• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 
© Denis L. Toruan, November 2008
 
-1-
 
Peran Pemimpin Reformis China dalam Keanggotaan China diWTO
oleh
: Denis L. ToruanI. Bangkitnya China dan Rezim Internasional
P
ada era Perang Dingin, rivalitas antara blok barat dan blok timur dalam berbagaibidang begitu kuat. Contohnya saat AS bersama sekutu-sekutunya berusahamemblokade dunia dari “bahaya komunis” yang saat itu dipimpin Uni Soviet. Dalamtingkat internasional, ini terlihat dari berbagai doktrin AS seperti Marshall Plan(1947), maupun rezim internasional seperti Bretton Woods (1944) yang kemudianmelahirkan International Monetary Fund (1945) dan World Bank (1944),
General Agreement on Trade and Tariff 
 /GATT (sekarang World Trade Organization/WTO)pada tahun 1948, Washington Consensus (1989), hingga pakta pertahanan sepertiNATO (1949). Pada dasarnya, metode-metode politis tersebut berfungsi untuk mengamankan kepentingan AS dan sekutunya, sekaligus menghadang meluasnyadoktrin komunisme ke dunia itu. Salah satu buktinya terlihat dalam bidang ekonomidi mana rezim WTO (berdiri 1 Januari 1995) yang kini beranggotakan atas 128 negaraanggota jelas merupakan kelompok eksklusif masyarakat internasional yangmemberikan hak-hak istimewa kepada negara-negara anggotanya seperti pembukaanhubungan dagang antarnegara anggota, penghapusan/peminimalisasian bea masuk impor, beserta kewajiban negara anggota berupa syarat-syarat keanggotaan yangtentunya tidak ringan.
1
 Sejak tahun 1991 pascakeruntuhan Uni Soviet, struktur politik global berubahtotal. Dunia sudah tidak lagi terbagi atas dominasi blok barat atau pun blok timur.Negara-negara kapitalis dengan Amerika Serikat sebagai garda terdepannya, dalambanyak aspek tampak berhasil ‘mengepung’ dan menyudutkan negara-negarakomunis-sosialis yang tersisa, termasuk Republik Rakyat China (RRC) tanpa kecuali.Hal yang mengejutkan adalah bahwa Republik Rakyat China (RRC) yang sebelumnyadiramalkan bakal kolaps mengikuti jejak sekutu utamanya, Uni Soviet, justru malah
1
Martin Griffiths dan Terry O’ Callaghan,
 IR: The Key Concepts
, (London&New York: Routledge,2002), hlm. 338-341.
 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 
© Denis L. Toruan, November 2008
 
-2-
 
‘memeluk erat-erat’ rezim internasional seperti WTO yang notabene ‘rekayasa’ ASbeserta para sekutunya, dan menciptakan prestasi fenomenal di kalangan duniainternasional. Dalam dinamikanya, China yang baru saja berhasil menjadi tuan rumahOlimpiade Agustus 2008 lalu di Beijing dengan pembiayaan even yang terbesarsepanjang sejarah pesta olimpiade
2
dan mengirimkan astronotnya untuk melakukan
space-walk 
(2008), tampak sangat ‘nyaman’ dengan keanggotaannya di berbagairezim internasional dengan tumpukan cadangan devisa sebesar 1,81 trilyun USDhingga Oktober 2008,
3
dan relatif aman dari krisis finansial global yang terjadi baru-baru ini. Kontras sekali keadaannya dibandingkan AS dan negara-negara barat lainyang sibuk menggelontorkan dan menghimpun dana dalam aksi
bail-out 
beramai-ramai demi menyelamatkan sistem finansialnya.
4
 Dikaji dari sudut pandang teori hubungan internasional, dalam menyikapiprestasi fenomenal China itu pertanyaan-pertanyaan kritis yang terbentuk, antara lainadalah:1.
 
Bagaimana proses keterlibatan China dalam rezim internasional sepertiWTO?2.
 
Bagaimana China sukses mengawinkan antara kepentingannasional/ 
national interest 
-nya dan warisan ideologi komunisme-sosialisme oleh ketua Mao (
毛泽东
 
Mao Zedong) 60 tahun silam?3.
 
Sampai sejauh mana pendekatan liberalis dapat memandang contohkasus China ini, terutama terkait keanggotaannya dalam WTO?Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi landasan pembahasan makalah.
II. Sejarah Singkat Hubungan China dan WTO
Sebelumnya, perlu disepakati terlebih dahulu bahwa diksi “China” dalam praktik sehari-harinya bersifat kontekstual.
5
Namun, dalam makalah ini sebagian besar diksi“China” mengacu pada RRC (China daratan).Pada tahun 1948 ketika daratan China masih dikuasai oleh Partai NasionalChina/PNC (
国民党
 
Guomindang
), hubungan antara China dan rezim internasional
2
45 milyar USD, bahkan ada yang memperkirakan mencapai 70 milyar USD lih.http://financialexpress.com/news/beijing-olympics-have-been-most-expensive-so-far/348024 
3
http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/27/00262913/perekonomian.as.akan.makin.bergantung.ke.china dan Kompas, 9 Oktober 2008, “Peran China Dinantikan untuk Mengatasi Krisis”, hlm. 15.
4
 http://kompas.com/read/xml2008/10/08/13240127/waspada.bailout.tak.efektif.krisis.di.as.berlanjut 
5
Kaum Komunis China
(
 
 gongchandang
)
pimpinan Mao Zedong memenangkan kekuasaanatas China daratan pada tahun 1949. Akibatnya, Partai Nasional China/PNC
(
 
 guomindang
)
 yang saat itu dipimpin Chiang Kai-sek melarikan diri ke Pulau Formosa (Taiwan). Sejak saat itu,keduanya mendirikan pemerintahannya masing-masing; Pimpinan Mao di China daratan, dan pimpinanChiang Kai-sek di Taiwan.
 
www.sinopaxsinica.blogspot.com
 
© Denis L. Toruan, November 2008
 
-3-
 
sudah dimulai. Saat itu, Republik China (ROC) yang berkiblat kepada AS terlibatlangsung dalam proses perdagangan bebas melalui pembentukan
General Agreement on Tariff and Trade
(GATT) tanggal 19 Mei 1948. Sejak saat itu, era perdaganganbebas global rekayasa AS bersama para sekutunya secara resmi telah dimulai. PeranGATT secara resmi digantikan oleh
World Trade Organization
(WTO) pada tanggal 1Januari 1995. WTO merupakan suatu rezim perdagangan global yang bernaung dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa/PBB yang menganut aturan perdagangan bebas yangkurang lebih sama dengan apa yang GATT punya; Bedanya terdapat pada revisisecara teoritis mengenai aturan-aturan baku pada badan tersebut.
6
 Setelah kaum komunis China merdeka pada tahun 1949, pemerintahanTaiwan mengumumkan pengunduran diri dari keanggotaan GATT pada tanggal 5Maret 1950. Tidak lama setelah Taiwan memisahkan diri dari pemerintahan Beijing,Taiwan mengajukan lamaran sebagai peninjau dalam GATT. Lamaran tersebutdisetujui, namun pada tahun 1971 Taiwan dikeluarkan dari GATT karena kebijakanPBB yang mengubah status dan kedudukan Taiwan di PBB. Alasan politis semacamini dilatarbelakangi oleh kepentingan PBB terhadap RRC yang memandang bahwapemerintahan China yang resmi adalah pemerintahan di bawah kepemimpinan PKC,terlebih karena China adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB. WalaupunTaiwan sudah dikeluarkan dari keanggotaan GATT, China belum tertarik untuk menjadi anggota GATT, terutama akibat meletusnya Revolusi Kebudayaan (
文化革
 
wenhua geming
) di China pada periode 1966-1976 yang dicetuskan oleh KetuaMao.
7
 Setelah Deng Xiaoping
鄧小平
dari kubu reformis menduduki posisi puncak pemerintahan China pada tahun 1976, China membuka dirinya terhadap dunia luardengan menerapkan Reformasi Pintu Terbuka (
gaige kaifang
). Kemudian China mulaibergabung dengan organisasi-organisasi ekonomi internasional, seperti
World Bank 
 International Monetary Fund (Desember 1945), dan lain-lain. Ambisi dan semangatberapi-api China untuk meneruskan agenda
gaige kaifang
membuatnya semakin
6
WTO merupakan organisasi internasional dengan sistem penyelesaian sengketa yang kuat, sementaraGATT hanya kesepakatan antarpemerintah. WTO mengatur liberalisasi perdagangan produk manufaktur, pertanian, dan jasa melalui produk hukum seperti
General Agreement on Trade in Services
 (GATS),
Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights
(TRIPs), dan penanaman modal melalui
Trade Related Investment Measures
(TRIMs).
7
Mao Zedong mengumumkan gerakan revolusi proletariat di China. Semua akar kebudayaan Chinayang umurnya ribuan tahun itu kecuali bahasa Mandarin, harus diganti total dengan kebudayaankomunisme-sosialisme. Segala macam praktik kapitalisme diharamkan di daratan China.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...