yang sama. Jadi kita bisa mengganggapmobil seperti partikel alias titik.Ketika sebuah benda melakukangerak rotasi, kecepatan linear setiap bagian benda berbeda-beda. Bagian benda yangada di dekat sumbu rotasi bergerak lebih pelan (kecepatan linearnya kecil),sedangkan bagian benda yang ada di tepi bergerak lebih cepat (kecepatan linear lebih besar). Jadi , tidak bisa menganggap benda sebagai partikel karena kecepatanlinear setiap bagian benda berbeda-bedaketika ia berotasi. Dan kecepatan sudutsemua bagian benda itu sama.Untuk memudahkan dalammemahami momen inersia, tinjau sebuah partikel yang melakukan gerak rotasi,seperti dalam gambar 1.Gambar 1. Sebuah partikel berotasimengelilingi sumbu yang berpusatdititik OMisalnya sebuah partikel bermassam diberikan gaya F sehingga ia melakukangerak rotasi terhadap sumbu O. Partikel itu berjarak r dari sumbu rotasi. mula-mula partikel itu diam (kecepatan = 0). Setelahdiberikan gaya F, partikel itu bergerak dengan kecepatan linear tertentu. Mula-mula partikel diam, lalu bergerak (mengalami perubahan kecepatan linear)setelah diberikan gaya. Dalam hal ini benda mengalami percepatan tangensial.Percepatan tagensial merupakan percepatan linear partikel ketika berotasi.Kita bisa menyatakan hubunganantara gaya (F), massa (m) dan percepatantangensial (a
t
), dengan persamaan HukumII Newton :
tan
................... (1)Karena partikel itu melakukan gerak rotasi,maka ia pasti mempunyai percepatansudut. Hubungan antara percepatantangensial dengan percepatan sudutdinyatakan dengan persamaan :Dengan memasukkan persamaankecepatan tangensial ke persamaan (1),didapatkan:Apabila mengalikan kedua ruas dengan r,maka:Karena ruas kiri merupakan persamaantorsi, maka:mr
2
adalah momen inersia partikel bermassa m, yang berotasi sejauh r darisumbu rotasi. persamaan ini jugamenyatakan hubungan antara torsi, momeninersia dan percepatan sudut partikel yangmelakukan gerak rotasi. Istilah kerennya,ini adalah persamaan Hukum II Newtonuntuk partikel yang berotasi.Jadi Momen Inersia partikelmerupakan hasil kali antara massa partikelitu (m) dengan kuadrat
jarak tegak luru
s