Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sains Teknologi Masyarakat

Sains Teknologi Masyarakat

Ratings: (0)|Views: 248|Likes:
Published by Rachel Riley
Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran SAINS
Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran SAINS

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Rachel Riley on Jun 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/09/2013

pdf

text

original

 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINS SMP BERORIENTASIPADA PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGIMASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIFHunaepihunaepi@yahoo.co.idAbstrak:
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang betujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan di ujicobakan di kelas VIIbsejumlah 30 siswa pada SMP Negeri 2 Sepulu, menggunakan rancangan
One Group Pretest-Postest Design
.Pengembangan perangkat meggunakan model pengembangan Kemp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi RPP kategori layak, buku siswa kategori layak, Lembar Kerja Siswa (LKS) kategori layak, danlembar penilaian kategori layak dengan reliabilitas instrumen validitas RPP 91%; Buku siswa 90%; Lembar Kerja Siswa 92%. Aktivitas guru yang menonjol adalah membimbing percobaan sebesar 22% pada pertemuan satu (P1) dan pada pertemuan kedua (P2) 24%. Aktivitas siswa yang menonjol adalah Melakukan pengamatan 22% (P1) dan melakukan pengamatan 24% pada (P2). Keterlaksanaan pembelajaran pada (P1dan P2) mayoritas terlaksana (92%) dan (75%). Respon siswa terhadap perangkat dan pembelajaran berkatagori baik bahkan respon positif. Kemampuan kognitif dilihat dari ketuntasan indikator pembelajaran(O
1
) rata-rata < 60% dikategori tidak tuntas, (O
2
) rata-rata ≥ 60% dikategori tuntas, ketuntasan individual pada(O
1
) rata-rata < 60 kategori tidak tuntas, (O
2
) rata-rata ≥ 65 kategori tuntas, dan ketuntasan secara klasikal pada(O
1
) < 75% dikategorikan tidak tuntas, sedangkan pada (O
2
) ≥ 75% Tuntas.Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Sains Teknologi Masyarakat pada materikerusakan dan pencemaran lingkungan di SMP Negeri 2 Sepulu dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini berkategori valid dan reliabel.
Kata Kunci:
Sains Teknologi Masyarakat, Kognitif.
SCIENCE LEARNING TOOLS DEVELOPMENT FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ORIENTEDTO SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY APPROACH TOINCREASE THE COGNITIVE ABILITIES
This research is a development research with a purpose to develop a learning tools. The learning toolsthat have been developed then being implemented in class VIIb SMPN 2 Sepulu, by totally 30 studentsinvolved using One Group Pretest-Postest Design. Tools development uses the Kemp development modelling.The result shows that RPP validation in proper category, student’s book in proper category, student’sworksheet in proper category, while scoring paper for proper category with RPP validation instrumentreliability 91%; student’s book 90%; student’s worksheet 92%. The most prominent teacher’s activities is toguide the experiment by 22% at the first meeting (P
1
) and by 24% in the second meeting (P
2
). The student’sactivities that stand out is the observation that is equal to 22% at the first meeting (P
1
) and 24% at the secondmeeting (P2). The achievement of learning process on the first and second meeting in order are 92% and 75%majority. The student responses to the device and learning into well category even had a positive response.Cognitive abilities seen from the completeness of learning indicators (O
1
) on average less than 60% said to beincomplete, while the average is greater than or equal to 60% (O
2
) said to be complete. Exhaustiveness of individual smaller average 60 (O
1
) fall into the category of incomplete, while the average is greater than or equal to 65 (O
2
) fall into the category completely. Exhaustiveness of classical 75% fall into the category of incomplete (O
1
), while for greater or equal to 75% fall into the category completely (O
2
).The conclusion of the study showed that the approach of science technology society
 
on the materialsdamage and environmental pollution in SMPN 2 Sepulu can enhance students' cognitive abilities and learningtools used in this study categorized valid and reliable.
1
 
Key words
: Science Technology Society, Cognitive.
2
 
A
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologitelah membawa perubahan di semua aspek kehidupanmanusia, banyak permasalahan dapat dipecahkandengan berbagai upaya penguasaan dan peningkatanIPTEK. Perkembangan ini menjadi tantangan pendidikan yang cukup serius, di sampingmenyediakan lulusan yang memiliki intelektual tinggidalam menghadapi era globalisasi. Pendidikan jugaharus mampu memecahkan persoalan disintegrasi bangsa. Hal ini sejalan dengan fungsi pendidikannasional untuk mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan jangka panjang adalahuntuk berkembangnya potensi peserta didik agamenjadi manusia yang beriman, bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab(Sisdiknas, 2008:6).Ilmu pengetahuan alam (sains) diharapkan dapatmenjadi wahana bagi siswa untuk mempelajaridirinya sendiri dan alam sekitarnya sehingga siswadapat lebih menghargai dan memiliki sikap yang positif terhadap lingkungan. Pendidikan sainsmenekankan pemberian pengalaman secara langsung.Karena itu, siswa perlu dibantu untumengembangkan sejumlah keterampilan prosessupaya mereka mampu mempelajari dan memahamidengan seluruh indra, mengajukan hipotesis,menggunakan alat dan bahan secara benar,mengajukan pertanyaan, menafsirkan data, danmengkomunikasikan hasil temuan secara beragam.Hal ini disesuaikan dengan tingkat perkembangankognitif siswa SMP yang umumnya masih berada pada fase transisi dari konkrit ke formal.Pembelajaran sains perlu diarahkan pada proses pemecahan masalah yang dapat menunjangkelestarian kehidupan manusia dalam suasana budayayang kondusif. Pemberian materi sains diharapkansesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa. Dalam hal ini, siswa mencari pengalaman langsung yang dapat membawa merekadalam merencanakan kehidupan di masa mendatangdan eksistensinya sebagai manusia yang menguasaiteknologi yang berwawasan lingkungan. Namun pada kenyataannya, dalam pendidikansains di tingkat menengah pertama khususnya diSMP Negeri 2 Sepulu, masih kurang terlihat siswadiberikan kesempatan untuk mengembangkankemampuan untuk mengambil keputusan dalamhubungannya dengan masalah sederhana yang adadisekitarnya dan pengembangan kemampuan kognitif masih rendah, sebab itu perlu ada perubahan dalam proses pembelajaran.Upaya dalam perbaikan dan perubahan proses belajar mengajar, tentunya membutuhkan perhatianyang lebih dari semua kalangan untuk mengubah paradigma pembelajaran sains sehingga domainkognitif, psikomotor, dan afektif dapat tercapai secara bersamaan. Selain itu juga dibutuhkan pendekatanuntuk mengaktifkan siswa secara fisik maupunmental dalam suatu pembelajaran sains, mengaitkan bahan pelajaran dengan penerapannya di dalamkekehidupan sehari-hari atau upanya mengkonkritkanobjek bahasan, melatih keterampilan proses sains,dan memadukan antara sains, teknologi danmasyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk  pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuaidengan pendekatan dan metode yang akanditerapkan.Salah satu cara untuk memadukan sains,teknologi dan masyarakat serta untuk mencapaikompetensi domain kognitif, psikomotor, dan afektif adalah menggunakan pendekatan STM
.
Pendekatanini, diharapkan siswa mampu mencapai ketiga ranah pembelajaran tersebut, serta mau dan mampumenerapkan prinsip-prinsip sains yang dikaitkandengan teknologi sehingga dapat diterapkan dilingkungan Masyarakat. Bybee (1986) dalam Colletedan Chiappetta, 1994:174) menyatakan bahwagerakan sains, teknologi, dan masyarakat memiliki potensi untuk mendidik para remaja menghadapidunia kehidupan, baik masa sekarang maupun masayang akan datang.Pendekatan STM merupakan pendekatan yangdapat menjangkau ketiga ranah dalam pendidikanyakni ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Yager (1996) dalam Poedjiadi (2005:105) menjabarkanketiga ranah tersebut menjadi enam bagian yaknikonsep, proses, kreativitas, penerapan, sikap, danhubungan. Dalam penelitian ini hanya terfokus pada peningkatan ranah konitif, hal ini karena pembelajaran sebelumnya belum mengarah pada peningkatan kemampuan kognitif berdasarkantaksonomi Bloom yang tingkatannya mulai dari yangsederhana sampai yang kompleks. Selain itu jugadisebabkan karena kondisi sekolah yang masih barudan kompetensi guru tidak sesuai dengan bidangyang diajarkan, paradigma guru dalammenginterpretasikan dan mengembangkankurikulum, masih berbasis konten sehingga gurudituntut untuk menyampaikan materi tepat padawaktunya dan tidak berinovasi dalam pembelajaran,guru masih kurang melatih siswa dalam kemampuan berfikir, belum sepenuhnya guru memanfaatkanmedia pembelajaran yang ada di sekitar, selain itu
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->