Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Polemik Kurikulum 2013 Dan Kondisi Guru Saat Ini

Polemik Kurikulum 2013 Dan Kondisi Guru Saat Ini

Ratings: (0)|Views: 287|Likes:
Published by rosiwindy
kurikulum
kurikulum

More info:

Published by: rosiwindy on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/20/2013

pdf

text

original

 
Polemik Kurikulum 2013 Dan Kondisi Guru Saat Ini
Tribun Timur - Rabu, 10 April 2013 21:41 WITAKurikulum 2013 masih menjadi polemik. kritik mengenai kelayakan kurikulum2013 terus dilakukan baik dikalangan akademisi, intelektual maupun masyarakat.Hal ini menegaskan bahwa kurikulum 2013 memiliki segelintir masalah yang cukupmengkhawatirkan. Beberapa masalah yang masih dipersoalkan diantaranyamasalah pengurangan dan peleburan mata pelajaran serta penambahan jampelajaran.Dalam pengurangan dan peleburan mata pelajaran, IPA dan IPS dihapus dandilebur ke dalam bahasa Indonesia. Namun pertanyaannya kemudian, apa landasankeilmuan dalam melakukan peleburan tersebut? Sampai saat ini tak jelas mengapaIPA dan IPS dihapus dan dilebur kedalam bahasa indonesia. Karena ketidak jelasan itu maka wajar saja ketika banyak yang mempertanyakannya. Penambahan jam belajarpun sebenarnya cukup bermasalah. Karena apabila jam pelajaranditambah, maka akan semakin membebani murid. Belum lagi PR yang mestidiselesaikan oleh murid dirumah. Jadi antara belajar disekolah dengan waktu yang panjang ditambah dengan PR yang harus diselesaikan murid semakinmempersempit waktu senggang mereka untuk bermain dan beristirahat.Disamping permasalahan tersebut, menurut sebagian pengkritik, kurikulum 2013dalam pembuatannya terlalu tergesah-gesah, hingga menghasilkan strukturkurikulum yang belum memadai untuk diimplementasikan. Belum lagi issu mengenaipembuatan kurikulum 2013 yang terlalu politis menurut para pengkritiknya.Sebab setiap pergantian menteri selalu dirangkaikan dengan pergantiankurikulum. Hal ini jelas mengundang pertanyaan dan kecurigaan masyarakat. Maka
wajar saja jika ada anggapan dimasyarakat “ganti menteri ganti kurikulum”.
 
Kritik diabaikan
 kritik yang terlontar dari berbagai elemen masyarakat seharusnya ditanggapisecara positif oleh Mendikbud dan dijadikan bahan refleksi untuk merevisikurikulum 2013 agar mencapai standar kurikulum yang sempurna. Namunkelihatannya pihak Mendikbud tak begitu progresif dalam merespon berbagaikritik. Muhammad Nuh selaku kepala Mendikbud bahkan enggan untuk mendengarpenolakan terhadap kurikulum 2013, sebab menurut pengakuannya, mereka yangmenolak tidak punya sekolahan dan bukan pengelolah sekolahan(Kompas.com/03/04/2013). Bila ditinjau secara kritis, Pernyataan MuhammadNuh seakan problematik. Dari pernyataannya itu dia justru terlihat membatasisiapa yang berhak untuk berkomentar dan siapa yang tak mesti untukberkomentar. Padahal masalah kurikulum 2013 adalah masalah bersama sebab halini berkaitan dengan masa depan pendidikan kita.
 
Muhammad Nuh juga menghimbau pada masyarakat bahwa Bukan waktunya lagimemperdebatkan kurikulum 2013 halal atau haram dan benar atau salah(Kompas.com/28/03/2013). pernyataannya tersebut juga problematik. Pasalnyaapakah kurikulum 2013 sudah sangat sempurna? Apakah telah memenuhi standarkelayakan? Apakah sudah dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kualitaspendidikan Indonesia? Mendikbud mestinya harus belajar dari pengalaman. Dalamwaktu 10 tahun terakhir saja sudah ada tiga kurikulum: kurikulum berbasiskompetensi, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan untuk tahun inidiberlakukan kurikulum 2013. Namun dalam perjalanan pergantian kurikulum,sistem pendidikan di Indonesia tak mengalami perbaikan yang signifikan.Kurikulum diganti tetap saja ada UN, sistem pembelajaran disekolah masih kolot,terlebih lagi guru tak mengalami perbaikan dari segi kualitas. Maka wajar sajakritik dilontarkan. Karena dikhawatirkan kurikulum 2013 belum mampumemperbaiki mutu pendidikan kita.
Kualitas Diabaikan
 Kritik yang selama ini hadir untuk menggugat kurikulum 2013 sepertinya takakan menghentikan langkah Mendikbud untuk segera mengimplementasikankurikulum 2013 pada juli nanti. Seakan-akan kurikulum 2013 menjadi solusi carutmarutnya pendidikan kita. Namun harus disadari bahwa Sukses dan tidaknyaimplementasi kurikulum 2013 dilapangan, tergantung kualitas guru. karenakurikulum 2013 tidak akan berguna ketika guru tak memiliki kualitas yangmumpuni dalam mengimplementasikannya.Namun Fakta yang terlihat saat ini, Mendikbud belum melakukan tindakan yangprogresif untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru agar mereka dapatmengaplikasikan tuntutan kurikulum 2013. Selama ini mendikbud hanya hanyasibuk mengutak-aktik mata pelajaran dan beban belajar peserta didik didalamkurikulum 2013, Sedangkan kualitas guru seakan tak menjadi perhatian yangserius. Padahal kualitas guru juga menjadi permasalahan serius dalam pendidikankita.Berkaitan dengan peningkatan kualitas guru, Mendikbud mungkin akan berdalihbahwa pihaknya tetap melakukan pelatihan guru guna mempersiapkan bekal bagimereka dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pelatihan guru memangsudah direncanakan oleh Mendikbud. Bila melihat manuskrip kurikulum 2013,pelatihan untuk guru dilaksanakan mulai 2013 sampai 2015. Namun bila pada saatpelatihan, guru hanya sekedar diberi pemahaman tentang kurikulum 2013 besertapanduan implementasinya saja, maka hal ini mesti dikoreksi. Sebab, masalahprinsipil guru saat ini ialah keterampilan mengajar dan perilaku mereka.Dalam hal mengajar, kebanyakan guru tak cekatan dan kreatif baik dalampenguasaan pengetahuan maupun metode pembelajaran. Maka tak heran ketika
 
guru cenderung konservatif dan jumud dalam mengajar. Metode pembelajarannyahanya ceramah dan diskusi melulu. Jadi sesempurna apapun kurikulum 2013ketika guru sebagai subjek yang mengimplementasikan tak terampil dalammengajar maka sulit untuk mengembangkan domain kognitif dan psikomotorikmurid.Begitupun dalam hal perilaku, kebanyakan guru masih saja melakukan tindakanrepresif terhadap murid-muridnya. Kadang dalam mengatur murid-murid yangbawel dan liar selalu menggunakan kekerasan. Artinya, mana mungkin guru dapatmengaktualisasikan domain afektif murid bila gurunya saja tidak tuntas dalamperilaku? Guru bukan hanya pendidik yang hanya melakukan internalisasipengetahuan dan skill pada murid, lebih dari itu, guru adalah teladan yangseharusnya memberi contoh yang baik pada murid. Perihal seperti ini mestinyamenjadi bahan pendiskusian oleh Mendikbud dan jajarannya. Sebab, Bila guru taksecepatnya dituntaskan dari segi kualitas mengajar dan prilakunya, maka bisa jadi penerapan kurikulum 2013 berpotensi gagal seperti kurikulum
kurikulum yang lalu. Otomatis yang paling dirugikan adalah murid. Kita juga patut bertanya,mengapa peningkatan kualitas guru baru dilakukan pada saat kurikulum 2013mulai diterapkan? Hal ini juga mengindikasikan bahwa Mendikbud melakukanpeningkatan kualitas guru hanya pada momentum tertentu saja. Padahal bilaMendikbud betul-betul serius dalam memajukan mutu pendidikan kita, makasedari awal kualitas guru sudah harus ditata dan dikembangkan. Dan peningkatankualitas guru bukanlah kegiatan yang bergantung pada momentum tertentu, tapikegiatan yang seharusnya dilakukan secara teus menerus.Mendikbud harusnya berpikir bijak. Kalau toh kurikulum 2013 ingin diimplementasikan, ada baiknya Mendikbud melakukan peningkatan kualitas guruterlebih dahulu sampai betul-betul teruji kualitasnya. Karena buat apamenerapkan kurikulum tetika guru masih belum siap dari segi kualitas? Janganhanya menganggap guru sebatas pesuruh yang mengikuti petunjuk demiterlaksananya kurikulum 2013, lebih dari itu, guru adalah sosok denganketerampilan mengajar bertanggung jawab merekayasa nalar dan kepribadianmurid.(*)Oleh;
Muhajir
Ketua Umum Korp pengader HMI-MPO cabang makassar dan Mahasiswa JurusanKurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNMEditor : AldySumber :Tribun Timur
1
 
1
http://makassar.tribunnews.com/2013/04/10/polemik-kurikulum-2013-dan-kondisi-guru-saat-ini

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->