Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
CTL

CTL

Ratings: (0)|Views: 197|Likes:
Published by hidayat_kalijar

More info:

Published by: hidayat_kalijar on Jun 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
1. Pembelajaran Kontekstual Contextual Teaching & Learning (CTL) SERI MATERIPEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 20082. PENGERTIAN CTL merupakan suatu proses pendidikan yang holistik bertujuan membantusiswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya mengkaitkan materi tersebutdengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural) sehinggasiswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer)dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.secara aktif dalam proses pembelajaran 3. Pemilihan informasi di-tentukan oleh guru Pemilihaninformasi berdasarkan kebutuh-an siswa 2. Menyandarkan pada hapalan Menyandarkan padamemori spasial (pemahaman makna) 1. TRADISONAL CTL NO.4. Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang 6. Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan Selalumengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa 5. Pembelajaran sangatabstrak dan teoritis Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/-masalah yang disi-mulasikan 4. TRADISONAL CTL NO.5. Perilaku dibangun atas kebiasaan Perilaku dibangun atas kesadaran diri 8. Waktu belajar siswase-bagian besar dipergu-nakan untuk mengerja-kan buku tugas, men-dengar ceramah, danmengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) 7. TRADISONAL CTL NO.6. Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tsb keliru dan merugikan 11. Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri 10.Keterampilan dikem-bangkan atas dasar latihan Keterampilan dikem-bangkan atas dasar  pemahaman 9. TRADISONAL CTL NO.7. Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. 14. Pembelajaran hanya terjadi dalam kelasPembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting 13. Perilaku baik berdasar-kanmotivasi ekstrinsik Perilaku baik berdasar-kan motivasi intrinsik 12. TRADISONAL CTL NO.8. KOMPONEN CTL Membuat hubungan yang bermakna ( making meaningful connections )antara sekolah dan konteks kehidupan nyata, sehingga siswa merasakan bahwa belajar pentinguntuk masa depannya. Melakukan pekerjaan yang siginifikan ( doing significant work ).Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan, memiliki kepedulian terhadap orang lain, ikut serta dalammenentukan pilihan, dan menghasilkan produk.
 
9. Pembelajaran mandiri ( self-regulated learning ) yang membangun minat individual siswauntuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna denganmengaitkan antara materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari. Bekerjasama ( collaborating )untuk membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka untuk mengerti bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak apa yangditimbulkannya.10. Berpikir kritis dan kreatif ( critical and creative thingking ); siswa diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam pengumpulan, analisi s dan si n tesa data,memahami suatu isu/fakta dan pemecahan masalah. Pendewasaan individu ( nurturing individual) dengan mengenalnya, memberikan perhatian, mempunyai harapan tinggi terhadap siswa danmemotivasinya.11. Pencapaian standar yang tinggi ( reaching high standards ) melalui pengidentifikasian tujuandan memotivasi siswa untuk mencapainya. Menggunakan penilaian autentik ( using authenticassessment ) yang menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru danketerampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang signifikan.12. PENDEKATAN CTL Problem-Based Learning , yaitu suatu pendekatan pembelajaran yangmenggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dankonsep yang esensi dari materi pelajaran. Authentic Instruction , yaitu pendekatan pengajaranyang menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui pengembanganketerampilan berpikir dan pemecahan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata.13. Inquiry-Based Learning ; pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains danmemberi ke-sempatan untuk pembelajaran bermakna. Project-Based Learning ; pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk  pembelajarannya (pengetahuan dan keterampilan baru), dan mengkulminasikannya dalam produk nyata. Work-Based Learning ; pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswamenggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembalidi tempat kerja.14. Service Learning , yaitu pendekatan pembelajar-an yang menyajikan suatu penerapan praktisdari pengetahuan baru dan berbagai keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatmelalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Cooperative Learning , yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangkamemaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.15. IMPLEMENTASI CTL Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkem-bangan mental (developmentally appropriate ) siswa. Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups ). Mempertimbangan keragaman siswa ( disversity of students ).
 
Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa , maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual guru seharusnya;16. Menyediakan lingkungan yang mendukung pembe-lajaran mandiri ( self-regulated learning )dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran berpikir, peng-gunaan strategi dan motivasi berkelanjutan). Memperhatikan multi-intelegensi ( multiple intelli-gences ) siswa. Menggunakanteknik bertanya ( quesioning ) yang meningkatkan pembelajaran siswa, perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.17. Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberikesempatan untuk bekerja, menemukan, dan mengkontruksi sendiri pengetahuan danketerampilan baru ( contructivism ). Memfasilitasi kegiatan penemuan ( inquiry ) agar siswamemperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasilmengingat sejumlah fakta). Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan ( quesioning ).18. Menciptakan masyarakat belajar ( learning community ) dengan membangun kerjasama antar siswa. Memodelkan ( modellin g) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yangsudah dipelajari. Menerapkan penilaian autentik ( authentic assessment ).19. berkaitan dengan faktor peran guru , agar proses pengajaran kontekstual dapat lebih efektif,maka guru seharusnya; Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh siswa.Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secaraseksama. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa, selanjutnya memilih danmengkaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas.20. Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari denganmempertimbangkan pengalaman siswa dan lingkungan kehidupannya . Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengkaitkan apa yang sedang dipelajaridengan pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan sehari-hari , sertamendorong siswa untuk membangun kesimpulan yang merupakan pemahaman siswa terhadapkonsep atau teori yang sedang dipelajarinya. Melakukan penilaian autentik ( authenticassessment ) yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan pemahamanyang mendalam terhadap pembelajarannya, sekaligus pada saat yang bersamaan dapatmeningkatkan dan menemukan cara untuk peningkatan pengetahuannya.21. PENILAIAN AUTENTIK Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yangdiciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswadapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikanmasalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan caramensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->