Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
P. 1
Teror Orde Baru Melalui KOPKAMTIB

Teror Orde Baru Melalui KOPKAMTIB

Ratings: (0)|Views: 212|Likes:
Published by Peter Kasenda
Buku Teror Orde Baru adalah karya pertama yang pernah ditulis untuk menggambarkan kekuatan KOPKAMTIB (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) yang sebenarnya beserta pengaruhnya terhadap perilaku pemerintahan Indonesia (termasuk angkatan bersenjata, kepolisian dan kehakiman) dan masyarakat yang menjadi korban propaganda dan teror. Julie Southwood dan Patrick Flanagan dalam melakukan analisis tidak dimulai dengan seperangkat teori tetapi berdasarkan sekumpulan fakta bagaimana sesungguhnya sistem hukum Indonesia diterapkan – atau cenderung diabaikan oleh orang-orang yang ditunjuk untuk mengaturnya.

Melalui buku Teror Orde Baru, Julie Southwood dan Patrick Flanagan mencoba merangkai fakta bagaimana hukum, propaganda dan teror diciptakan untuk merebut, memanipulasi dan mempertahankan kekuasaan. Propaganda dan teror itu mula-mula dicetuskan lewat pertunjukan kolosal, pembunuhan politik dan pembantaian massal pada 1965. Tahun itu, adalah titik petualangan Soeharto dalam panggung politik nasional. Kegaduhan politik militer yang berujung dengan tewasnya sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat pada pagi hari 1 Oktober 1965 dimanfaatkan Soeharto untuk memuluskan rencana pengambilalihan kekuasaan yang sah. Melalui bukti-bukti yang kuat, kedua sarjana ini berani menyatakan bahwa Soeharto terlibat dalam kudeta. Kudeta Soeharto bermula dengan peristiwa 1 Oktober 1965 dan berakhir secara de facto dengan pengangkatan Soeharto sebagai pejabat Presiden pada 12 Maret 1967 dan penunjukkannya secara resmi sebagai Presiden pada 27 Maret 1968 (Julie Southwood dan Patrick Flanagan, 2013 : 3 ).

Kendati bernafas pendek, kata John Rossa, G30S mempunyai dampak yang penting. Ia menandai awal berakhirnya masa kepresidenan Soekarno, sekaligus bermula masa kekuasaan Soeharto. Sampai saat itu, Soekarno merupakan satu-satunya pemimpin nasional yang paling terkemuka selama dua dasawarsa lebih, yaitu dari sejak ia bersama Mohammad Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Ia satu-satunya presiden negara-bangsa baru ini. Dengan karisma, kefasihan lidah, dan patriotismenya yang menggelora, ia tetap popular di tengah-tengah kekacauan politik dan salah urus perekonomian pascakemerdekaan. (John Rossa, 2008 : 4 ) Menurut RE Elson, penulis biografi politik Soeharto, bahwa Soeharto yang paling bertanggung jawab atas pembantaian massal ini. Ia berkonspirasi menciptakan kondisi yang menyulut balas dendam penuh kekerasaan dan mendorong serta menyetujui pembersihan total PKI di akhir tahun 1965 dan awal 1966, baik yang dilakukan militer maupun masyarakat sipil yang didukung militer. ( RE Elson, 2005 : 242 )
Buku Teror Orde Baru adalah karya pertama yang pernah ditulis untuk menggambarkan kekuatan KOPKAMTIB (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) yang sebenarnya beserta pengaruhnya terhadap perilaku pemerintahan Indonesia (termasuk angkatan bersenjata, kepolisian dan kehakiman) dan masyarakat yang menjadi korban propaganda dan teror. Julie Southwood dan Patrick Flanagan dalam melakukan analisis tidak dimulai dengan seperangkat teori tetapi berdasarkan sekumpulan fakta bagaimana sesungguhnya sistem hukum Indonesia diterapkan – atau cenderung diabaikan oleh orang-orang yang ditunjuk untuk mengaturnya.

Melalui buku Teror Orde Baru, Julie Southwood dan Patrick Flanagan mencoba merangkai fakta bagaimana hukum, propaganda dan teror diciptakan untuk merebut, memanipulasi dan mempertahankan kekuasaan. Propaganda dan teror itu mula-mula dicetuskan lewat pertunjukan kolosal, pembunuhan politik dan pembantaian massal pada 1965. Tahun itu, adalah titik petualangan Soeharto dalam panggung politik nasional. Kegaduhan politik militer yang berujung dengan tewasnya sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat pada pagi hari 1 Oktober 1965 dimanfaatkan Soeharto untuk memuluskan rencana pengambilalihan kekuasaan yang sah. Melalui bukti-bukti yang kuat, kedua sarjana ini berani menyatakan bahwa Soeharto terlibat dalam kudeta. Kudeta Soeharto bermula dengan peristiwa 1 Oktober 1965 dan berakhir secara de facto dengan pengangkatan Soeharto sebagai pejabat Presiden pada 12 Maret 1967 dan penunjukkannya secara resmi sebagai Presiden pada 27 Maret 1968 (Julie Southwood dan Patrick Flanagan, 2013 : 3 ).

Kendati bernafas pendek, kata John Rossa, G30S mempunyai dampak yang penting. Ia menandai awal berakhirnya masa kepresidenan Soekarno, sekaligus bermula masa kekuasaan Soeharto. Sampai saat itu, Soekarno merupakan satu-satunya pemimpin nasional yang paling terkemuka selama dua dasawarsa lebih, yaitu dari sejak ia bersama Mohammad Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Ia satu-satunya presiden negara-bangsa baru ini. Dengan karisma, kefasihan lidah, dan patriotismenya yang menggelora, ia tetap popular di tengah-tengah kekacauan politik dan salah urus perekonomian pascakemerdekaan. (John Rossa, 2008 : 4 ) Menurut RE Elson, penulis biografi politik Soeharto, bahwa Soeharto yang paling bertanggung jawab atas pembantaian massal ini. Ia berkonspirasi menciptakan kondisi yang menyulut balas dendam penuh kekerasaan dan mendorong serta menyetujui pembersihan total PKI di akhir tahun 1965 dan awal 1966, baik yang dilakukan militer maupun masyarakat sipil yang didukung militer. ( RE Elson, 2005 : 242 )

More info:

Published by: Peter Kasenda on Jun 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/17/2015

 
Satar Fksaobk
Rardr Drba Hkru Malklui FDSFKMRIH
Hufu
Rardr Drba Hkru
 kbklk` fkryk partkmk ykon parok` bitulis uotuf maonnkmhkrfko fafuktko FDSFKMRIH (Fdmkobd Samuli`ko Fakmkoko bko Fatartihko) ykon sahaokroyk hasartk paonkru`oyk tar`kbkp parilkfu  pamariotk`ko Iobdoasik (tarmksuf konfktko harsaojktk, fapdlisiko bko fa`kfimko) bko mksykrkfkt ykon maojkbi fdrhko prdpknkobk bko tardr !ulia "dut`#ddb bko Sktri$f %lkoknko bklkm malkfufko koklisis tibkf bimulki baonko saparkonfkt tadri tatkpi harbkskrfko safumpulko &kftk  hknkimkok sasuonnu`oyk sistam `ufum Iobdoasik bitarkpfko ' ktku $aobaruon bikhkifko dla` drkondrkon ykon bituojuf uotuf maonkturoyk
Malklui hufu
Rardr Drba Hkru
, !ulia "dut`#ddb bko Sktri$f %lkoknko mao$dhk markonfki &kftk hknkimkok `ufum, prdpknkobk bko tardr bi$iptkfko uotuf marahut, mamkoipulksi bko mampartk`kofko fafukskko Srdpknkobk bko tardr itu mulkmulk bi$atusfko la#kt partuojufko fdldskl,  pamhuou`ko pdlitif bko pamhkotkiko mksskl pkbk *+ Rk`uo itu, kbklk` titif patuklkonko "da`krtd bklkm pkonnuon pdlitif oksidokl Fankbu`ko  pdlitif militar ykon harujuon baonko ta#ksoyk sajumlk` par#irk tionni Konfktko -krkt pkbk pkni `kri  Dftdhar *+ bimko&kktfko "da`krtd uotuf mamulusfko rao$kok paonkmhilkli`ko fafukskko ykon sk` Malklui hufti hufti ykon fukt, fabuk skrjkok ioi harkoi maoyktkfko hk`#k "da`krtd tarlihkt bklkm fubatk Fubatk "da`krtd harmulk baonko paristi#k  Dftdhar *+bko harkf`ir sa$krk
ba gketd
 baonko paonkonfktko "da`krtd sahknki  pajkhkt Srasibao pkbk . Mkrat *+/ bko paouojuffkooyk sa$krk rasmi sahknki Srasibao pkbk ./ Mkrat *+3 (!ulia "dut`#ddb bko Sktri$f %lkoknko, .;8 5 8 ) Faobkti harok&ks paobaf, fktk !d`o 2dssk, 18;" mampuoyki bkmpkf ykon  paotion Ik maokobki k#kl harkf`iroyk mksk faprasibaoko "dafkrod, safklinus harmulk mksk fafukskko "da`krtd "kmpki skkt itu, "dafkrod marupkfko sktusktuoyk pamimpio oksidokl ykon pklion tarfamufk salkmk buk bksk#krsk lahi`, ykitu bkri sajkf ik harskmk Md`kmmkb 7kttk maonumumfko famarbafkko Iobdoasik Ik sktusktuoyk prasibao oankrk hkonsk hkru ioi -aonko fkrismk, fa&ksi`ko libk`, bko pktridtismaoyk ykon
 
maonnaldrk, ik tatkp pdpulkr bi taonk`taonk` fafk$kuko pdlitif bko sklk` urus parafdodmiko pks$kfamarbafkko (!d`o 2dssk, .;;3 5 > ) Maourut 20 0lsdo, paoulis hidnrk&i pdlitif "da`krtd, hk`#k "da`krtd ykon pklion  hartkonnuon jk#kh ktks pamhkotkiko mksskl ioi Ik harfdospirksi mao$iptkfko fdobisi ykon maoyulut hklks baobkm paou` fafarkskko bko maobdrdon sartk maoyatujui pamharsi`ko tdtkl SFI bi kf`ir tk`uo *+ bko k#kl *++, hkif ykon bilkfufko militar mkupuo mksykrkfkt sipil ykon bibufuon militar ( 20 0lsdo, .;; 5 .>. )
Kmarifk Uarifkt bko Utrktani Samhkonuoko
Fubatk "da`krtd tarsahut maobkpkt bufuonko bkri pamariotk` Kmarifk "arifkt"ahknkimkok fitk fatk`ui, oksidoklisma "dafkrod ykon koti impariklis subk` harsaharkonko baonko fapaotionko Kmarifk "arifkt Hkni  pkrk parao$kok fahijkfko iotalajao bko -apkrtamao 9ukr :anari Kmarifk "arifkt bi hk#k` -ullas Harskubkrk, "dafkrod kbklk` prdbuf tarhkif fdmuoisma Malklui sajumlk` rujufko, fabuk skrjkok ioi maouojuffko hufti maonaoki fatarlihktko 6IK bklkm fubatk "da`krtd bko pamhkotkiko mksskl *+ Maourut mkjklk`
Rima,
 paonnulionko "dafkrod kbklk` haritk ksion tarhkif ykon bituonnu salkmk hartk`uotk`uo bi Ksik < 7krus bikfui hatkpk maonamhirkfko mamhk$k haritk pkrk pamubk Islkm mamhkfkr fkotdr puskt SFI uotuf sahuk` paruhk`ko skmhil maoarikffko <!kyklk` Kmarifk,= tulis sahuk` abitdrikl bi
R`a E`ieknd Rrihuoa
 ' sakfko fajk`ktko kotifdmuois ykon bilkfufko Kmarifk "arifkt bi Iobd6iok bko #ilkyk` lkiooyk bi buoik tibkflk` $ufup-ufuonko Kmarifk "arifkt tar`kbkp fubatk bko pamariotk`ko "da`krtd bklkm fdotafs par#ujubko kfsi kotifdmuoisoyk bi Iobd6iok maojkbi  par`ktiko hkni sajumlk` ilmu#ko Kmarifk "arifkt Harbirioyk ra?im  pamariotk`ko "da`krtd ykon prd Kmarifk "arifkt talk` mamparfukt fatarnkotuonko K" pkbk Iobdoasik Iobdoasik bijkbifko pdrds fahijkfko kotifdmuois K" bi Ksik ' tarutkmk sajkf kmhrufoyk $itrk militar bi Iobd  '6iok pkbk */ -i skmpion itu fafkykko klkm Iobdoasik ykon maliputi mioykf humi, nks, timk`, hkufsit, hktuhkrk, amks, parkf, parmktk, mkonko, &ds&kt, oifal, tamhknk, fkrat, fdpi, mioykf falkpk sk#it, tamhkfku, nulk, falkpk, rampk`rapk` bko fkyu, Iobdoasik sajkf lkmk bili`kt Kmarifk "arifkt ykon fkpitklis sahknki `kbik` tarhaskr bi fk#ksko Ksik Raonnkrk bko harupkyk maonusir Halkobk bko Ionnris bkri saftdrsaftdr prdbufsi mioykf humi bko fkrat
.
 
sajkf Sarkon -uoik I "alkio mioykf humi bko nks klkm, Kmarifk junk skonkt harnkotuon pkbk pksdfko hk`kohk`ko maotk` Iobdoasik ykon  haroilki strktanis, hkif sa$krk afdodmi mkupuo militar Mali`kt sarkonfkiko &kftk ioi, `ksrkt K" satalk` maonnkotifko Halkobk kbklk` maojknk `kbik` tarhaskr bi fk#ksko tarsahut bkri ko$kmko fdmuois ( !ulia "dut`#ddb bko Sktri$f %lkoknko, .;85 . ' / ) Rujuko utkmk ra?im "da`krtd kbklk` malkonnaonfko fafukskko 4otuf itu, stkhilitks parafdodmiko ykon ndyk` pkbk *+ parlu sanark bipuli`fko knkr klkt falamhknkko fafukskko bkpkt bipartk`kofko safklinus biparfukt 2a?im maoaotufko sdlusioyk saobiri malklui paoionfktko paokokmko mdbkl ksion, fatarnkotuonko paobkpktko bkri mioykf, iobustriklisksi ykon hardriaotksi afspdr sartk hkotuko ksion -aonko fktk lkio, ioi harkrti raprasi bitionfktfko Skbk bkskroyk, strktani pamhkonuoko afdodmi ra?im "da`krtd tibkf mamharifko rukon pkbk dpdsisi ykon sahaokroyk Samariotk` Drba Hkru maokonnkpi prdtas bko parhabkko paobkpkt baonko fafarkskko fkraok  hknkimkokpuo junk, palkonnaonko
 stktus qud
 kbklk` prksykrktoyk -ami
 stktus qud
, fafukskko tarpuskt biharlkfufko Fatartihko maojkbi prksykrkt bko skrkok uotuf mampartk`kofko pamariotk` Drba HkruIostrumao fafukskko binuokfko sa$krk f`usus dla` pamariotk` ktks okmk fatartihko Ioi kbklk` fuo$i uotuf mamk`kmi haotuf lkio fafarkskko ykon maokobki ralksi fuksk Drba Hkru "alkio bijkbifko iostrumao uotuf malkonnaonfko fafukskko, <fatartihko= bibaonuonfko harfklifkli sahknki tujuko pamariotk` !kbi, "da`krtd harkbk bi tkmpuf fafukskko harhafkl mkobkt Srasibao "dafkrod uotuf mamuli`fko fakmkoko bko fatartihko Samariotk` fioi mao$iptkfko `uhuonko ratdrif kotkrk fakmkoko bko fatartihko, sartk fasajk`tarkko hkni saluru` rkfykt ' sasuki ibadldni pamhkonuoko :kmuo, sikpk puo ykon maobufuonoyk bko bklkm famksko kpk puo ' aotk` itu, fabkmkiko, fasalkrksko, stkhilitks, fasajk`tarkko, fakmkoko bko fatartihko `koyklk` au&isma uotuf malkonnaonfko fafukskko "istam fafukskko bi Iobdoasik malihktfko harhknki faldmpdf bko lamhknk ykon tujukooyk farkp hartaotkonko baonko marafk ykon kbk bi lionfkrko ra?im Itu sahkhoyk, lamhknk `ufum harbiri harbkmpionko baonko hkbko fakmkoko iotaljao ykon hahks maojklkofko fafukskko tkopk fafkonko fdositusi 2a?im maoyktkfko hk`#k marafk maoankffko fdositusi bko  pkbk skkt ykon skmk, malkonnkroyk Sarsibkonko pdlitif binalkr okmuo
8

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->