2 pernah dirubah), atau polemik-polemik cetek dan bodoh lainnya tidak akan dibahas selaindiletakkan pada tempatnya, yakni keranjang sampah.Pembahasan memang tidak akan menjadi terlalu dalam karena aku tidak mau jadi sok tahu dengan menuliskan hal-hal yang belum aku ketahui dengan pasti karena memangmasih banyak referensi yang harus didapatkan, dipelajari, dan digali lebih dalam lagi.Oleh karena itu aku harap kepada kalian untuk menegurku jika dirasa pembahasan sudahterlalu ’teologis’ dan jauh dari aspek ’historis’.Semua respon akan ditampung, tapi karena aku punya banyak komunitas di luar, makaharap dimengerti jika tidak segera ditanggapi. Sebenarnya aku sendiri mengalami traumaterhadap penghuni situs-situs
theis
apapun agamanya, karena sebagian besar merekaadalah bodoh dan melacurkan logika demi iman buta mereka. Inilah alasan mengapasebagai bocah hardcore Kristen, aku sendiri, jika ada waktu untuk online, lebih sukanongkrong di homebase-ku di situs
atheis
infidel.org dan berdebat untuk tujuan bersenang-senang dengan orang-orang American Atheist.inc yang lebih akademis danterpelajar dalam mempresentasikan argumentasi-argumentasinya.Oleh karena itu tidak semua respon akan ditanggapi.
Semua respon yang tidak didasaridata dan fakta tidak akan dihiraukan
, karena memang di dunia akademis, suatu pernyataan tanpa back-up referensi tidak menjadi apa-apa selain hanya sekedar pendapat pribadi dan bisa dianggap sebagai sampah belaka.Tanpa lebih banyak congor lagi, aku ucapkan selamat mengkritisi tulisan ini.
Leave a Comment