Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Kumpulan Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Ratings: (0)|Views: 152|Likes:
Published by Romel Tea
Kumpulan Hadits tentang Puasa Ramadhan
Kumpulan Hadits tentang Puasa Ramadhan

More info:

Published by: Romel Tea on Jun 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/26/2013

pdf

text

original

 
Kumpulan Hadits tentang Puasa Ramadhan
Berikut ini Kumpulan Hadits tentang Puasa Ramadhan yang menegaskan kewajiban,keutamaan, dan pahala bagi yang berpuasa.
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman
dan
ihtisab 
(kehati-hatian dan penuh harap ampunan Allah), maka akan diampunidosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari dan Muslim)."Shalat lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosayang terjadi di antara tenggang waktu-waktu tersebut selama menjauhi dosa besar".(HR. Muslim).Rasulullah Saw naik mimbar lalu bersabda: "Amin, Amin, Amin". Ditanyakan kepadabeliau: "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin,
Amin?" Beliau bersabda: “Sesungguhnya Jibril 'alaihis
salam datang kepadaku, diaberkata: "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak terampuni dosanya,maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka aku punmengucapkan Amin...." (HR. Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al-Baihaqi dari AbuHurairah).
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba
-hamba yang dibebaskan dari neraka setiapsiang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'aakan dikabulkan do'anya" (HR. Bazzar, Ahmad, dan Ibnu Majah)."Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telahmampu
ba'ah 
(mampu dengan berbagai macam persiapannya), maka hendaklahmenikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjagakehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karenapuasa merupakan
wijaa' 
(pemutus syahwat) baginya" (HR. Bukhari dan Muslim dariIbnu Mas'ud)."Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia(karena puasanya) dari neraka sejauh 70 musim" (HR. Bukhari dan Muslim)."Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" (HRAhmad)."Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka di antara dia dan neraka adaparit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi" (HR. Tirmidzi dan Thabrani).
"Allah Ta'ala berfirman: "Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasakarena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya". Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji danberteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka
 
ucapkanlah: 'Aku sedang berpuasa'. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allahdaripada bau misk (kesturi). Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan. Jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karenapuasa yang dilakukannya" (HR. Bukhari dan Muslim).
 "Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluhkali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman:"Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia (baniAdam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku". Bagi orang yangpuasa ada dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemuRabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangidaripada bau misk". (HR. Muslim)."Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat. Puasaakan berkata: "Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat, makaberilah dia syafa'at karenaku". Al-Qur'an pun berkata: "Aku telah menghalanginya daritidur di malam hari, maka berilah dia syafa'at karenaku". Rasulullah Shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: ".... maka keduanya diperkenankan memberi syafa'at"((HR.Ahmad, Hakim, dan Thabrani).Dari Abu Umamah r.a., katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah Saw): "WahaiRasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?"Beliau menjawab: "Hendaklah kamu sering berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisaldengan itu" (HR Nasa'i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)."Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan
Rayyan 
, orang-orangyang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selainmereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terakhir ditutuplah pintu tersebut.Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akanmerasa haus untuk selamanya". (HR Bukhari dan Muslim).Dari Abu Umamah Al-Bahili r.a., ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw
bersabda: “Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang kedua
lenganku, membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata,"Naik". Aku katakan, "Aku tidak mampu". Keduanya berkata, 'Kami akanmemudahkanmu'. Aku pun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah akumendengar suara yang keras. Aku pun bertanya, 'Suara apakah ini?'. Mereka berkata,'Ini adalah teriakan penghuni neraka'. Lalu keduanya membawaku, ketika itu akumelihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak (robek)darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya, 'Siapa mereka?' Keduanyamenjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka(sebelum tiba waktu berbuka)." (HR. An-Nasa'i, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).
Diriwayatkan dari Thalhah bin ‘ Ubaidillah ra. bahwa sesungguhnya ada seorang
bertanya kepada Nabi saw.: "Wahai Rasulullah, beritakan kepadaku puasa yang
 
diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda: puasa Ramadhan. Lalu orang itubertanya lagi: Adakah puasa lain yang diwajibkan atas diriku? Beliau bersabda: tidakada, kecuali bila engkau puasa Sunnah.""Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah (Ramadhan). Diwajibkanatas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup,setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama denganseribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain sepertidi bulan ini). (HR. Ahmad, Nasai, dan Baihaki).
Dari Urfujah, ia berkata: Aku berada di tempat ‘Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke
tempat kami seorang dari Sahabat Nabi Saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takutpadanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan iaberkata: Saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Dibulan Ramadhan ditutup seluruh pintu neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dandalam bulan ini setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata: Dan dalam bulan ini adamalaikat yang selalu menyeru: Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikanbergembiralah Anda, dan wahai orang-orang yang mencari/ berbuat kejelekanberhentilah (dari perbuatan jahat). Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan
Ramadhan” (HR. Ahmad dan Nasai)
.Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata: Manusia sama melihat Hilal (bulansabit), maka aku pun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Aku katakan:sesungguhnya aku telah melihat Hilal. Maka beliau Saw puasa dan memerintahkan
semua orang agar berpuasa” (HR Abu Dawud, Al
-Hakim, dan Ibnu Hibban).Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi Saw bersabda:"Mulailah puasa karena melihat
ru’ya 
dan berbukalah (akhirilah puasa Ramadhan )dengan melihat
ru’ya 
. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah
bulan Sya’ban selama Tiga Puluh hari." (HR. Bukhari dan Muslim)
.
"Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada
puasa baginya.” (HR. Abu Dawud)
.
 
"Telah diangkat pena (kewajiban syar’i/taklif) dari tiga golongan: dari orang gila
sehingga dia sembuh, dari orang tidur sehingga bangun, dan dari anak -anak sampai ia
bermimpi (dewasa/akil balig).” (HR. Ahmad, Abu
Dawud, dan Tirmidzi).
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Di saat kami
 
haidh 
di masa Rasulullah Saw,kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah
mengqadha Shalat.“ (HR. Bukhari dan Muslim)
."Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka Diaturunkanayat (dalam surat Al-Baqarah: 183-184 tentang puasa Ramadhan), maka pada saat itubarangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->