Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Trauma Capitis 1

Trauma Capitis 1

Ratings: (0)|Views: 11 |Likes:

More info:

Published by: Ari Wahyuni Khurdiah on Jun 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

 
POSTED BY HARIS RATI POSTED ON 5:25 PM WITHNO COMMENTS 
ASKEP T
RAUMA CAPITIS (CEDERA KEPALA)
  A. Latar Belakang
Dengan berkembangnya teknologi di berbagai bidang kehidupan, tidak berarti bahwa resikotinggi kecelakaan pada manusiapun tidak ada. Banyak kecelakaan yang terjadi sebagai akibatdari aktivitas sehari-hari. salah satu trauma yang memiliki tingkat resiko paling tinggi ialahresiko cedera kepala, karena sangat berkaitan erat dengan susunan saraf pusat yang berada dirongga kepala.
 
Data statistik menunjukkan bahwa tingkat trauma kepala sangat tinggi yang diakibatkansebagai akibat kurang kewaspadaan dari masing-masing individu. Dari semua kasus cederakepala di Amerika Serikat 49% disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas (sepeda motor) dan jatuh merupakan penyebab ke dua (keperawatan kritis, Hudak & Gallo) serta dua kali lebih besar pada pria dibandingkan wanita sedangkan di Indonesia belum ada penelitian yangmenunjukkan presentasi kematian yang diakibatkan oleh cedera kepala, tetapi dari pengamatan yang dilakukan banyak kasus cedera kepala disebabkan oleh kecelakaan lalulintas.
 
Cedera kepala ringan pada umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas sehinggamasyarakat tidak langsung mencari bantuan medis, padahal sekecil apapun trauma di kepala bisa mengakibatkan gangguan fisik, mental bahkan kematian.
 
Untuk mengantisipasi keadaan di atas maka masyarakat harus diberi penyuluhan-penyuluhanuntuk meningkatkan kewaspadaan terhadap trauma kepala.
 
Peran dari berbagai pihak seperti kepolisian sangat penting karena kecelakaan terjadi biasanya didahului dengan pelanggaran lalu lintas, sehingga pendidikan, tata tertibdi jalanraya perlu ditingkatkan.
 
Oleh karena itu peran perawat tidak kalah pentingnya dalam penanganan trauma kepalakarena perawat bisa melakukan penyuluhan maupun tindakan observasi untuk menurunkanangka kematian yang disebabkan oleh cedera kepala.
 
B. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
 
1. Agar lebih memahami secara mendalam tentang trauma kapitis sehingga dapat memberi perawatan yang akurat pada pasien.
 
2. Memperoleh pengalaman nyata dan menghubungkan dengan teori yang telah didapat.C. Metode PenulisanMetode penulisan makalah ini menggunakan :
 
1. Studi kepustakaan dengan mempelajari literatur yang berhubungan dengan TraumaKapitis.
 
2. Studi kasus yaitu dengan pengamatan langsung pada pasien trauma kapitis.
 
D. Sistematika Penulisan
 
 
Terdiri dari 5 bab yang diawali dengan kata pengantar dan daftar isi. Dalam Bab I memuatlatar belakang, tujuan, metode dan sistematika penulisan. Bab II berisi tentang tujuan teoritis;konsep medik meliputo definisi, anatomi fisiologi, etiologi, patofisiologi, test diagnostik,terapi dan pengelolaan medik serta komplikasi. Sedangkan konsep asuhan keperawatan : pengkajian, diagnosa perawatan, perencanaan keperawatan dan perencanaan pulang. Bagianakhir bab II berisi tentang patoflowdiagram. Bab III pengamatan kasus, memuat tentangkasus yang diamati di lapangan dan pengkajian sampai evaluasi termasuk nilai laboratoriumdan obat-obatan yang diberikan. Bab IV pembahasan kasus menghubungkan antara teori dankasus yang diamati. Bab V berisi kesimpulan setelah mengamati pasien dilapangn dan teori.Bagian akhir dilampirkan daftar pustaka yang menjadi referansi dalam penyususnan makalahini.
 
BAB II
 
TINJAUAN TEORITIS
 
A. Konsep Dasar Medik 
 
I. Definisi
 
Trauma Capitis adalah cedera kepala yang menyebabkan kerusakan pada kulit kepala, tulangtengkorak dan pada otak. (Brunner and Suddarth Medikal Surgical Nursing).
 
II. Anatomi Fisiologi
 
Otak merupakan satu alat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer darisemua alat tubuh. Otak terdapat dalam rongga tengkorak yang melindungi otak dari cedera.
 
Berdasarkan daerah atau lobusnya otak terbagi menjadi 4 lobus yaitu : frontalis (untuk  berpikir) temporalis (menerima sensasi yang datang dari telinga), parietalis (sensasi perabaan, perubahan temperatur) oksipitalis (menerima sensasi dari mata).
 
Otak selain dilindungi oleh tengkorak juga dilindungi selaput yang disebut munigen berupa jaringan serabut penghubung yang melindungi, mendukung dan memelihara otak. Munigenterdiri dari 3 lapisan yaitu:
 
1. Durameter 
 
Membran luar yang liat, tebal, tidak elastis.Dura melekat erat dengan permukaan dalamtengkorak oleh karena bila dura robek dan tidak segera diperbaiki dengan sempurna makaakan timbul berbagai masalah. Dura mempunyai aliran darah yang kaya. Bagian tengah dan posterior di suplay oleh arteri munigen yang bercabang dari arteria karotis interna danmenyuplay fasa arterior arteria munigen yaitu cabang dari arteria oksipitalis menyuplay darahke fasa posterior.
 
2. AraknoidMerupakan bagian membran tengah bersifat tipis, halus, elastis dan menyerupai sarang laba-laba. Membran ini berwarna putih karena tidak dialiri darah. Pada dinding araknoid terdapat pleksus khoroid yng bertanggung jawab memproduksi cairan serebrospinal (CSS). Terdapat juga membran araknoid villi yang mengabsorbsi CSS. Pada orang dewasa normal CSS yangdiproduksi 500 ml perhari, tetapi 150 ml diabsorbsi oleh villi.
 
3. Piamater 
 
 
4. Membran yang paling dalam, berupa dinding yang tipis, transparan yang menutupi otak dan meluas ke setiap lapisan daerah otak dan sangat kaya dengan pembuluh darah.
 
Otak merupakan organ kompleks yang dominasi cerebrum. Otak merupakan struktur kembar yaitu lateral simetris dan terdiri dari 2 bagian yang disebut hemisferium.
 
Belahan kiri dari cerebrum berkaitan dengan sisi kanan tubuh dan belahan kanan cerebrum berkaitan dengan sisi kiri tubuh.
 
Otak terbagi menjadi 3 bagian besar :
 
1. Cerebrum (otak besar)
 
Serebrum terdiri dari dua hemisfer dan empat lobus. Substansia grisea terdapat pada bagianluar dinding serebrum dan substansia alba menutupi dinding serebrum bagian dalam. Pada prinsipnya komposisi substansia grisea yang terbentuk dari badan-badan sel saraf memenuhikortex serebri, nukleus dan basal gangglia. Substansia alba terdiri dari sel-sel syaraf yangmenghubungkan bagian
 – 
 bagian otak yang lain. Sebagian besar hemisfer serebri (telesefalon)tensi jaringan SSP. Area inilah yang mengontrol fungsi motorik tertinggi yaitu terhadapfungsi individu dan intelegensia.
 
2. Batang otak (trunkus serebri), terdiri dari :
 
• Diensefalon, bagian batang otak paling atas terdapat di antara serebelum dan mesens
epalon.Diensepalon berfungsi untuk vasokontruktor (mengecilkan pembuluh darah), respiratory(membantu proses pernapasan), mengontrol kegiatan reflek dan membantu pekerjaan jantung.
 
• Mesensefalon, berfungsi sebagai membantu pergerakan mata dan mengangkat
kelopak mata, memutar mata dan pusat pergerakan mata.
 
• Pons varoli, sebagai penghubung antara kedua bagian serebellum dan juga medula
oblongata dengan serebellum pusat saraf nervus trigeminus.
 
• Medula oblongata, bagian batang otak yang paling bawah yang
 berfungsi untuk mengontrol pekerjaan jantung, mengecilkan pembuluh darah, pusat pernapasan dan mengontrol kegiatanrefleks.
 
• Serebelum
 Terletak dalam fosa kranii posterior dan ditutupi oleh duramater yang menyerupai atap tendayaitu tentoreum yang memisahkan dari bagian posterior serebrum.
 
Semua aktivitas serebrum berada dibawah kesadaran fungsi utamanya adalah sebagai pusatrefleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tenus-tenuskekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh.
 
• Diensefalon
 
Istilah yang digunakan untuk menyatakan struktur-struktur disekitar vertikel dan membentuk inti bagian dalam serebrum. Diensefalon memproses rangsang sensorik dan membantumemulai atau memodifikasi reaksi tubuh terhadap rangsang-rangsang tersebut.
 
Diensefalon dibagi menjadi 4 wilayah yaitu :
 
a. TalamusBerfungsi sebagai pusat sensorik primitif (dapat merasakan nyeri, tekanan, rabaan getar dansuhu yang ekstrim secara samar-samar).
 
Berperan penting dalam integrasi ekspresi motorik oleh karena hubungan fungsinya terhadap pusat motorik utama dalam korteks motorik serebri, serebelum dan gangglia basalis.
 
 b. Hipotalamus

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->