Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pedestrian Bintaro Jaya: Sudahkan Memenuhi Harapan Pejalan Kaki?

Pedestrian Bintaro Jaya: Sudahkan Memenuhi Harapan Pejalan Kaki?

Ratings: (0)|Views: 13|Likes:
ditulis oleh Oswar Mungkasa. Karya tulis ini memperoleh penghargaan sebagai karya tulis terbaik II pada Lomba Karya Tulis Lingkungan Perayaan HUT ke-35 Bintaro jaya Tahun 2013
ditulis oleh Oswar Mungkasa. Karya tulis ini memperoleh penghargaan sebagai karya tulis terbaik II pada Lomba Karya Tulis Lingkungan Perayaan HUT ke-35 Bintaro jaya Tahun 2013

More info:

Categories:Types, Reviews
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

 
1
Pedestrian Bintaro Jaya: Sudahkah Memenuhi Harapan Pejalan Kaki?
1
 
 
Apa itu Pedestrian?
Sederhananya pedestrian diterjemahkan sebagai jalur pejalan kaki atau jalankhusus bagi pejalan kaki. Keberadaan pedestrian dimaksudkan sebagai upayamemudahkan, memberi kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki. Berjalan kakisendiri merupakan bagian dari sistem transportasi .
 
Seberapa pentingnyakah pedestrian?
Mungkin tidak banyak disadari oleh kita semua bahwa pedestrian mempunyaifungsi yang penting dalam pembentukan sebuah kota, atau bahkan sekedar suatukawasan. Menurut Hamid Shirvani (1985), terdapat 8 (delapan) elemen pembentuk kota, salah satunya adalah pedestrian (jalur pejalan kaki). Sementara Kevin Lynch(1984) menegaskan citra kota dibentuk oleh 5 (lima) elemen, diantaranya adalah
 Paths
yaitu suatu garis penghubung yang memungkinkan orang bergerak denganmudah.
 Paths
berupa jalur pejalan kaki, kanal, rel kereta dan lainnya.Selain itu, keberadaan pedestrian ternyata meningkatkan keinginan penghunikawasan permukiman untuk berjalan kaki, yang pada akhirnya dapat mengurangifrekuensi penggunaan kendaraan bermotor. Sehingga, keberadaan pedestrian dapatmengurangi fenomena meningkatnya polusi udara dari polusi kendaraan bermotor 
2
.
 
Pedestrian itu adalah Hak 
Jika melihat fenomena saat ini, bagaimana tidak nyamannya berjalan diantaraderu kendaraan bermotor yang mengambil jalur pejalan kaki, ditengah hadangan

1
 Penulis Oswar Mungkasa, sebagai materi Lomba Menulis dengan tema “Bintaroku Ramah Pejalan Kaki dan Pesepeda” yang diselenggarakan oleh Jaya Property.
2
 Polusi udara ini ditengarai berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan dalam skala global menjadi salah satu pemicu fenomena perubahan iklim. Sebagaimana diketahui, perubahan iklim berdampa signifikan terhadap peningkatan permukaan laut yang dapat menenggelamkan ribuan pulau di dunia,dan bahkan membahayakan keberadaan kota tepi pantai seperti Jakarta. Belum lagi dampak lainnyaberupa perubahan curah hujan dan kemarau yang berdampak pada terjadinya banjir dan kekeringanberkepanjangan. Intinya, polusi udara berdampak negatif bagi kehidupan.
 
2
 pedagang kaki lima yang menempati pedestrian, sepertinya hak pejalan kaki tidak dilindungi oleh Negara. Padahal berdasar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 131 ayat 1 secara tegas dinyatakan pejalan kaki
berhak 
atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain. Dilain pihak, penyelenggara lalu lintas diwajibkanmenyediakan fasilitas bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki, sebagaimana tertera pada pasal 25 ayat 1 bahwa setiap jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umumwajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa …. (butir g) fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat.Pada pasal 45 ayat 1 ditegaskan kembali bahwa fasilitas pendukung meliputi(a) trotoar, (b) lajur sepeda, (c) tempat penyeberangan Pejalan kaki, (d) halte, dan/atau(e) fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut. Sementara perlindungan terhadap pejalan kaki pun ditegaskan pada pasal 106 ayat 2 bahwasetiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakankeselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda. Jika pengemudi kendaraan bermotor tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki, pasal 284 jelas mencantumkan hukuman pidana kurungan bagi pelanggar paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah).Pejalan kaki dan pesepeda tidak perlu ragu lagi untuk menyuarakan haknyakarena telah dilindungi oleh undang-undang, dan bahkan hal ini dicantumkan pada pasal 256 bahwa masyarakat berhak untuk berperan serta dalam penyelenggaraanLalu Lintas.
 
Faktanya: Pedestrianku Masih Belum Memenuhi Harapan
Bintaro Jaya sebagai sebuah kawasan permukiman yang mengedepankan temakeberlanjutan (
 sustainable city
) berikut berbagai slogannya, dalam kenyataannya
 
3
kondisi pedestriannya khususnya di jalan utama masih jauh dari harapan terutama bagi para pejalan kaki.Fakta yang secara kasat mata teramati menunjukkan bahwa kenyamanan dankeselamatan pejalan kaki masih belum menjadi perhatian, seperti (foto terlampir):(i)
 
Fungsi pedestrian tergantikan menjadi tempat parker dan berdagang disebabkanoleh (a) keberadaan pedagang kaki lima yang menempati sebagian bahkanseluruh badan pedestrian, dan (b) perubahan fungsi tata ruang dari perumahanmenjadi kegiatan perkantoran dan usaha .(ii)
 
Terjadinya ketidaksinambungan jalur pedestrian (diskontinu) pada beberapa bagian, yang mengurangi kenyamanan berjalan kaki terutama bagi penyandangcacat. Kondisi ini tercipta oleh (a) keberadaan pintu masuk mal, pertokoan, dan perkantoran; (b) lintasan saluran air; (c) keberadaan halte yang mengambil badan pedestrian.(iii)
 
lebar pedestrian yang minimalis, sebagian besar hanya kurang dari 1 (satu)meter, ditambah pula pada beberapa bagian terhalang oleh tiang listrik.(iv)
 
Kondisi fisik pedestrian yang sudah rusak dan tidak sesuai kondisi awal. Pada beberapa bagian bahkan membahayakan pejalan kaki. Selain itu, pada sebagian besar pintu masuk ke rumah, badan pedestrian dibuat miring/landai sehinggadalam jangka panjang akan membahayakan struktur tulang pejalan kaki.
 
Agenda Kedepan
Beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah:a.
 
Perlu segera dibentuk suatu komunitas pejalan kaki Bintaro Jaya
3
yang berfungsi(i) meningkatkan kesadaran pentingnya berjalan kaki; (ii) menyosialisasikan hak dan kewajiban pejalan kaki, baik melalui beragam media; (iii) kelompok penekan

3
 Di Jakarta telah terbentuk komunitas pejalan kaki dengan nama Komunitas Pejalan Kaki, atau didunia maya ditemui komunitas pejalan kaki dengan nama KAKI 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->