Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Etika Dan Prinsip Etis Dalam Bisnis

Teori Etika Dan Prinsip Etis Dalam Bisnis

Ratings: (0)|Views: 19 |Likes:

More info:

Published by: SriDewi Danu Utami Wower on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

 
ETIKA BISNIS DAN PROFESI
TEORI ETIKA DAN PRINSIP ETIS DALAM BISNIS
Oleh :KELOMPOK 101.I GEDE RIKA RISTIADI(1206325002)2.I GEDE BANDAR WIRA PUTRA(1206325003)3.SRI DEWI DANU UTAMI WOWER(1206325004)PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR 2013
 
1.1 PENGERTIAN ETIKA
Istilah dan pengertian etika secara kebahasaan/etimologi, berasal dari bahasa Yunaniadalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Biasanya etika berkaitan erat dengan perkataan moral yang berasal dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorangdengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hariterdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan,sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.Kata etika memiliki beberapa makna, Webster’s Collegiate Dictionary yang dikutipoleh Ronald Duska dalam buku Accounting Ethics memberi empat makna dasar dari kataetika, yaitu:1.Suatu disiplin terhadap apa yang baik dan buruk dan dengan tugas moral serta kewajiban.2.Seperangkat prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai,3.Sebuah teori atau sistem atas nilai-nilai moral,4.Prinsip atas pengaturan prilaku suatu individu atau kelompok.Sedangkan menurut Bertens etika dapat juga didefinisikan sebagai nilai-nilai dannorma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dari pengertian diatas mengisyaratkan bahwa etika memiliki peranan penting dalam melegitimasi segala perbuatan dan tindakan yang dilihat dari sudut pandangmoralitas yang telah disepakati oleh masyarakat.Pengertian moralitas adalah pedoman yang dimiliki setiap individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral yang berlaku dalammasyarakat. Disamping itu etika dapat disebut juga sebagai filsafat moral adalah cabangfilsafat yang berbicara tentang tindakan manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaanmanusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak, berdasarkannorma-norma tertentu.Dalam prakteknya, terkadang penerapan nilai etika hanya dilakukan sebatas persetujuanatas standar moral yang telah disepakati untuk tidak dilanggar. Norma moral yang menjadistandar masyarakat untuk menentukan baik buruknya perilaku dan tindakan seseorang,terkadang hanya dianggap suatu aturan yang disetujui bersama tanpa dipertimbangkanmengapa aturan-aturan moral tersebut harus kita patuhi. Untuk itu, pemikiran-pemikiran yanglebih mendalam mengenai alasan-alasan mengapa kita perlu berperilaku yang etis sesuai1
 
dengan norma-norma moral yang telah disepakati, melahirkan suatu bentuk teori etika yangmenyediakan kerangka untuk memastikan benar tidaknya keputusan moral kita.Etika bisnis merupakan studi standar formal yang mencakup analisis norma moral dannilai moral, namun juga berusaha mengaplikasikan kesimpulan-kesimpulan analisis tersebutke beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas, dan usaha-usaha yang kita sebut bisnis.
1.2 RELATIVITAS MORAL DALAM BISNIS
Persaingan global yang ketat tanpa mengenal adanya perlindungan dan dukungan politik tertentu, semua perusahaan bisnis mau tidak mau harus bersaing berdasarkan prinsipetika tertentu. Terdapat tiga pandangan umum yang dianut. Pandangan pertama adalah bahwanorma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain, artinya perusahaan mengikutiaturan norma dan moral yang berlaku di tempat perusahaan beroperasi. Pandangan keduaadalah bahwa norma sendirilah yang paling benar dan tepat, artinya perusahaan mengikutiaturan norma dan aturan moral di tempat perusahaan itu berasal. Pandangan ketiga adalahimmoralis naif yang menyatakan bahwa tidak norma moral yang perlu diikuti sama sekali.Menurut De George, ada tiga pandangan umum yang dianut.1.
Norma etis berbeda antara 1 tempat dengan tempat lainnya
. Artinya perusahaanharus mengikuti norma dan aturan moral yang berlaku di negara tempat perusahaantersebut beroperasi. Yang menjadi persoalan adalah anggapan bahwa tidak ada nilai dannorma moral yang bersifat universal yang berlaku di semua negara dan masyarakat, bahwa nilai dan norma moral yang berlaku di suatu negara berbeda dengan yang berlakudi negara lain. Oleh karena itu, menurut pandangan ini norma dan nilai moral bersifatrelatif. Ini tidak benar, karena bagaimanapun mencuri, merampas, dan menipudimanapun juga akan dikecam dan dianggap tidak etis.2.
Nilai dan norma moral sendiri paling benar dalam arti tertentu mewakili kubumoralisme universal
, yaitu bahwa pada dasarnya norma dan nilai moral berlakuuniversal, dan karena itu apa yang dianggap benar di negara sendiri harus diberlakukan juga di negara lain (karena anggapan bahwa di negara lain prinsip itu pun pasti berlakudengan sendirinya). Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa moralitasmenyangkut baik buruknya perilaku manusia sebagai manusia, oleh karena itu sejauhmanusia adalah manusia, dimanapun dia berada prinsip, nilai, dan norma moral itu akantetap berlaku.2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->