Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor2 Yg Mempengaruhi INFLASI(PDB Dan KURS)

Faktor2 Yg Mempengaruhi INFLASI(PDB Dan KURS)

Ratings: (0)|Views: 153 |Likes:
Published by Zul Kairani

More info:

Published by: Zul Kairani on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

 
PDB, Kurs, & Inflasi (Juni 2013)
Zul Kairani
1
FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DARI SEKTOR RILDAN MONETER PERIODE TAHUN 2000-2012ZUL KAIRANI
MahasiswiJurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UIN Syarif HidayatullahJakartaEmail:anaa_rany@yahoo.coidPembimbingTony S. Chendrawan, ST.,SE., M.Si
 ABSTRAK This research is to examine the effect of the variable Economic growth ,exchange rate on inflation. The data used in the research are time series data from2002 until 2012.The result of the research shows that Economic growth and exchange ratehas no significant effect. Economic growth has a negativelysignificant effect withinflation. Based on this research, regretion formula had found as : Y =-0.076 +-1.685E-6 X 
1
+ 0.002 X 
2.
 Adjusted R
2
value on this research is0.271, this mean that 27,1%of inflation variable economic growthcouldn’t beexplained by independenvariableeconomic growth and exchange rate.
 Keyword :Economic Growth, Exchange Rate, and Inflation
1.PENDAHULUAN
Perkembangan inflasi di Indonesiasangat fluktuatif. Hal ini dapat terlihat padakinerja daripemerintah dan Bank Indonesiayang berusaha menjaga kestabilan inflasi.Kestabilan inflasi merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnyamemberikan manfaat bagi peningkatankesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dantidak stabil memberikan dampak negatif padakondisi sosial ekonomi masyarakat.(Signifikan : 1)Pada tahun 2008 terjadi krisis finansialglobal. Dampak dari krisis finansial globalyaitu terjadinya perlambatan pertumbuhanekonomi. Krisis finansial global berimbas keIndonesia karena Indonesia merupakan negarasmall open economy. (Ibnu Purna / Hamidi /Prima : setneg).Amerika serikat mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi padasaatkrisis global sehingga menurunkan daya belimasyarakat Amerika. Penurunan daya belimasyarakat Amerika menyebabkan penurunan permintaan impor dari Indonesia sehinggaekspor Indonesiapun menurun. Inilah yangmenyebabkan terjadinya defisit NeracaPembayaran Indonesia. Menurunnya kinerjaneraca pembayaran, tekanan pada nilai tukar Rupiah, dan dorongan pada laju inflasimerupakan dampak negatif.
 
PDB, Kurs, & Inflasi (Juni 2013)
Zul Kairani
2
Sumber : BPSdan BIsudah diolahInflasi yang terjadi pada tahun 2008sebesar 11,06% dengan nilai PDB dan kurssebesar 3,53% dan 5,95%. Tahun 2009 inflasiturun menjadi 2,78% sedangkan nilai PDB dankurs meningkat menjadi 3,94% dan 7,43%. Namun pada tahun 2010 laju inflasi cenderungmeningkat menjadi 6,96% sejalan dengan perkembangan perekonomian dunia yangmendorong kenaikan harga barang dan jasa diIndonesia dan dengan nilai PDB 4,63% dankurs-12,63%.Dalam fungsinya sebgai alat tukar,manusia menggubakam uang dalam kegiatanekonomi. Perdagangan merupakan kegiatanekonomi yang dilakukan untuk meemnuhikebutuhan hidup manusia. Esensi dari perdagangan adalah proses pertukaran. Setiap proses pertukaran tersebut memiliki adanyasatu kesamaan yaitu penetapan nilai tukar,sehingga dibutuhkanalat pertukaran atau matauang yang dapat diterima oleh semua pelakuekonomi dengan mudah. (Signifikan : 13)Karena setiap negara memiliki alattukarnya masingmasing maka diperlukan perbandingan nilai mata uang suatu negaradengan mata uang negara lainuntuk memperlancar proses perdangan internasional. Niali tukar adalah harga dari suatu mata uangdomestic terhadap mata uang Negara lain.Setiap Negara selalu menjaga agar nilai tukar mata uang domestic negaranya dalam keadaanstabil terhadap nilai tukarmata uang asing.Ketika keadaan nilai tukar mata uang stabildiharapkan keadaan ekonomi juga stabil tapiketika nilai tukar mata uang domestic menurunmaka menyebabkan kekacauan di berbagai bidang ekonomi.Data mengenai kegiatan suatu Negarayang selalu digunakan untuk mengamatikegiatan sesuatu perekonomian antara lainadalah : tingkat pertumbuhan ekonomi,kestabilan hargaharga, kesempatan kerjadan pengangguran, neraca pembayaran, suku bunga, perkembangan pasar saham, pendapatan nasional, tingkatinflasi dan kursvaluta asing. (Sadono Sukirno : 27).Penelitian ini mengenai Pengaruh inflasidari sektor riil dan moneter di Indonesia.Dalam penelitian ini terfokus dengan
sektorriil adalah PDB dan sektor moneter adalahKurs,
tujuannya ialahuntuk mengetahuihubungandan pengaruh PDB dan Kursterhadap inflasi di Indonesia.
2.KERANGKA TEORITIS DANTINJAUAN PUSTAKA2.1Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang–  barang yang bersifat umum dan terus– menerus. (Prathama & Mandala : 359).Ada tigakomponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi :
Kenaikan harga.Harga suatu komoditi dikatakan naik  jika menjadi lebih tinggi daripadaharga periode sebelumnya.
Bersifat umum.Kenaikan harga suatu komoditas dapatdikatakan inflasi jika kenaikantersebut menyebabkan hargahargasecara umum naik. Contoh, ketikaharga BBM naik maka hargahargakomoditas naik. Karena BBMmerupakan komoditas strategis.
Berlangsung terusmenerus.Kenaikan harga yang bersifat umumdan hanya sesaatbelum dapatdikatakan inflasi. Karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalamrentang waktu minimal bulanan.Sebab dalam sebulan akan terlihat
TAHUNINFLASIPDB%KURS%2007
6.598,541,259.0609,136.350
2008
11.068,842,701.153.539,679.555.95
2009
2.789,190,669.383.9410,398.357.43
2010
6.969,616,611.754.639,084.55-12.63
2011
3.7910,102,168.255.058,779.49-3.36
2012
4.310,590,578.204.839,380.396.84
 
PDB, Kurs, & Inflasi (Juni 2013)
Zul Kairani
3
apakah kenaikan harga bersifat umumdan terusmenerus.Secara analitis ada dua faktor yang dapamenimbulkaninflasi sebagai berikut : (SadonoSukirno : 483)i.Inflasi sebagai akibat perubahan permintaan agregat.Perubahan permintaan agregat yangdisebabkan oleh perubahan uang dan perubahan di sektor riil.Apabila ada perubahan dalam sektor riil, maka hal ini akanmempengaruhi pendapatan nasional dan tingkat harga.ii.Inflasi sebagai akibat perubahan penawaran agregat atau dinamakancost-push inflation.Inflasi sebagai akibat perubahan penawaran adalah bersumber darikenaikan biaya produksi yangmenyeluruh di berbagaijenis industridalam perekonomian.Tiga ketegangan Inflasi : (Samuelson& Nordhaus :385)
o
Inflasi Rendah
. Inflasi rendahdicirikan oleh harga yang naik  perlahanlahan dan dapatdiramalkan. Dapat didefinisikansebagai tingkat inflasi tahunan dengandigit tunggal. Ketika harga relatif stabil, orangorang mempercayaiuang karena uang mempertahankannilainya dari bulan ke bulan dan tahunke tahun. Orangorang bersediamenulis kontrak jangka panjang dalam bentuk uang karena mereka percaya bahwa harga relative barangbarangyang mereka beli dan jual tidak akanterlalu jauh keluar dari garis.
o
Inflasi yang Melambung
. Inflasidalam cakupan digit ganda atau triplemisalnya, 20, 100, atau 200 persen per tahun disebut “inflasi yangmelambung”. Dari tahun ke tahun,negaranegara industri maju sepertiItali dan Jepang megalami sindrom ini.Ketika inflasi yang melambungmenjadi berakar, distorsi ekonomiserius timbul. Umumnya, kebanyakankontrak diindekskan ke ”indeks harga”atau ke mata uang asing seperti dollar.Pada kondisi ini, uang kehilangannilainya dengan sangat cepat, sehinggaorangorang hanya memegang jumlah uang yang sangat minim yangdibutuhkan untuk transaksi sehari– hari. Pasar modal bertambah buruk saat ,odal terbang ke luar negeri.Orangorang menimbun barang,membeli rumah, dan tidak akanmeminjamkan uang dengan suku bunga nominal yang rendah.
o
Hiperinflasi.
Hargahargameningkat jutaan atau bahkanmilliaran persen per tahun.Dampak inflasi diuraikan oleh
J.M.Keynes
dengan indah, yaitu “Ketikainflasi terjadi dan nilai nyata mata uang berubahubah tak tentu dari bulan ke bulan,semua hubungan permanen antara debitur dankreditur, yang membentuk dasar pokok kapitalis, menjadi sama sekali tidak teratur dan juga menjaddi hamper tidak berarti, dan prosesdari pemerolehan kakayaan menurunderajatnya menjadi sebuah permainan atauundian”. (Samuelson & Nordhaus :386)(Sadono Sukirno : 487). Teori Keynesyang dikemukan dalam buku: The GeneralTheory. Dalam buku tersebut menerangkan peranan uang dalam mempengaruhi kegiatanekonomi. Keynes berpendapat “uang tidak netral” (money is not neutral)ia mempunyai peranan dalam mempengaruhi kegiatan perekonomian. Perubahanperubahan penawaran uang akan mempengaruhi kegiatan perekonomian dan pemdapatan nasionalmelalui “mekanisme transaksi: berikut :i.Pertambahan penawaran uang akanmenurunkan suku bunga.ii.Pengurangan suku bunga akanmenambah investasi.iii.Kenaikan investasi akan menimbulkan proses multiplier sehingga akhirnya pendapatan nasional meningkat lebih besar dari kenaikan investasi yang pada mulanya berlaku.Pandangan klasik, apabila permintaanagregat bertambah maka inflasi akan berlaku.Akan tetapi, dalam keadaan di mana tingkat pengangguran tinggi, pertambahan penawaran

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->