Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Self Assessment System Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Pada Pengusaha Kena Pajak

Pengaruh Self Assessment System Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Pada Pengusaha Kena Pajak

Ratings: (0)|Views: 48 |Likes:
Published by noyski
Pengaruh Self Assesment
Pengaruh Self Assesment

More info:

Published by: noyski on Jun 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2013

pdf

text

original

 
Pajak merupakan tumpuan sumber penerimaan Negara, dan berdasarkan jenisnyaPajak Penghasilan (PPh) telah memberikan kontribusi terbesar, namun PPh hanyadapat dikenakan kepada mereka yang telah memiliki penghasilan diatas PenghasilanTidak Kena Pajak (PTKP). Hal tersebut tidak berlaku bagi Pajak Pertambahan Nilai(PPN) karena pengenaan PPN dapat dilimpahkan kepada orang lain dan seperti yangkita ketahui bahwa hampir semua barang maupun jasa yang dikonsumsi di Indonesiamerupakan Barang Kena Pajak (BKP), oleh karena itu PPN disebut juga sebagai pajakyang objektif. PPN sebagai penerimaan negara dipungut dengan menggunakan sistem
self assessment 
yang memberikan wewenang bagi PKP untuk mendaftar, menghitung,dan melaporkan sendiri pajak terutangnya sehingga penulis tertarik untuk mengetahuibagaimanakah pengaruh penerapan sistem
self assessment 
terhadap penerimaan PPNpada PKP. Penelitian ini hanya melihat pelaksaan sistem murni dari sisi PKP sehinggavariabel-variabelnya adalah variabel jumlah PKP terdaftar, SPT Masa PPN yangdilaporkan, serta SSP PPN yang disetor yang ketiganya merupakan sarana dan wujudnyata dari sistem
self assessment 
yaitu wewenang wajib pajak untuk menghitung,melapor, dan menyetorkan sendiri pajak terutang. Lingkup penelitian ini adalah padaKPP Batu dengan menggunakan regresi linier berganda sebagai metode analisanya.Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas dalam penelitian inimemiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan PPN namun hanya PKP sajayang memiliki arah negatif. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa SSPyang disetor merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi penerimaanPPN.
ABSTRACTION
Tax is the country main income revenue and due to of its type, Income Tax (PPH)has given the biggest contribution, but PPH can only be imposed to them which haveowned income above Income That Not Taxable (PTKP). This was not applicable toValue Added Tax (PPN) because imposition of PPN can be overflowed to other people,and such as those which we know that most of all consumed service and also goods inIndonesia represent Taxable Goods (BKP), therefore PPN also referred as objectivetax. PPN as the main income revenue is collected by using self assessment systemwhich is giving authority to PKP to enlist, counting, calculating, and reporting by PKPitself. So the writer want to know how is the influence of applying self assessmentsystem to the revenue of PPN for PKP. This Research only seeing the application puresystem form PKP side so the variables is variable of the amount of PKP enlist, reportedmonthly SPT PPN, and also SSP PPN which remit third of the representation of realform and the medium of self assessment system that is taxpayer authority to count and
 
calculate, report, and paying the tax liabilities by itself. This Research scope is at KPPBatu and using doubled linear regression as its analysis method. The research resulthave indicated that the third free variable in this research have significance influence tothe revenue of PPN but only just PKP variable which have negative direction. Besidesthat the research results also indicate that SSP which paid is the most dominantvariable which is influencing the revenue of PPN.
BAB IPENDAHULUANI.1. LATAR BELAKANG
Indonesia saat ini sedang mengalami berbagai permasalahan di berbagai sektor khususnya sektor ekonomi. Naiknya harga minyak dunia, tingginya tingkat inflasi,naiknya harga barang-barang dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar  Amerika serta turunnya daya beli masyarakat telah menjadi masalah yang sangat rumityang harus diselesaikan oleh pemerintah.Untuk tetap dapat bertahan dan memperbaiki kondisi ekonomi yang ada,pemerintah harus mengupayakan semua potensi penerimaan yang ada. Pada saat initengah digali berbagai macam potensi untuk meningkatkan penerimaan negara, baikyang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun seiring denganberkembangnya kemampuan analisis para praktisi ekonomi yang menyatakan bahwamengandalkan pinjaman dari luar negeri sebagai salah satu sumber penerimaannegara hanya akan menjadi bumerang dikemudian hari, potensi penerimaan daripinjaman luar negeri akan semakin dikurangi.Berdasarkan hal tersebut maka Indonesia akan berusaha untuk lebihmeningkatkan potensi penerimaan negara dari dalam negeri, dan tidak dapat dipungkirilagi bahwa pajak telah memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan negara.Penerimaan dari sektor pajak terbagi menjadi dua golongan, yaitu dari pajak langsungcontohnya pajak penghasilan dan dari pajak tidak langsung contohnya pajakpertambahan nilai, bea materai, bea balik nama. Memang, dilihat dari segi penerimaan,Pajak Panghasilan dapat membantu negara dalam membiayai pengeluaran, namuntidak semua orang dapat dikenakan PPh. Pajak Penghasilan hanya dapat dikenakankepada orang pribadi atau badan yang telah berpenghasilan di atas Penghasilan Tidak
 
Kena Pajak (PTKP). Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Pajak Pertambahan Nilai, karenapajak tersebut dapat dilimpahkan kepada orang lain sehingga memungkinkan semuaorang dapat dikenakan PPN. Dan juga seperti yang kita ketahui bahwa hampir seluruhbarang-barang kebutuhan hidup rakyat Indonesia merupakan hasil produksi yangterkena PPN.Dengan kata lain, hampir semua transaksi di bidang perdagangan, industri dan jasa yang termasuk dalam golongan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajakpada prinsipnya terkena PPN. Oleh karena itu walaupun seseorang belum memilikiNPWP namun ia tetap terkena PPN namun dipungut oleh Pengusaha Kena Pajaksebagai pihak yang berhak memungut PPN yang nantinya PPN yang dipungut tersebutakan disetorkan ke kas Negara.Dalam melakukan pemungutan pajak tersebut Indonesia menganut tiga sistem,
Official Assessment System
,
Self Assessment System
, dan
Withholding System
. Ketigasistem diatas mempunyai keistimewaan masing-masing. Namun yang memiliki perananyang lebih dominan adalah pada
self assessment system
karena diterapkan padasistem pemungutan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, serta sebagian pada Pajak Bumi dan Bangunan.Pelaksanaan sistem yang baik akan dapat meningkatkan penerimaan karenasemuanya dilakukan sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan. Penggunaan sistem
self assessment 
menuntut Wajib Pajak untuk aktif dalam melaksanakan kewajibanmaupun hak perpajakannya. Dilain pihak kondisi ekonomi saat ini, seperti tingginyainflasi, menurunnya daya beli masyarakat, dan naiknya harga barang-barang akanmempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat, dan tentunya berpengaruh terhadappenerimaan PPN karena PPN adalah pajak atas konsumsi. Turunnya tingkat konsumsikonsumen juga akan mempengaruhi kondisi produsen dalam hal ini yang dimaksudadalah para Pengusaha Kena Pajak (PKP).Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimanapengaruh diterapkannya sistem
self assessment 
tersebut pada para PKP dalammelaksanakan kewajiban PPN-nya terhadap penerimaan PPN. Penelitian yangdilakukan ini hanya melihat dari dalam sistem itu sendiri dan tidak memperhatikankondisi ekonomi masyarakat, karena kenyataannya pelaksanaan sistem
self assessment 
tersebut tidak memperhatikan bagaimana kondisi ekonomi yang dihadapioleh masyarakat karena bagaimanapun kondisinya sistem
self assessment 
tetap harusberjalan dengan baik.Dengan argumen-argumen tersebut maka penulis menetapkan judul bagi penulisanskripsinya yaitu:
“Pengaruh
Self Assessment System 
Terhadap Penerimaan PajakPertambahan Nilai Pada Pengusaha Kena Pajak
(Studi Kasus Kantor PelayananPajak Batu)
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->