Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budaya Bisnis Cina pada Era Globalisasi

Budaya Bisnis Cina pada Era Globalisasi

Ratings: (0)|Views: 3,862|Likes:
Published by Denis Toruan
Anda mungkin bertanya-tanya tentang budaya bisnis orang-orang China? Saya mengumpulkannya di sini dari beberapa literatur yang menunjang, plus sedikit pengalaman saya pribadi.
Anda mungkin bertanya-tanya tentang budaya bisnis orang-orang China? Saya mengumpulkannya di sini dari beberapa literatur yang menunjang, plus sedikit pengalaman saya pribadi.

More info:

Published by: Denis Toruan on May 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/28/2012

pdf

text

original

 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 © April 2006, Denis L. Toruan 1
BUDAYA BISNIS RRC PADA ERA GLOBALISASI
ditulis oleh :
Denis L. Toruan
1
 
I. Pendahuluan
Dimulai pada awal era 1980-an
2
RRC mengalami tidak kurang daripadakeajaiban ekonomi. Pada tahun 2004, RRC merupakan negara denganpertumbuhan ekonomi terbesar di dunia; Dengan GDP terbesar keempat didunia sebesar US$ 8,158 trilyun pada 2005, GDP sebesar kurang lebih US$1.703 perkapita pada 2005, dan pertumbuhan ekonomi 9,2% setiap tahunnya.
3
 Aspek terpenting dari fenomena ini adalah sebuah sistem terbarunya yangsangat unik. Sistem itu bukan jiplakan dari sistem ekonomi yang pernah ada,melainkan sesuai dengan citarasa Cina yang khas (Prof. Michael Hough, 1995).Sistem ekonomi baru itu akan menjamin pertumbuhan dan kemakmuran Cinasampai abad ke-21. Dengan penduduk yang sekarang sudah mencapai sekitar1,3 milyar (satu perlima total penduduk dunia), pasar terbesar dunia, RRC selaluakan menyediakan peluang bisnis yang menggiurkan dan menguntungkan bagipengusaha manapun juga.Pencapaian RRC moderen tidak lepas dari usaha Partai Komunis Cina(PKC) yang mereformasi negaranya secara besar-besaran dan menciptakansistemnya yang unik:
you Zhongguo tese de shehuizhuyi 
有中国特色的社会主义
,
 atau Sosialisme yang bercirikan Cina. Pada bidang ekonomi, pidato DengXiaoping yang dikenal sebagai “ucapan
nanxun 
4
dikristalisasikan dalamKonggres Nasional PKC ke-14 (September 1992), yang kemudian melahirkanrumusan
shehuizhuyi shichang jingji 
社会主义市场经济
(ekonomi pasar sosialis).
1
Penulis lepas dan praktisi Mandarin, alumnus program studi China FIB-UI, hingga saat ini(2009) masih melanjutkan Master Hubungan Internasional-nya di FISIP-UI.
2
Gaige kaifang 
” atau reformasi dan keterbukaan oleh Deng Xiaoping.
3
http://en.wikipedia.org/wiki/emerging superpowers-People’s Republic of China
4
“ucapan
nanxun 
” adalah bentuk gagasan/pemikiran dari Deng Xiaoping yang mengacu kepadasolusi atas rendahnya pertumbuhan ekonomi Cina pada akhir tahun 1980-an hingga awal 1990-an. Pidato ini diucapkannya ketika mengadakan perjalanan ke selatan bersama rombongan kecil
 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 © April 2006, Denis L. Toruan 2Sejak saat itu, kebijakan yang dituangkan dalam garis besar haluan negara ini,mendasari pertumbuhan ekonomi RRC hingga saat ini.Serba perubahan pada awal “era globalisasi” menuntut peninjauan ulangatas tanggapan lama mengenai budaya bisnis suatu negara, tidak terkecualibudaya bisnis Cina. Analisis para peneliti diharuskan untuk dapat menyajikandengan hidup dan tepat gambaran mengenai bisnis/perekonomian RRC pada jaman moderen. “
Informasi, yang mirip teknologi, cepat usang dan tidak relevan lagi.
” Pentingnya mempelajari cara belajar ini mengingatkan kita pada hakekatpendidikan di era globalisasi, yang mencerminkan pendekatan yang sangatpraktis terhadap studi tentang Cina kontemporer.Berangkat dari hal-hal tersebut ketertarikan penulis terhadap budaya RRCmoderen, memberikan banyak pertanyaan menantang yang menarik untukdibahas. Sebutlah kasus-kasus seperti konsistensi ideologi negara, perubahannilai-nilai kebudayaan, jaringan bisnis Cina, problem diaspora, dan lain-lain.Namun, hal menarik yang dapat ditemukan ketika berbagai pertanyaan tersebutakan dituangkan ke dalam suatu analisis mendalam, semuanya berangkat darisatu hulu yang sama: Apa yang sedang terjadi pada Cina sekarang? Lebih jauhlagi, pertanyaan tersebut kemudian membawa kita pada suatu usaha pencarianpemahaman baru akan Cina yang ‘bertransformasi’, atau sama seperti padapameo yang belakangan sering kita dengar : “
Sang Naga telah bangkit dari tidurnya 
.”Ditinjau dari
angle 
kebudayaan, aspek terpenting dari fenomena yangterjadi di Cina moderen dapat disajikan dalam suatu titik fokus tertentu, yangdiharapkan dapat memberikan pemahaman atas pertanyaan-pertanyaan dasarseperti mengapa, kapan, bagaimana, apa, dan siapa; Bidang perekonomiansebagai ujung tombak pembangunan negara melahirkan banyak elemenkebudayaan baik itu simbol-simbol, cara interaksi, distribusi konsep, jaringanbisnis, norma-etika bisnis, dan lain-lain. Ini semua yang kemudian dapatmengantarkan kita pada pemahaman terhadap keberhasilan bisnis Cina di era
Politbiro. Saat itu, Deng Xiaoping sudah mengundurkan diri dari kepemimpinan pemerintahanRRC.
 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 © April 2006, Denis L. Toruan 3globalisasi. Di satu sisi, pernyataan “Budaya Bisnis Cina Moderen” yang berhasilmendongkrak kebangkitan RRC di mata dunia, mengandung makna yang sangatluas bagi para peneliti, sebagian menilainya kontradiktif, sebagian lagimenganggapnya sebagai suatu kewajaran. Dikatakan kontradiktif karena, Cinasebagai salah satu kekuatan utama komunis dunia sejak 1949 jelas-jelasmengharamkan konsep kapitalisme & individualisme dalam menjalankannegaranya. Pada kenyataannya, saat ini ladang bisnis RRC yang potensialbenar-benar digarap pemerintahnya dan dibuka seluas-luasnya untuk pihakasing (tetapi masih dengan kontrol yang ketat oleh PKC). Apalagi jika kitamenengok kembali pada nilai-nilai lama seperti Konfusianisme yang sangatmempengaruhi pemikiran orang Cina hingga kini,
5
keberhasilan dunia bisnis diRRC saat ini dapat dikatakan telah menyimpang sekali dari nilai-nilai lama danmencoreng ideologi asal (komunisme). Kewajaran itu sendiri dapat dikatakantercipta karena perkembangan jaman dan harga diri RRC yang tinggi di matadunia internasional.Baik itu kontradiktif maupun tidak, studi terhadap budaya bisnis Cina itusendiri telah banyak menyita perhatian para peneliti belakangan ini. Tulisan kecilini dibuat sebagai salah satu bahan pemahaman terhadap RRC moderen,khususnya tentang hubungan dalam bidang kebudayaan dan dunia bisnis Cina.Ruang lingkup yang digunakan adalah RRC pada era 1980-an sampai dengan2003, di luar kota Hongkong dan Shanghai.
Budaya Bisnis Masyarakat Cina Tradisional
Pembahasan mengenai budaya bisnis RRC pada masa moderen tidakdapat dilepaskan dari kaitannya dengan kebudayaan masyarakat Cinatradisional. Pembahasan akan aspek ini memberikan pemahaman yang lebihmendalam dan sistematis.Momentum kebangkitan para kaum bisnis Cina sudah dimulai pada akhirabad kesembilan belas, tepatnya pada era awal kejatuhan dinasti Qing. Hal ini
5
Yuan Wang dan Rob Goodfellow dan Xin Shengzhang,
Menembus Pasar Cina 
, (Jakarta:Kepustakaan Populer Gramedia, 2000), hlm. 89.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
wong_jowo86 liked this
dthanyun liked this
Rizky Apriandi liked this
ella2107 liked this
20naruto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->