adalah semakin menjauhkan kaum muslim dari ideologi Islam. Dan pada akhirnya akanmenghancurkan ideologi Islam itu sendiri.
Islam Menjawab dengan
Kâffah
Berlarut-larutnya pembahasan pornografi dan pornoaksi saat ini adalah akibat ketidakjelasanstandar pijakan untuk menilai pornonografi dan pornoaksi. Standar porno diserahkan kepada akaldan hawa nafsu manusia. Akibatnya, kesimpulan yang dihasilkan berbeda-beda. Bergantung dengankebiasaan, pengalaman, selera, budaya, dan pikiran masing-masing.Jika sejak awal pornografi dikembalikan kepada Islam, persoalan pornografi tidak akan berlarut-larut seperti saat ini. Sebab, Islam memiliki konsep jelas mengenai definisi pornografi dan bagaimana cara mencegahnya dalam kehidupan bermasyarakat dengan basis teologis yang jelas pula.Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia tak pernah terlepas dari kehidupan di akhiratkelak. Sebab kelak manusia akan diminta pertanggungan jawab dari semua perbuatannya di dunia.Karena itu, perbuatan manusia di dunia pun memiliki aturan tertentu. Bukan aturan hidup yangdibuat oleh manusia sendiri, tapi aturan yang berasal dari Allah swt sebagai pencipta manusia,sehingga aturan itu pasti bisa dijamin kebenarannya dan kemampuannya dalam menyelesaikansegala problema kehidupan manusia.Sebagai ajaran yang diturunkan oleh Sang Pencipta Yang Mahabijaksana , Islammemberikan syariat yang sangat lengkap.
Wanita dipandang sebagai sosok yang diberikehormatan dan tugas yang mulia
, yakni sebagai "madrasah/sekolah" pertama bagi generasi barudan mitra bagi suaminya; bukan sebagai komoditas ataupun lawan bagi para lelaki.Hasrat seksual ataupun pamer aurat dipenuhi di dalam
pernikahan
, yakni antara suami-istri.Kaum wanita tidak perlu menjual dirinya karena alasan ekonomi, karena
sistem nafkah dalamIslam
membentuk jaringan yang rapi, sehingga tidak perlu seorang wanita menjadi terlunta-lunta.Setiap wanita akan dinafkahi oleh ayahnya, suaminya, saudara laki-lakinya, pamannya, atau bahkananak laki-lakinya. Jika tidak ada kerabatnya ini yang mau menafkahi, negara wajib campur tangan,dan ini tidak dianggap sebagai intervensi negara ke ruang privat. Jika dia tidak memiliki kerabat,atau ada tetapi juga tidak mampu, negara membantunya secara langsung dengan menunjuk hakimyang adil untuk menjadi wali bagi wanita itu.Tentu saja negara juga menyelenggarakan
sistem pendidikan dengan kurikulum yangislami
. Bahan ajar yang mendewakan kebebasan berekspresi atau berperilaku, atau teori Freud,tentu saja harus dibongkar kepalsuannya, dan digantikan dengan ajaran-ajaran Islam yangmenyejukkan kalbu, memuaskan akal, dan menenangkan jiwa. Negara juga menegakkan
syariat tentang aurat
dalam Islam. Islam telah memberikandefinisi yang jelas tentang pornografi dan pornoaksi.
Pornografi
adalah
segala jenis produk grafis(tulisan, gambar, film) –baik dalm bentuk majalah, tabloid, VCD, film-film atau acara-acara di TV, situs-situs porno di internet, ataupun bacaan-bacaan porno lainnya - yang mengumbar aurat (baik aurat laki-laki maupun perempuan) yang dipertontonkan dan dijual ke tengah-tengah masyarakat (ke public) atau kepada orang yang tidak berhak.
Adapun
pornoaksi
adalah
perbuatan memamerkan aurat yang digelar dan ditonton secaralangsung
dari mulai aksi yang biasa-biasa saja seperti aksi para artis di panggung-panggung hiburanumum hingga yang luar biasa dan atraktif seperti tarian telanjang atau setengah telanjang di tempat-tempat hiburan khusus (diskotek, klub malam, dan sebagainya)Pornografi dan pornoaksi ini hukumnya haram dalam Islam, karena mempertontonkan auratdi muka umum (selain kepada yang berhak, dengan alasan yang dibenarkan syariat) adalah haram.Tentu saja, dalam konteks ini yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam.Allah SWT berfirman: “
Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah merekamenahan pandangan mereka, memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Hendaklah mereka menutupkankerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka; kecuali kepada suamimereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuanmereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayanlaki-laki yang tidak mempunyai hasrat (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita."
(QS an-Nur [24]: 31).
Islam telah menetapkan batas-batas aurat, baik laki-laki maupun perempun, yang tidak boleh3
Leave a Comment
baca juga tulisan tentang persoalan aurat wanita dalam Islam: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/... juga tulisan tentang menyoal standar dalam menilai pornografi: http://forget-hiro.blogspot.com/2010/...