Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Industri & Kebijakan

Industri & Kebijakan

Ratings: (0)|Views: 139|Likes:
Published by Rayzameel Muhammad

More info:

Published by: Rayzameel Muhammad on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/19/2014

pdf

text

original

 
PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KEBIJAKANNYAPendahuluan
Dalam menghadapi era persaingan global tidak ada pilihan selainmeningkatkan daya saing nasional. Untuk mempertahankan dan meningkatkan dayasaing nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkesinambungandiperlukan suatu arah kebijakan pembangunan nasional dengan paradigma baru.Era reformasi yang berkembang sejak 1998 telah membawa banyak perubahan diberbagai bidang. Pemusatan kekuatan ekonomi nasional pada sekelompok tertentutelah surut seiring dengan terjadinya krisis ekonomi dan moneter. Paradigmapembangunan ekonomi yang semula lebih berorientasi pada pertumbuhan industriberskala besar telah bergeser kepada pembangunan ekonomi yang lebih ditekankanpada ekonomi kerakyatan. Perubahan paradigma tersebut telah berpengaruhterhadap proses pemulihan ekonomi yang tercermin dari beberapa indikatoekonomi.Berdasarkan data BPS, PDB pada tahun 2000 tumbuh sebesar 4.77% biladibandingkan dengan tahun 1999. Tingkat inflasi tahun 2000 sebesar 9.35%. Dalam APBN 2000, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 3.8%, inflasi 4.8%, hargaminyak mentah US$20 per barrel dan nilai tukar Rupiah sebesar Rp.7.000,- per dollar. Meskipun keadaan perekonomian menunjukkan perbaikan, namun Indonesiamasih dihadapkan pada tantangan dasar, yaitu belum pulihnya kondisi ekonomisebagaimana sebelum krisis, sehingga perlu diupayakan kebijakan ekonomi danpolitik yang saling mendukung.Pengembangan industri berkeunggulan kompetitif sangat penting untukmenghadapi persaingan ketat, baik di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. Berkaitan dengan itu makaperlu ditingkatkan jaminan mutu dan layanan produk dalam negeri melaluikemampuan penguasaan teknologi, efisiensi melalui peningkatan produktivitas, sertapengembangan jaringan usaha terkait guna mendukung proses ke arah spesialisasikegiatan. Sementara itu, untuk mewujudkan struktur produksi dan distribusi yangkukuh dan berkelanjutan, maka pengembangan industri mencakup pengembanganseluruh mata rantai kegiatan produksi dan distribusi dari sektor penyedia bahanbaku, pengolahan, hingga sektor jasa (primer, sekunder, dan tersier). Sehubungan1
 
itu, seluruh basis produksi dan distribusi perlu ditata kembali secara terpadu dandikembangkan secara sinergis dengan memanfaatkan secara optimal keunggulankomparatif. Dalam rangka mengkonsolidasikan pembangunan sektor primer,sekunder, dan tersier termasuk keseimbangan persebaran pembangunannyaditempuh pendekatan klaster industri. Melalui pendekatan ini diharapkan polaketerkaitan antar kegiatan, baik di sektor industri sendiri (keterkaitan horisontal)maupun antar sektor industri dengan seluruh jaringan produksi dan distribusi terkait(keterkaitan vertikal_ akan dapat secara responsif menjawab tantangan persainganglobal yang semakin ketat.Dengan mengacu kepada GBHN dan Propenas tahun 2000-2004,pembangunan industri dan perdagangan dilaksanakan dengan
visi
, yaitu
padatahun 2020 Indonesia telah menjadi negara industri baru yang bertumpu padapotensi nasional bangsa niaga yang tangguh
. Sebagai negara industri baru yangbertumpu pada potensi nasional diharapkan Indonesia mempunyai struktur industriyang kokoh dan seimbang, berdaya saing tinggi, bertumpu pada sumber daya alamyang tersedia dan sumber daya manusia industrial yang berkualitas, serta mampumeningkatkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi tinggi. Sebagai bangsaniaga yang tangguh, Indonesia harus mampu menciptakan peluang pada kondisiglobal sehingga mampu bersaing baik di pasar dalam maupun di luar negeri.
1.Pembangunan Industri
Industrialisasi adalah suatu proses yang mampu menghadapimasyarakat agraris yang statis menjadi masyarakat industri yang lebih dinamis.Biasanya proses tersebut dianggap sebagai syarat perlu untuk mencapaipertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan kesempatan kerja yang lebihbesar, menyediakan kebutuhan dasar manusia untuk mencapai pertumbuhanekonomi yang tinggi, mengubah struktur ekonomi menjadi lebih seimbang sertamenjadikan sebagai suatu wahana agar terjadi perubahan sosial psikologis dankelembagaan ke arah yang lebih baik.Pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan nasional,sehingga derap pembangunan industri harus mampu memberikan sumbanganyang berarti terhadap pembangunan ekonomi, budaya maupun sosial politik.Oleh karenanya, dalam penentuan tujuan pembangunan sektor industri, bukan2
 
hanya ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan di sektor industrisaja, tetapi sekaligus juga harus mampu turut mengatasi permasalahan nasional.Masalah Nasional yang sedang mengemuka di antaranya: tingginyaangka pengangguran dan kemiskinan, rendahnya pertumbuhan ekonomi,melambatnya perkembangan ekspor Indonesia, lemahnya sektor infrastruktur,dan tertinggalnya kemampuan nasional di bidang penguasaan teknologi.Berbagai masalah pokok yang sedang dihadapi oleh sektor industri yaitu:1.Ketergantungan yang tinggi terhadap impor baik berupa bahan baku, bahanpenolong, barang setengah jadi dan komponen.2.Keterkaitan antara sektor industri dan sektor industri dengan sektor ekonomilainnya relatif masih lemah.3.Struktur industri hanya didominasi oleh beberapa cabang industri yangtahapan proses industrinya pendek.4.Ekspor produk industri didominasi oleh hanya beberapa cabang industri.5.Lebih dari 60% kegiatan sektor industri terletak di Pulau Jawa.6.Masih lemahnya peranan kelompok industri kecil dan menengah (IKM)dalam sektor perekonomian.
2.Arah Pembangunana.Pembangunan Industri Jangka Menengah
 Arah kebijakan pembangunan industri nasional mengacu kepada
agenda dan prioritas pembangunan nasional Kabinet Indonesia Bersatu
dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional(RPJMN) tahun 2004-2009 (Peraturan Presiden No.7 Tahun 2005), yakni :(1)Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai,(2)Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis, dan(3)Mewujudkan Indonesia yang Lebih Sejahtera.Khususnya arah pembangunan industri tertuang dalam RPJMN Bab18 Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur. Di samping itu,pembangunan industri harus mengacu kepada amanat pembangunanbangsa yang termuat dalam konstitusi, dengan menganut azas-azas yang3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->