Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 183|Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2014

pdf

text

original

 
Teknik Pembelajaran Make a Match
161
PENGARUHTEKNIKPEMBELAJARAN
 MAKE A MATCH 
TERHADAP HASILBELAJAR SISWA PADAMATA DIKLAT MENERAPKAN DASAR
 – 
DASARELEKTRONIKA DIGITALDI SMKNEGERI 1 SIDOARJOYusron Alex Wijaya,J. A. Pramukantoro
Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya,yusronleei@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakanteknik pembelajaran
 make a match
dan yang menggunakan model pembelajaran
STAD
padamata diklat menerapkan dasar
 – 
dasar elektronika digital.Penelitian ini menggunakan metodeDalam penelitian ini
menggunakan desain penelitian “
 Pre Experimental Design (Static group design)
.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalahseluruh siswa kelas X Program Keahlian Teknik Audio Video sebanyak 2 kelas yaitu kelas X-1TAV dan X-2 TAV yang masing-masing kelas terdiri atas 36 siswa. Instrumen penelitianmerupakan alat yang digunakan untuk mengambil data penelitian.Hasilpenelitian dan pembahasan dapat disimpulkanyaitupada nilai
 post-test
menunjukkanbahwa melihat tingkat signifikansinya sebesar 5 % denganmembandingkan t
test
dan t
Tabel
.Diketahui t
test
sebesar 6,419 dan t
tabel
=t
(1-
α)
= t
(1-0,05)
= t
(0,95)
dengan derajat kebebasan (dk) = n
1
+ n
2
-2 = 70. Nilai t
tabel
adalah 1,69. Maka nilait
test
> nilai t
tabel
. Sehingga dapat disimpulkanH
0
di tolak dan H
1
terima
,
yaituhasil belajar siswa yang menggunakanteknikPembelajaran
 Make a Match
secara signifikanlebihbaikdari pada siswa yang menggunakan modelpembelajarankooperatif tipe
STAD
.Kata kunci :Model pembelajaran
 Make a Match
,Hasil belajar
Abstract
Thisstudyaims to determine thedifferences inlearning outcomesusinglearning techniquesandmake amatchusingSTADlearning modelof thestandart competence toapplybasictraining-basicdigitalelectronics.This researchmethodusedinthis researchstudy design"PreExperimentalDesign(Staticgroup design)."Populationand samples inthis study were allstudents of classXAudioVideoEngineeringSkills Programclassesareas much as 2classesX-1andX-2TAVTAV, eachclassconsists of36 students.The research instrumentis an instrument thatis usedto retrievetheresearch data.Theresultsanddiscussion can be concludedthatthevalue ofpost-testshowedthat seeingthesignificance levelof 5%by comparingttestandTTable.GiventtestforTTable=6.419andt(1-
α)
=t(1-.05)=t(0.95)withdegrees of freedom(df)=n1+n2-2 =70.TTablevalueis1.69.The valuettest>TTablevalue.Therefore we can concludeH0is rejectedandH1accepted,thestudent learningoutcomesLearningtechniquesMakeaMatchis significantlybetter than thestudents usingcooperative learning modeltype STAD.Keywords:Make a Match And STAD learning models, learning result
 
Jurnal Penelitian PendidikanTeknik Elektro. Volume 02Nomor 1, Tahun 2013,161-167
PENDAHULUAN
Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003,pendidikan adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar danproses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan,akhlakmulia, serta keterampilan yangdiperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dannegara. Adapunupaya untuk meningkatkanmutu pendidikan yang dilakukan olehpemerintah antara lain melengkapi sarana danprasaranapendidikan, meningkatkan kualitastenaga pengajar, serta penyempurnaankurikulum yang menekankan padapengembangan aspek-aspek yang bermuarapada peningkatan dan pengembangankecakapan hidup
(lifeskill)
yang diwujudkanmelalui pencapaian kompetensi siswa untuk dapat menyesuaikan diri, dan berhasil di masayang akan datang.Di dunia pendidikan tidaklah lepas dariproses pembelajaran, sedangkan yangdimaksud dengan pembelajaran yaitu suatuproses belajar mengajar yang ditandai denganadanya interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan siswa. Berdasarkandefinisi pembelajaran tersebut, maka terdapatdua komponenyang terlibat langsung dalamproses pembelajaran, komponen tersebutadalah guru dan siswa.Dalam pendidikan, proses merupakankejadian berubahnya siswa yang dalambelumterdidik menjadi siswa yang terdidik. Mutuinteraksi proses belajar mengajar sangatbergantung pada mutu interaksi guru dansiswa, sadangkan mutu interaksi itu sendiribergantung pada perilaku guru dan siswa.Salah satu wujud perilaku guru di kelasadalah penggunaan variasi modelpembelajaran, dimana model pembelajaranmenunjukkan suatu pendekatan pembelajarantertentu yang meliputi tujuan, sintak,lingkungan, dan sistem pengolahannya (Nur,2003:8). Model pembelajaran dapat berfungsisebagai sarana komunikasi yang penting.Penggunaan model pembelajaran tertentumemungkinkan guru dapat mencapai tujuanpembelajaran tertentu dan bukan tujuanpembelajaran yang lain (Nur, 2003: 11).MetodePembelajarankooperatif tipe
 Make a Match
merupakan suatuteknipembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik,denganmelibatkan lebih banyak siswa dalammenelaahdanmemahamiisi materi padapelajaran dasar
 – 
dasar elektronika digital.Model pembelajaran
make a match
ataumencari pasangan dikembangkan oleh Curran(1994). Salah satuKelebihan daritipepembelajaran kooperatif tipe
make a match
adalah,mampu menciptakan suasana belajaraktif dan menyenangkan,materipembelajaran yang disampaikan kepada siswalebih menarik perhatian,mampumeningkatkan hasil belajar siswa mencapaitaraf ketuntasan belajar secara klasikal.Penulismengambil metodepembelajaran
 Make a Match,
karena menurutPenelitian yang dilakukan oleh Nur Indahwatidan rina andriani dapat meningkatkan hasilbelajar dan meningkatkan keaktifan siswadalam proses belajar.Hasil penelitiannurIndahwatimenunjukkan bahwa metode MakeAmatch dapat meningkatkan aktivitas danhasil belajar siswa, meskipun belummencapai 100%. Pada siklus 1 aktivitasbelajar siswa dilihat dari proses pembelajaranmencapai 76,67% meningkat pada siklus 2mencapai 88,33%. Sedangkan aktivitas siswaditinjau dari aspek afektif siswa pada siklus 1mencapai 60,9% meningkat pada siklus 2mencapai 91,3%. Sedangkan pada hasilbelajar juga mengalami peningkatan, sebelumtindakan diberikan skor ratarata hasil belajarsebesar 65,7% dengan ketuntasan belajar52,2%. Pada siklus 1 hasil belajar ditinjaudari aspek kognitif sebesar 65,2% meningkatpada siklus 2 mencapai 87%. Sedangkanhasilbelajar dilihat dari aspek psikomotorik padasiklus 1 sebesar 65,2% meningkat pada siklus2 mencapai 87%. Berdasarkan hasil penelitianini dapat disimpulkan bahwa penerapanmetode Make A Match (mencari pasangan)dapat meningkatkan aktivitas dan hasilbelajar siswa kelas XI IPS SMA KertanegaraMalang. Penerapan pembelajaran kooperatif metode make-a-match untuk meningkatkanaktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPSpada mata pelajaran akuntansi pokok bahasan jurnal umum di SMA Kertanegara Malang Nur Indahwati. Dan dari hasil analisis yangdilakukan oleh rina andriani, data dapat
162
 
Teknik Pembelajaran Make a Match
163
disimpulkan bahwa penerapan metode makea match dapat meningkatkan aktivitas belajarsiswa kelas V B pada mata pelajaran AqidahAkhlak di Madrasah Ibtidaiyah SunanKalijogo Karangbesuki Malang. Pada siklus1 aktivitas belajar siswa pada pembelajarandengan menggunakan metode make a matchmencapai 90 % dan meningkat pada siklus 2mencapai 100 %. Dengan persentasepeningkatan mencapai 10 %. Hasil belajarsiswa juga meningkat, pada siklus Ipersentase ketuntasan belajar mencapai 48 %dan meningkat pada siklus II persentaseketuntasan belajar mencapai 81 %.Di SMK Negeri 1 Sidoarjo standarkompetensi Menerapkan dasar
 – 
dasarelektronika Digital disampaikan denganmodel pembelajaran yang membuat siswamerasa jenuh dan kurang aktif, yaitu sistemblok danmenggunakan teknik pembelajaran
STAD
. Dari hasil pengamatan penulis, adabeberapa siswa yang merasa standarkompetensi Menerapkan dasar
 – 
dasarelektronika Digital sangat sulit untuk difahami. Dengan demikian diharapkandengan penerapanteknikpembelajaran
 Makea Match
siswa dapat aktif secara lansungdalam proses belajar mengajar sehingga siswabisa membangun pemahanannya sendiri sertadapat meningkatkan hasil belajar siswa.Dalam model pembelajaran ini guru hanyabertindak sebagai fasilitator.Berdasarkan uraian di atas makapenulis mencoba melakukan penelitiantentang bagaimanakah pengaruh penerapanmodel pembelajaran
 Make a Match
terhadaphasil belajar siswa dengan judul
“Pengaruh
teknik pembelajaran
 MAKE a MATCH 
terhadap hasil belajar siswa mata diklatmenerapkan dasar
 – 
dasar elektronika digital
di SMK Negeri 1 Sidoarjo”.
Berdasarkan latar belakang dapatdirumuskan permasalahan yaitu:Adakahperbedaan hasil belajar dengan menggunakanmodel pembelajaran
make a match
dan yangmenggunakan model pembelajaran
STAD
pada mata diklat menerapkan dasar
 – 
dasarelektronika digital?Berdasarkan rumusan masalah, makatujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar denganmenggunakan teknik pembelajaran
make amatch
dan yang menggunakan modelpembelajaran
STAD
pada mata diklatmenerapkan dasar
 – 
dasar elektronika digital.Belajar adalah suatu proses yangditandai dengan adanya perubahan-perubahanpada diri seseorang. Nana Sudjana( 1989 :5).Kegiatan belajar mengajar tidak dapatdilepaskan kaitannya dengan proses belajardan hasil belajar. Tanpa memahami hakikatproses belajar dan hasil belajar orang akansulit untuk memahami dan melaksanakankegiatan belajar dengan baik. Semua prosesbelajar terjadi dalam dua macam hubungan,yaitu hubungan material dan hubungan sosial(Abdurrahman, 1999: 32). Hubungan materialditandai dengan pertemuan anak denganmateripelajaran, sedangkan hubungan sosialditandai oleh adanya hubungan antar anak dengan guru dan hubungan antarsesamaanak/siswa.MenurutGagneyang dikutip olehKomalasari(2010: 2) mendefinisikan belajarsebagai suatu proses perubahan tingkah lakuyang meliputi perubahan kecenderunganmanusia seperti sikap, minat, atau nilai danperubahan kemampuannya yakni peningkatankemampuan untuk melakukan berbagai jenisperformance (kinerja).Belajar adalahmodifikasi atau memperteguh kelakuanmelalui pengalaman. Menurut pengertian ini,belajar merupakan suatu proses, suatukegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan.Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapilebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasilbelajar bukan suatu penguasaan hasil latihanmelainkan pengubahan kelakuan. Pengertianini sangat berbeda dengan pengertian lamatentang belajar, yang menyatakan bahwabelajar adalah memperoleh pengetahuan,bahwa belajar adalah latihan-latihanpembentukan kebiasaan secara otomatis danseterusnya (Oemar Hamalik, 2001: 27-28).Dibandingkan dengan pengertian yangdijabarkan sebelumnya maka jelaslah tujuanbelajar itu memiliki prinsip yang sama, yakniperubahan tingkah laku, hanya berbeda caraatau usaha pencapainnya. Pengertian inimenitik beratkan pada interaksi antaraindividu dengan lingkungannya. Di dalaminteraksi inilah terjadi serangkaianpengalaman-pengalaman belajar. WilliamBurton yang dikutip oleh Oemar Hamalik,Mengemukakan, bahwa:
 A good learningsituation consist of rich and varied series of 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->