GAYA DESAIN RANGKAIAN BUNGA
WATER FALL / AIR TERJUNBanyak orang yakin bahwa
water fall
adalah gaya desain baru, tetapi pengaruh desain ini bisa dilacak kembali dari awal tahun 1900-an. Wajah / penampilan
water fall
pertama kalidiciptakan untuk karangan bunga upacara perkawinan di Eropa pada awal abad itu dan sekarangmenikmati kebangkitan daya tariknya lagi sebagai suatu penyusunan kontainer. Gaya itu ditandaioleh suatu aliran bahan yang curam dalam suatu air terjun kecil yang diperpanjang. Bahan-bahanyang mengalir, seperti
bear grass
(rumput beruang, asparagus sprengeri dan plumose digunakanuntuk menciptakan efek menetes/mengucur dari atas. Bahan-bahan reflektif (memantulkan cahaya)seperti Bouillon, shard (bejana kaca) nilon kecil, benang metalik sering digunakan untuk menangkap cahaya yang mendebur (seperti pukulan ombak) dari suatu air terjun. Penunjuk darigaya ini adalah pelapis-lapisan bahan-bahan untuk menciptakan kedalaman. Benang woll/yarn, bulu-bulu dan bahan-bahan yang mengalir denganlembut dapat pula dipakai dalam desain ini.Desain air terjun ini ditekankan dengan mawar stardard putih. Komposisi air terjundigambarkan secara demikian rumit dengan bahan-bahan kecil yang beberapa aksen/tekanannyadiperlukan untuk membuat desain itu menyenangkan dari segi keindahan.a-busa bunga ditambahlebih dari normalnya untuk menampung jumlah penempatan dan sudut batang-batang. Penempatanmawar putih adalah santai dan tanpa pola, seolah-olah penempatan itu telah terjadi secara alami.Semua bahan mengalir dengan arah yang sama dari kumpulan bunga-bunga pada bagian belakangkontainer.INTERPRETIVE WATER FALL (AIR TERJUN PENAFSIRAN)Penafsiran gaya air terjun yang mengalir ke bawah adalah cerah dan merupakan desainklasik yang bersemangat. Bahan-bahan segar mengalir dalam satu arah dari suatu kumpulan buah &dedaunan. Garis lengkung yang dramatis dari bear grass memberi penempatan bunga-bunga seolah-olah ini adalah semburan air yang berdebur dari batu dibawahnya. Warna-warna bunga & buahdipilih untuk meramu dan menyatukan hisasan di tengah meja itu.PHOENIXGaya ini mengambil namanya dari burung dalam cerita fable yang hidup selama 500 tahun,kemudian menghancurkan dirinya sendiri dengan membakar dirinya sendiri & bangkit dari abunyauntuk menjadi hidup lagi. Desain Phoenix adalah regenerasi dari bentuk bundar denganledakan/semburan bahan-bahan dari pusatnya. Penyusunan dasarnya adalah suatu desain tradisional jari-jari roda/radial yang kompak, dengan sangat sedikit jarak antar bunga-bunga. Gayanya segar dan menarik perhatian : kelahiran kembali bentuk tradisional.
Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa TimurPage 3