Sehingga pada akhirnya akan diperoleh kondisi kelas yang termotivasi ,aktivitas yang tinggi serta hasil belajar yang memuaskan.
 
Demi peningkatan mutu pendidikan, proses belajar mengajar perlu ditingkatkan,hal ini terjadi bila setiap tenaga pengajar menghadapi suatu masalah dapat dijadikanbahan untuk dipelajarinya secara terus-menerus serta mencobakannya dalam praktek.Untuk itu perlu keterbukaan bagi ide-ide pembaharuan dan kerelaan untukmencobakannya. Hanya dengan cara demikian guru tumbuh dalam profesinya.
 
Kecakapan seorang guru dalam mengetengahkan suatu materi yang dapatmenggugah semangat/ motivasi siswa untuk mempelajarinya adalah suatu prestasitersendiri yang dapat menunjukkan tingkat keprofesionalan guru yang bersangkutan.
 
Langkah awal yang perlu diperhatikan untuk dapat menghasilkan siswa yangberkualitas tinggi adalah bagaimana siswa dapat menyukai materi yang akan dibawakanoleh guru. Sebaik apapun pendekatan atau metode pembelajaran yang dilakukan olehseorang guru dalam membawakan materi pembelajarannya akan kurang bermakna danakan banyak menemui hambatan bila siswa tidak menyenangi materi yang disampaikan.
 
Pada era desentralisasi ini, guru harus lebih aktif mengambil prakarsa sendiri,karena tidak akan ada lagi intervensi dari luar yang harus dipatuhi secara mutlak. Bukankarena sesuatu yang datang dari luar dianggap pasti tidak sesuai, tetapi yang lebihpenting adalah bahwa guru leluasa berperan sebagai seorang profesional. Kini guruditantang untuk berfikir logis, kritis, kreatif, dan refleksif dalam meningkatkan mutupembelajarannya, dan melaksanakan hasil pemikirannya dalam pembelajaran di kelas.
 
3
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->