Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penggunaan Electronic Ballast Untuk Lampu Fluorescent

Penggunaan Electronic Ballast Untuk Lampu Fluorescent

Ratings: (0)|Views: 1,338 |Likes:
Published by Rizky Achmad Fauzi

More info:

Published by: Rizky Achmad Fauzi on May 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2011

pdf

text

original

 
www.electricfilestation.blogspot.com|reddevil_electric.pr06@rocketmail.com
PenggunaanElectronicBallast Untuk LampuFluorescent
Lampu fluorescent lebih dikenal sebagai lampu TL. Lampu penerangan jenis ini lebih banyak dipakai karendaya yang dipakai relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan lampu bolam. Selain itu lampu TL juga lebih dingin daripada lampu bolam dengan pemakain daya yang sama.
Penggunaan lampu fluorescent, dan selanjutnya disebut lampu TL ini penggunaannya sudah sangat luasdan sangat umum baik untuk penerangan rumah ataupun penerangan pada industri-industri. Keuntungan darilmapu TL ini, seperti yang telah disebutkan di atas adalah menghasilkan cahaya output per watt daya yangdigunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (
incandescent lamp 
).Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahayasebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamentungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampubolam adalah 53 : 16. Effiesiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengandaya listrik yang digunakan.Walaupun lampu TL mempunyai keuntungan yang besar yaitu pada penghematan daya, lampu TL jugamempunyai kerugian. Kerugian lampu TL adalah :
ü
Besarnya biaya pembelian satu set lampu TL
ü
Tempat yang digunakan oleh satu set lampu TL lebih besar.Oleh karena lampu TL standard measih mempunyai kelemahan seperti yang disebutkan di atas makadengan electronic ballast tempat yang digunakan oleh sebuah lampu TL standar dapat diperkecil sehinggamenyamai tempat yang digunakan oleh sebuah lampu bolam. Selain itu dengan electronic ballast dapatmengatasi adanya flicker yang disebabkan karena turunnya frekuensi tegangan supplai.Gambar 1 Blok Diagram Lampu TL StandarOperasi lampu TL standar hanya membuthkan komponen yang sangat sedikit yaitu : Ballast (berupainduktor), starter, dan sebuah kapasitor (pada umumnya tidak digunakan) dan sebuah tabung lampu TL.Konstruksi ini dapat dilihat pada gambar 1.Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gasini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron pada gas tersebut bergerak dan memendarkanlapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL.Starter merupakan komponen penting pada sistem lampu TL ini karena starter akan menghasilkan suatupulsa trigger agar ballast dapat menghasilkan spike tegangan tinggi. Starter merupakan komponen bimetalyang dibangun di dalam sebuah tabung vacuum yang biasanya diisi dengan gas neon.
Operasi LampuTL Standar
Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung startersudah cukup utuk menyebabkan gas nenon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga
 
www.electricfilestation.blogspot.com|reddevil_electric.pr06@rocketmail.com
menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘
closed’ 
sehingga gas neon didalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter
closed 
’ ini terdapat aliran arus yang memanaskanfilamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebutakan ‘
open 
kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkanterdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TLtersebut..Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip. Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasipenuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :Jika proses ‘
starting up 
’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukupuntuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter
closed 
’. Dan seterusnyasampai lampu TL ini masuk pada kondisi
steady state 
yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm. Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi
steady state 
’. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansitabung lampu TL.Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starterberubah kondisi dari ‘
closed 
’ ke ‘
open 
’ terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga teganganyang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.
ElectronicBallast
Pada prinsipnya kontroller lampu TL (sering disebut sebagai ballast elektronic) terdiri dari komponenyang memberikan arus dengan frekuensi tinggi di atas 18KHz. Frekuensi yang biasa dipakai adalah frekuensi20KHz sampai 60KHz.Aplikasi ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu :
ü
Meningkatkan rasio perbandingan konversi daya listrik ke cahaya yang dihasilkan.
ü
Tidak terdeteksinya kedipan oleh mata karena kedipannya terjadi pada frekuensi yang sangat tinggisehingga tidak dapat diikuti oleh kecepatan mata.
ü
Ballast elektronik ringan.Tetapi dari keuntungannya tersebut ditebus dengan kerumitan rangkaian jika dibandingkan denganballast konvensional. Pada elektronik ballast terdapat 3 macam tipe yang sering digunakan yaitu :
ü
Flyback inverter
ü
Rangkaian Current source Resonant
ü
Rangkaian Voltage source resonant
 
www.electricfilestation.blogspot.com|reddevil_electric.pr06@rocketmail.com
Gambar 2 Blok Diagram Ballast Elektronik 
Flyback Inverter
Tipe ini tidak terlalu populer karena adanya pendekatan transien tegangan tinggi sehingga berdampak langsung dengan penggunaan tegangan rangkaian tegangan tinggi begitu pula dengan penggunaan komponen-komponen transistor untuk tegangan tinggi.Selain itu rangkaian flyback akan menurunkan efisiensi transistor karena kerugian pada saat switching .Kerugian yang utama yaitu flyback inverter akan menghasilkan tegangan berbentuk kotak dan arus berbentuk segitiga. Tegangan dengan bentuk gelombang seperti ini tidak cukup baik untuk lampu TL. Agar rangakaianini dapat menghasilkan sinyal berbentuk sinus maka perlu ditambahkan komponen induktor dan kapasitor.Gambar 3 Blok Diagram Flyback Inverter
RangkaianCurrent SourceResonant
Untuk rangkaian dengan menggunakan teknik ini membutuhkan komponen tambahan induktor yangdinamakan
feed choke 
. Komponen ini juga harus menggunakan transistor tegangan tinggi. Oleh karena iturangkaian ballast elektronik ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Komponen transistor yang digunakanharus mempunyai karakteristik tegangan breakdown (V
BR
harus lebih besar dari 784 volt dan harus mampumengalirkan arus kolektor sebesar 1 sampai 2A.

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jakop hutapea liked this
Rafran Rosly liked this
Rafran Rosly liked this
Wilson Rafael liked this
Su- Arni liked this
luqman_H liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->