Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Pinjaman Konsumtif Riil pada Bank Syariah di Indonesia Periode 2005-2010

Analisis Pinjaman Konsumtif Riil pada Bank Syariah di Indonesia Periode 2005-2010

Ratings: (0)|Views: 702|Likes:
Published by Indri Filiyana Sari
1111084000036 Analisis Pinjaman Konsumtif Riil pada Bank Syariah di Indonesia Periode 2005-2010
INDRI FILIYANA SARI 1111084000036
1111084000036 Analisis Pinjaman Konsumtif Riil pada Bank Syariah di Indonesia Periode 2005-2010
INDRI FILIYANA SARI 1111084000036

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Indri Filiyana Sari on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

 
 1
I. PENDAHULUAN
Selama tahun 2011 perbankan syariahIndonesia mengalami salah satu masa pertumbuhan tertinggi, dimana padaOktober 2011 pertumbuhan aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariahtelah mencapai 48,1% (yoy) yangmerupakan pertumbuhan tahunan tertinggiselama tiga tahun terakhir, dengan pangsa pasar mencapai ± 3,7 %. Walaupun perekonomian global khususnya Eropa danAmerika masih dibayangi perlambatan pertumbuhan, Bank Indonesiamemperkirakan perekonomian Indonesia ditahun depan masih tetap mengalami
ANALISIS PINJAMAN KONSUMTIF RIIL PADA BANK SYARIAHDI INDONESIA PERIODE 2005 - 2010INDRI FILIYANA SARI
( Mahasiswi Semester IV Jurusan Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan )( FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta )Email :filiyanaindri@yahoo.comPembimbingTony S. Chendrawan, ST., SE., M.Si
ABSTRACT
The economic growth of Indonesia is currently increasing in the range of 6 percent per  year. As the 4th largest population in the world and predominantly moslem, Indonesia hasa consumption pattern that is not few in number. It was, then push Islamic banking createsthe banking products such as Murabaha, Istishna, Ijarah and Salam are free from the system of interest / usury. Those product offering Consumptive Financing to the publicwith a profit-sharing system. In Islam, lending is a social contract, not a commercial.Therefore, if someone borrows something, he should not be required to provide theadditional principal. It is based on the hadith of the Prophet Muhammad SAW who said 
that every loan that generates benefits or riba is haram. That’s why, the Islamic banking 
named it financing not credit loans. Starting from the theory of Consumer Behavior,consumers allocate their income on goods and services that they consume, following theallocation decision in the demand for goods and services. The understanding of theConsumer Behaviour in purchasing decision will help to
 
understand how the changes of income and prices affect the personal consumption patterns.This study aims to analyze how Income Per Capita (IPC) and the Consumer Price Indeks(CPI) influence the Consumptive Financing (CF) in Islamic Banking in Indonesia during 2005-2010. The methods that is used in this study is the Multilinear Regression simultaneously. According to this research result, the analysis shows that there is at least a significant influence of the Consumer Price Index and Income Per Capita on the grant of Consumptive Financing in Sharia Banks in Indonesia.
Keywords: 
Sharia Banking in Indonesia, Consumptive Financing, Income Per Capita, Consumer Price Indeks
 
 2
 pertumbuhan yang cukup tinggi dalamkisaran 6,3% - 6,7%. Dengan demikiandiharapkan dampak krisis ekonomi kepadatingkat pertumbuhan perbankan syariahcenderung minimal, terlebih dengan tidak  banyaknya portofolio aset perbankansyariah dalam valuta asing maupun di luar negeri. Secara kelembagaan, perbankansyariah Indonesia saat ini terdiri dari 11Bank Umum Syariah, 23 Unit UsahaSyariah dan 154 BPRS dengan total jaringan kantor sebanyak 2017. Sedangkansecara geografis sebaran jaringan kantor  perbankan syariah saat ini telah dapatmenjangkau masyarakat di lebih dari 120kabupaten/kota di 33 propinsi di Indonesia.
(Outlook Perbankan Syariah, 2012: Bank  Indonesia)
Bukan peristiwa mengherankan, haltersebut bisa terjadi melainkan karenaIndonesia merupakan negara ke-empat didunia dengan populasi jumlah penduduk terbanyak yakni 237.641.326 jiwa (
Sensus Penduduk, 2010-BPS 
). Populasi sebanyak itu berhubungan dengan jumlah konsumsinasional yang juga besar jumlahnya. Selainitu juga, Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, mendorongPerbankan Syariah menciptakanPembiayaan Konsumtif 
(Consumptive Financing)
.Dengan diterbitkannya undang-undang No.21 Tahu 2008 tentang perbakan syariah pada tanggal 16 juli 2008, perbankansyariah semakin memiliki landasan hukumyang kuat dan memadai sehingga dapatmendorong kapasitas kinerja Bank Syariahdi Indonesia untuk kedepannya. Saat ini, pertumbuhan bank syariah dinilai dapat bersaing dengan bank umum konvensionallainnya, dimana rata-rata pertumbuhan assetmencapai 65 persen pertahun dalam limatahun terakhir. Selain itu, pertumbuhan pesat juga terutama pada perkembangan jumlah kantor yang tumbuh lebih dari 100 persen selama 2005-2010 pada jumlahkantor Bank Umum Syariah (BUS) danBank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).Pada BUS pertumbuhan jumlahnya dari 3menjadi 6 BUS, atau mencapai 100 persendalam 5 tahun terakhir (2005-2010), UnitUsaha Syariah (UUS) pertumbuhannyamencapai 32 persen (19 menjadi 25 ), danBPRS mencapai 52 persen (92 menjadi140), (Hasan: 2011).
Tabel I Pembiayaan Bank Umum Syariah & Unit-Usaha SyariahBerdasarkan Jenis Penggunaan Periode 2005-2010
Jenis Penggunaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010Modal Kerja Nilai 7,988 10,405 15,656 20,554 22,873 31,855Pangsa 52.4% 50.9% 56.0% 53.8% 48.8% *Investasi Nilai 4,288 4,374 5,637 7,907 9.955 13,416Pangsa 28.1% 21.4% 20.2% 20.7% 21.2% *Konsumsi Nilai 2,956 5,666 6,652 9,734 14,058 22,910Pangsa 19.4% 27.7% 23.8% 25.5% 30.0% *
Total
15,232 20,445 27,944 38,195 46,886 68,181
*data belum tersedia ** Dalam Miliar Rupiah
Sumber: Statistik Perbankan Syariah, April 2011
 – 
Bank Indonesia
 
 3
Dari tabel 1 dapat terlihat bahwa nilai pembiayaan Bank Syariah di sektor modalkerja, investasi dan konsumsi mengalami peningkatan tiap tahunya. Peningkatan yangterlihat impresif terutama pada nilai pembiayaan modal kerja yang pertumbuhannya mencapai lebih dari 100 persen dalam 5 tahun terakhir, (dari 7.9triliun menjadi 31,8 triliun rupiah).Peningkatan yang cukup besar juga terjadi pada sektor pembiayaan untuk penggunaankonsumsi (dari 2,9 triliun menjadi 22.9triliun rupiah). Pertumbuhan yang tinggi inimembuktikan bahwa daya tarik PerbankanSyariah di indonesia sangat tinggi.Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut karena asset perbankan syariah belum mencapai 5 persen aseet perbankan Nasional sebagaimana target yangditetapkan Bank Indonesia pada akhir 2008lalu. Nilai pembiayaan yang terus meningkat tiaptahunnya, tidak semata-mata hanyadipengaruhi oleh kinerja bank syariah yangmemprioritaskan sistem bagi hasil dalamstandar operasional prosedurnya yang baik saja. Pertumbuhan tersebut jugadipengaruhi oleh variabel moneter danmakro seperti Indeks Harga Konsumen(CPI), Pendapatan Per Kapita (IPC)masyarakat indonesia dan faktor ekonomilain hingga saat ini.Didorong oleh perkembangan yang terjadi pada perbankan syariah, saya akanmencoba menganalisis seberapa besar  pengaruh dari Indeks Harga Konsumen(CPI) dan Pendapatan Per Kapita (IPC)terhadap Pembiayaan Konsumtif (CF)khususnya pada Bank Syariah di Indonesia,sehingga dapat memberi tambahan atauinput informasi dalam penyusunan strategi perbankan dalam implementasi produk jasa perbankan syariah kedepannya.
II. KERANGKA TEORITIS DANTINJAUAN PUSTAKA
Sebelum melakukan analisis mengenaiseberapa besar pengaruh dari Indeks HargaKonsumen (CPI ) dan Pendapatan Per Kapita (IPC) terhadap besarnya nilaiPembiayaan Konsumtif (CF) yangdisediakan Bank Syariah tiap tahunnya,saya akan melakukan tinjauan pustakamengenai beberapa istilah tersebut. Berawaldari teori perilaku konsumen yakni,konsumen mengalokasikan pendapatanmereka atas barang & jasa yang akanmereka konsumsi, berikut dengankeputusan pengalokasian (
decissionmaking 
) dalam permintaan akan barang dan jasa. Pemahaman terhadap keputusan pembelian konsumena akan membantumemahami bagaimana perubahan pendapatan dan harga berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang.
 Fungsi Konsumsi Keynes, Pola konsumsi seseorang dipengaruhi oleh konsumsiotonom dan pendapatan disposibel  seseorang.
C = a + bYdYd = Y
 – 
Tax + Tr Yperkapita = GNP : Jumlah penduduk suatu negara Namun yang akan digunakan dalam analisisini adalah Pendapatan Nasional Perkapita.
2.1 Pembiayaan Konsumtif(ConsumptiveFinancing)
Secara definitif, konsumsi adalahkebutuhan individual meliputi kebutuhan baik barang maupun jasa yang tidak dipergunakan untuk tujuan usaha. Dengandemikian yang dimaksud pembiayaankonsumtif adalah jenis pembiayaan yangdiberikan untuk tujuan diluar usaha danumumnya bersifat perorangan.(Adiwarman, 2006: 244)
 
Dalam islam pinjam-meminjam adalahakad sosial, bukan akad komersial. Artinya, bila seseorang meminjam sesuatu, ia tidak  boleh disyaratkan untuk memberikantambahan atas pokok pinjaman. Hal inididasarkan pada hadist Nabi SAW yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->