Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Dasar Pendidikan Karakter

Konsep Dasar Pendidikan Karakter

Ratings: (0)|Views: 162|Likes:
Published by Rojulun Aduhai

More info:

Published by: Rojulun Aduhai on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

 
Konsep Dasar Pendidikan Karakter Islami
Konsep Dasar Pendidikan Karakter IslamiP
engertian dan TujuanDasar pembentukan karakter manusiaUrgensi pembentukan karakter bangsaUrgensi pembentukan karakter Islami
Apa Itu Karakter?
karakter secara harfiyah berasal dari bahasa Latin “character”, yang berarti:watak, tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian atau akhlak.Secara istilah karakter diartikan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktorkehidupannya sendiri. Jadi karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budipekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang.Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dankebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, danperbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya,dan adat-istiadat.Karakter = akhlak dan budi pekerti. Karakter bangsa identik dengan akhlakbangsa/budi pekerti bangsa. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yangberakhlak dan berbudi pekerti, sebaliknya bangsa yang tidak berkarakteradalah bangsa yang tidak atau kurang berakhlak atau tidak memiliki standarnorma dan perilaku yang baik.
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah penanaman nilai esensial dengan pembelajarandan pendampingan sehingga para siswa sebagai individu mampu memahami,mengalami, dan mengintegrasikan nilai yang menjadi core values ke dalamkepribadiannya. Pendidikan karakter dalam grand desain pendidikankarakter, adalah proses pembudayaan dan pemberdayaan nilai-nilai luhurdalam lingkungan satuan pendidikan (sekolah), lingkungan keluarga, danlingkungan masyarakat
 
Pendidikan karakter dalam Islam dapat dipahami sebagai upaya penanamankecerdasan kepada anak didik dalam berpikir, bersikap, dan berperilakusesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya, diwujudkan dalaminteraksi dengan Tuhannya, diri sendiri, antarsesama, dan lingkungannyasebagai manifestasi hamba dan khalifah Allah
Manifestasi hamba dan khalifah-Nya
Sesuai dengan al-Dhariyat (51): 56; al-Bayyinah (98): 5;dan al-Baqarah (2):30.Maka hanya orang yang bertakwalah yang mampu menunjukkan sebagaipribadi hamba dan khalifah Allah. Jadi, tujuan pendidikan karakter Islami: menjadikan anak didik sebagaihamba dan khalifah Allah yang berkualitas taqwa. Pekerjaan atau aktifitastaqwa meliputi semua bidang mulai dari keyakinan hidup, ibadah, moralitas,aktifitas interaksi sosial, cara berfikir, hingga gaya hidup.
Indikator orang berkualitas taqwa menurut al-Qur’an:
1.Memiliki keyakinan yang membara dan kuat bahwa Allah berkuasa atassegala sesuatu (QS. 2: 3)2.Memiliki perspektif jangka panjang. Kebiasaan memandang jauh ke depansehingga menjadi pribadi yang proaktif (QS. 59: 18)3.Memiliki obsesi dan cita-cita yang sangat tinggi. Berambisi menjadi orangyang berilmu dan berharta untuk didayagunakan di jalan kebaikan untukmencapi ridho Allah (QS. 2: 218)4.Mempunyai speed dalam berprestasi; selalu mengejar mutu pada semuaaspek kepribadian; keunggulan dan kesempurnaan selalu menjadi standardalam meningkatkan kualitas diri, sehingga peluang besar menujukesuksesan akan dapat diraih (QS. 3: 153; QS. 5: 48)5.Selalu berobsesi menjadi yang terdepan. Siap memasuki medan kompetisidalam kebaikan secara sehat dan konstruktif. Dunia dijadikan saranamengabdi dan mendekat kepada Allah dan berbuat amal kebaikan kepadasesama. Orang yang bertaqwa tidak layak bekerja, berusaha, berprestasiseadanya, tanpa greget, tanpa target, dan tanpa kualitas unggul (QS. 5: 48;QS. 23: 61)6.Waktu-waktunya efektif dan produktif; membiasakan bekerja dengantingkat efesiensi, efektifitas, dan produktifitas tinggi. Meninggalkansegalaperkataan dan tindakan yang tidak bermanfaat (QS. 23: 1 dan 3)7.Memiliki semangat kolektif dan kolaboratif. Kebersamaan, sinergi, danharmoni menjadi watak kehidupan sebagaimana alam ini diciptakan.
 
Mewujudkan keunggulan dalam kebaikan akan mudah diraih dengankemampuan bekerjasama dan tolong menolong dengan sesama (QS. 5: 3)
Dasar Pembentukan Karakter
Sifat dasar manusia yang diberikan Allah adalah sifat fujur (cenderungkepada keburukan/kefasikan) dan sifat taqwa (cenderung kepada kebaikan),sebagaimana QS. Al-Shams, 91: 7-8. kedua sifat inilah yang menjadi dasarpembentukan karakter (nilai baik atau buruk). Nilai baik disimbolkan dengannilai malaikat dan nilai buruk disimbolkan dengan nilai setan. Karaktermanusia adalah hasil tarik menarik antara kedua nilai tersebut dalam bentukenergi positif dan negatif.Energi positif berupa nilai-nilai etis religius yang bersumber dari keyakinanterhadap Tuhan, sebaliknya energi negatif berupa nilai-nilai a moral yangbersumber dari taghut (setan). Nilai etis berfungsi sebagai sarana pemurnian,penyucian dan pembangkitan nilai-nilai kemanusiaan yang sejati (hatinurani).
Energi Positif, berupa:
1.Kekuatan spiritual; iman, islam, ihsan, dan taqwa untuk mencapai ahsanitaqwim (makhluq etis dan kemanusiaannya yang hakiki)2.Kekuatan kemanusiaan positif; aqlu as-salim, qalbun salim, qalbun munib(hati yang kembali, bersih, suci dari dosa), dan nafsu mutmainnah (jiwa yangtenang). Kesemuanya merupakan modal insani/SDM yang memiliki kekuatanluar biasa.3.Sikap dan perilaku etis (merupakan implementasi dari kekuatan spiritualdan kepribadian manusia, berupa; istiqamah (integritas), ihlas, jihad, danamal salih.Energi positif ini dalam perspektif individu akan melahirkan orang yangberkarakter, yi orang yang bertaqwa, berintegritas (nafsu mutmainnah), danberamal shalih. Aktualisasi orang berkualitas ini dalam hidup dan bekerjaakan melahirkan akhlaq yang luhur karena memiliki personality (integritas,komitmen dan dedikasi), capacity (kecakapan), dan competency yang baguspula (profesional)
Energi Negatif;
disimbolkan dengan kekuatan materialistik dan nilai-nilaithaghut (nilai-nilai destruktif) yang fungsinya sebagai pembusukan danpenggelapan nilai-nilai kemanusiaan. Berupa:1.Kekuatan taghut; kufr, munafiq, fasik, dan shirik. Kekuatan yangmenjauhkan manusia dari ahsani taqwim menjadi makhluk yang serbamaterial (asfala safilin)2.Kekuatan kemanusiaan negatif; pikiran jahiliyyah (pikiran sehat), qalbunmarid (hati sakit, tidak merasa), qalbun mayyit (mati, tidak bernurani), dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->