• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
TINJAUAN TENTANG SYARI\u2019AT ISLAM
Muqaddimah

Menegakkan Syari\u2019at Islam dalam kehidupan sehari-hari adalah sesuatu yang harus dilaksanakan karena demikianlah yang diperintahkan Allah kepada setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan.

Allah berfirman :
\ue000\ue000
\ue001\ue002\ue001 \ue000
\ue001
\ue002
\ue000 \ue000\ue003
\ue004
\ue001\ue005 \ue000\ue003
\ue006
\ue005
\ue003
\ue000\ue006
\ue006
\ue003
\ue001
\ue004\ue000\ue003
\ue000
\ue000\ue006 \ue003
\u201cDan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu\u2019min dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mu\u2019min, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain), tentang urusan
mereka...\u201d(Q.S. Al-ahzab/33:36)1.
Demikian pula Rasulullah Saw jauh hari telah mengingatkan kita akan
wajibnya berhukum hanya kepada apa yang beliau bawa sebagaimana sabdanya:
\u0650\u0647 \u0650
\u0628 \u064f\u062a\u0626\u0650\u062c\u0627\u064e\u0645\u0650
\u0644 \u064f\ue000\ue001\u064e
\u0648\u064e
\ue002\u064f\u0639\u0650
\ue003\u0651\ue004\u064e\u064a \u0649\u0651\ue004\u064e\u062d \ue005\u064f\u0643 \u064f\u062f\u064e\u062d\u064e
\ue001\u064f
\u0646\u0650\ue006\u0624\u064f
\u064a\u064e\ue007.
\u201cSalah seorang diantara kamu tidak beriman sebelum hawa nafsunya mengikuti
apa yang aku bawa\u201d2.
Di sini sangat jelas bahwa iman seseorang tidak sempurna kecuali jika beriman
kepada Allah, rela kepada keputusannya dalam masalah kecil maupun besar,
1

Ketika menafsirkan \u201can yakuna lahum alhiyaratu min amrihim\u201d Muhammad Ali Ash-Shobuni mengutip keterangan Ibnu Katsir, bahwa ayat ini bersifat umum bagi semua urusan, maka apabila Allah dan rasul-nya menetapkan sesuatu maka tidak ada perslisihan, pilihan, pendapat, dan perkataan selainnya.Ibid. hal. 527

2

An-Nawawy berkata hadits ini shahih dan menyebutkan dalam kitabnya \u201cAl-Arba\u2019in\u201d meriwayatkannya dari kitab \u201cAl-Hujjah\u201d, diriwayatkan oleh As-syeeikh Abu Fath Nashr bin Ibrahim Al-Magdisi As-Syafi\u2019i. Lihat Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Op. Cit. hal 32. Lihat juga Shalih bin Ghanim As-Sadlan, Aplikasi Syari\u2019at Islam, Jakarta: 2002, Darul Falah, terj. Kathur Suhardi, Cet. I, hal. Xi. Yang mengutip dari Syarhus-sunnah, Al-Baghawy, 1/213. menurut Muhaqqiqnya, isnad hadis ini dha\u2019if karena kedha\u2019ifan Nu\u2019aim bin Hammad Al- Khuza\u2019y.

1
berhukum kepada syari\u2019at-Nya dalam segala masalah, baik yang berkaitan jiwa, harta,
dan kehormatan3.

Selain ayat-ayat, hadis dan keterangan ulama diatas masih banyak ayat lain yang memerintahkan umat Islam agar menjalankan Syari\u2019atIslam dan menegakkannya di muka bumi ini dan menjadikannya sebagai sumber hukum. Maka dari sini penerapan Syariat Islam bagi umat Islam merupakan sesuatu yang mendesak untuk segera dilaksanakan4.

1. Syari\u2019at Islam

Syaria\u2019at Islam merupakan keseluruhan dari ajaran agama Islam (add\u00eenul k\u00e2mil)
sebagai jalan hidup yang digariskan oleh Allah Swt, seperti yang disampaikan kepada
nabi Muhammad Saw. Inilah yang disebut Syeikh Abdurrahman Taaj (mantan
Syeikhul Azhar) sebagai jalan yang menjamin terciptanya kebahagiaan manusia, baik
di dunia maupun di akhitrat (sa\u2019adatud-d\u00e2raini).5 Perintah untuk menegakkan agama
atau menjalankan hidup pri-kehidupan sesuai dengan tuntunan Syari\u2019at Islam
sangatlah jelas tertulis dalam banyak ayat Al-Qur\u2019an dan hadist-hadist Rasulullah
Saw seperti yang terdapat dalam surat As-Syura ayat 13:

\ue003 \ue001
\ue000
\ue000\ue005\ue000 \ue003 \ue000\ue000\ue005
\ue007 \ue001
\ue001 \ue005\ue000 \ue003
\ue005\ue000
\ue006\ue006 \ue001 \ue004\ue000\ue000
\ue000
\ue007
\ue007 \ue004\ue005
\ue000\ue003
\ue008
\ue006\ue008 \ue003
\ue001 \ue006
\ue000\ue005\ue000 \ue003
\ue008\ue003 \ue001
\ue007

\u201cDia telah menSyari\u2019atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan
apayng kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan isa : tegakkanlah din
(agama) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya...\u201d (Q.S. Asy-Syura/42 :
13).

3
Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Op. Cit. hal. 20
4
Salim Segaf Al-Jufri, et. al., Penerapan Syariat Islam di Indonesia, Jakarta : PT. Globalmedia
Cipta Publishing, 2004, Cet. I, hal. 15-16
5
Mas\u2019adi Sulthani, "Sosialisasi Pemahaman Syari\u2019at Islam", Media Da\u2019wah, Jumadil Awal 1427
H/ Juni 2006, hal. 33
2
2. Pengertian Syari\u2019at Islam
a. Pengertian Syari\u2019at Islam Secara Etimologi

Kata Syari\u2019at terbentuk dari kata bahasa Arab \u0627\ue008\u0631\u0634\u2013 \ue009\u0631\ue00a\u064a \u2013 \ue009\u0631\u0634/\u0629\ue00b\u064a\u0631\u0634 yang
berarti undang-undang atau peraturan6. Kata \u201cSyari\u2019at\u201d secara etimologi mempunyai
dua pengertian, yaitu:Pertama, Syari\u2019at adalah jalan yang lurus, firman Allah Ta\u2019ala:

\ue006
\ue008
\ue005 \ue007\ue006
\ue000
\ue000\ue000\ue003 \ue000
\ue006 \ue007\ue000\ue000
\ue006 \ue007\ue005\ue003
\ue006
\ue001 \ue005\ue000\ue003
\ue008
\u201cKemudian kami jadikan jalan yang lurus kepadamu, maka ikutilah jalan itu
(Q.S. Al-Jatsiah: 18).
Kedua, Syari\u2019at adalah tempat (sumber) mengalirnya air yang dipakai untuk minum,
sebagaimana perkataan orang Arab, \u201cMaka unta itu berjalan, ketika unta itu
mendatangi tempat/sumber air.\u201d7
B. Pengertian Syari\u2019at Islam Secara Terminologi

Dalam memberikan pengertian Syari\u2019at Islam dari segi terminologi, parafuqoha
(ahli fiqih) berbeda-beda dalam pembatasannya, walaupun pengertian-pengertian
yang diberikan tidak jauh berbeda maksud dan tujuannya, diantaranya

1. Imam Abu Hanifah
Syari\u2019at adalah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw yang bersumber
pada wahyu Allah. Hal ini adalah tidak lain sebagai bagian dari ajaran Islam.
2. Imam Idris As-Syafi\u2019i
Syari\u2019at merupakan peraturan-peraturan lahir batin bagi umat Islam yang
bersumber pada wahyu Allah dan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik
6
Muhammad Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: PT.Hidakarya Agung, 1989, hal. 195.
7
Muhammad Ali As-Sayis, Sejarah Fiqih Islam, terj. Nurhadi AGA, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,
2003, Cet. I, hal. 5.
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...