• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 1
Pendahuluan
Pertama-tama aku mohon maaf jika kualitas bahasa Indonesia-ku mengalami degradasisedemikian rupa sehingga membuat kalian susah memahami tulisan ini. Semoga kalianmaklum karena aku memang berada pada lingkungan yang tidak menggunakan bahasaini. Pada tulisan berikut ini, aku tidak akan membahas apa itu DSS, siapa penemunya,dan pertanyaan-pertanyaan cetek lainnya yang sudah dibahas di banyak situs, termasuk situs ensiklopedia macam wikipedia yang cetek itu, di mana siapapun bisa menulisapapun tanpa harus bertanggung jawab atas apa yang ditulisnya.Di sini, aku hanya ingin membahas DSS dalam hal kesejarahan / historisitas-nya sajayang juga berimbas kepada historisitas kitab suci Perjanjian Lama (PL) terutama TauratYahudi dan quran Islam yang menuduhnya palsu. Mana yang benar dan mana yangdongeng akan dibuktikan melalui pendekatan historis, sementara PB sendiri tidak akandibuktikan karena memang DSS tidak berbicara apa-apa mengenai PB yang notabenememiliki segunung manuskrip yang berjumlah lebih dari 24000 buah dan terdiri dari5000 manuskrip berbahasa Yunani dan sisanya adalah berbahasa Aramaica dan Ibrani.Dengan jumlah manuskrip sebanyak itu, maka PB adalah kitab suci dengan manuskripterbanyak dan terpercaya di dunia.Selain isu historisitas Taurat, setelah penelitian paling mutakhir, ternyata DSS juga berimbas terhadap historisitas ajaran keilahian Messiah dalam Gereja Kristen. Ingat ini,aku hanya akan membahas pembuktian historis dan bukan urusan teologis. Kalaupunnantinya terdapat ayat-ayat kitab PL, PB, sampai quran, maka yang dimaksud bukanlah pendekatan teologisnya, melainkan untuk membantu mendekati kebenaran danhistorisitas suatu ajaran.Oleh karena itu, polemik seputar Yeremia 8:8 (yang dikutip lepas konteks sehinggahanya pantas disebut sebagai pre-teks daripada sebuah proof-teks), polemik seputar revisiTERJEMAHAN ’babi’ dan ’babi hutan’ (padahal naskah dalam bahasa aslinya tidak 
 
 2 pernah dirubah), atau polemik-polemik cetek dan bodoh lainnya tidak akan dibahas selaindiletakkan pada tempatnya, yakni keranjang sampah.Pembahasan memang tidak akan menjadi terlalu dalam karena aku tidak mau jadi sok tahu dengan menuliskan hal-hal yang belum aku ketahui dengan pasti karena memangmasih banyak referensi yang harus didapatkan, dipelajari, dan digali lebih dalam lagi.Oleh karena itu aku harap kepada kalian untuk menegurku jika dirasa pembahasan sudahterlalu ’teologis’ dan jauh dari aspek ’historis’.Semua respon akan ditampung, tapi karena aku punya banyak komunitas di luar, makaharap dimengerti jika tidak segera ditanggapi. Sebenarnya aku sendiri mengalami traumaterhadap penghuni situs-situs
theis
apapun agamanya, karena sebagian besar merekaadalah bodoh dan melacurkan logika demi iman buta mereka. Inilah alasan mengapasebagai bocah hardcore Kristen, aku sendiri, jika ada waktu untuk online, lebih sukanongkrong di homebase-ku di situs
atheis
infidel.org dan berdebat untuk tujuan bersenang-senang dengan orang-orang American Atheist.inc yang lebih akademis danterpelajar dalam mempresentasikan argumentasi-argumentasinya.Oleh karena itu tidak semua respon akan ditanggapi.
Semua respon yang tidak didasaridata dan fakta tidak akan dihiraukan
, karena memang di dunia akademis, suatu pernyataan tanpa back-up referensi tidak menjadi apa-apa selain hanya sekedar pendapat pribadi dan bisa dianggap sebagai sampah belaka.Tanpa lebih banyak congor lagi, aku ucapkan selamat mengkritisi tulisan ini.
 
 3
Bab ITulisan tangan yang berusia 2200 tahun
Manuskrip (tulisan tangan) kitab suci Perjanjian Lama terkuno yang kita miliki sebelum penemuan the Dead Sea Scroll (DSS) atau naskah-naskah Laut Mati tahun 1947, adalahnaskah Masora yang berasal dari abad IX dan X Masehi. Ada 3 manuskrip yang disebutsebagai naskah Masora, yaitu manuskrip ’Ben Ezra’, Geniza, Kairo (895 Masehi),manuskrip Halab / Allepo Syria (929 M), dan manuskrip Leningrad (1008 M).Pada tahun 1947, ditemukan mushaf-mushaf dari Laut Mati yang disebut sebagai DSSyang berisi seluruh Alkitab Perjanjian Lama (PL) kecuali kitab Ester. Selain itu, naskah-naskah tersebut juga terdiri dari: sejumlah tafsiran kitab-kitab, disiplin komunitas, danteks-teks pujian syukur (Ibrani: Hodayot) kepada Yehuwa. Berdasarkan metode paleografi dan kemudian diteguhkan oleh metode C-14, DSS ini berasal dari tahun 225-150 SM.
[1]
 Jadi dengan penemuan DSS yang ultra penting ini, kita sekarang memiliki manuskripyang 1000 tahun lebih tua dari naskah keluarga Masora. Tetapi setelah diselidiki denganteliti di antara kedua naskah tersebut, ternyata tidak ada perbedaan yang cukup berarti.Semua penemuan ini membuktikan bahwa sepanjang zaman Allah selalu menjagafirman-firmanNya sehingga bersih dari usaha pemalsuan dan perubahan tangan-tangankotor manusia.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...