• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1oleh:
Denis L. Toruan
(
0806438452
)Mata Kuliah:
Kerja sama Ekonomi Asia Tenggara
(
Tirta Mursitama, PhD.
)Pertanyaan:
Setujukah Anda bahwa peran Indonesia dalam Kerja sama Ekonomi ASEAN sudah efektif? Jelaskan alasan-alasan Anda
!Pertama-tama, perlu diklarifikasi terlebih dahulu substansi dari pertanyaan ini.Setidaknya saya bisa menangkap dua interpretasi yang dapat dikemukakan darinya, yaknipertama,
efektivitas bagi integrasi regional
(ASEAN); dan kedua,
efektivitas bagipembangunan domestik Indonesia itu sendiri
(
 RI’s
 
national interest 
).
1
Tulisan singkatini akan menjawab dengan mengacu dari dua interpretasi tersebut.
I. Efektivitas Peran RI dalam Integrasi Regional (ASEAN)
Indonesia sejauh ini sudah berpartisipasi aktif dalam mendorong perumusan BaliConcord II Oktober 2003 maupun Cebu Declaration 13 Januari 2007 yang kemudianmendorong percepatan pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi tahun 2015.Selain itu, Indonesia ikut meletakkan kerangka legal Piagam ASEAN (ASEAN Charter)pada 20 November 2007 sebagai basis komitmen. Politik luar negeri Indonesia pun juga jelas-jelas menyatakan bahwa
ASEAN adalah batu penjuru bagi Indonesia
sehinggatidak dapat dikatakan bahwa Indonesia tidak mendorong peningkatan kerja sama regionaltersebut. Dalam dinamika regionalnya, Indonesia terbilang cukup konsisten denganfokusnya tersebut, seperti yang terlihat dari dua indikator sebagai berikut:1.
 
Indonesia memegang teguh
the ASEAN Way
 RI belum pernah secara eksplisit mencampuri urusan domestik negara-negaratetangganya (
non-intervention
). Indonesia bahkan melakukan inisiatif dalammenampung korban pengungsi Rohingya, contohnya, yang kita tahu merupakanpendatang ilegal karena krisis internal di Myanmar.
2
 2.
 
Indonesia juga memainkan polugri bebas aktif dan konsep
balance of power 
 dalam kerja sama regionalIndonesia tetap mendorong partisipasi terbatas dari dua negara besar sepertiAmerika Serikat dan China dalam kerja sama regional. Ini dapat terlihat dariforum multilateral seperti ASEAN Regional Forum. Terkhusus mengenai kerja
1
ASEAN adalah “
the cornerstone
” (batu penjuru) bagi kebijakan luar negeri Indonesia, lih.www.deplu.go.id.
2
Lih. beritanya di http://beritasore.com/2009/03/17/indonesia-perpanjang-masa-penampungan-pengungsi-rohingya/, diakses pada tanggal 5 Mei 2009.
 
2sama ekonomi, Indonesia juga mendorong kerja sama intrakawasan dengannegara-negara maju seperti ASEAN+3, dan juga inisiatif bilateral mutualismeseperti
bilateral currency swap
dengan China,
3
PTA dan FTA dengan Jepang, dll.Selain itu, mitra-mitra tradisional seperti Jepang, AS, Uni Eropa, dan China jugatetap menjadi partner dagang utama ASEAN yang secara bersama-sama memilikipangsa pasar sekitar 44% dari total perdagangan ASEAN hingga tahun 2005.
4
 Dari segi normatif dan kesiapan mengantisipasi MEA 2015, Indonesia mulaimendorong berdirinya lembaga-lembaga independen/institusi nasional seperti BadanNasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Badan Standardisasi Nasional (BSN), danBalai Latihan Kerja (BLK) untuk mengawasi dan meningkatkan kualitas sumber dayamanusianya, sekaligus membantu peningkatan kualitas tenaga kerja secara regional.
5
 Apabila pemerintah RI bisa fokus terhadap isu ini, asumsi terakhir tidak mungkin tidak menjadi teori dan kontribusi baru dalam peningkatan kerja sama ekonomi regional.Dalam bidang finansial dan investasi, Indonesia yang notabene tergabung dalam forumG-20 dan baru saja menyepakati komunike bersama tentang krisis finansial global, aktif dalam mendukung penanganan krisis secara multilateral, termasuk dalam penyediaancadangan siaga IMF dan reformasi IMF itu sendiri (termasuk mendorong
Chiang Mai Iniative
 /CMI bagi sektor finansial regionalnya). Sayangnya, hingga tulisan ini diturunkan,pengumuman ‘menggembirakan’ tersebut belum sempat dibahas dan ditindaklanjutisecara tuntas dalam forum ASEAN berhubung gagalnya KTT ASEAN di Phattaya,Thailand awal April lalu yang disebabkan oleh krisis internal Thailand.Dengan berkaca pada indikator-indikator seperti di atas, hemat saya Indonesiasudah berperan efektif dalam integrasi regional ASEAN; RI konsisten dalam melakukankebijakannya, meski sekali lagi perlu ditekankan bahwa hal tersebut kembali berpulang
3
http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Berita/news_230309.htm, Gubernur Bank Indonesia, Dr.Boediono, dan Gubernur People’s Bank of China (PBC), DR. Zhou Xiaochuan, menandatangani perjanjian
 Bilateral Currency Swap Arrangement 
(BCSA) pada Senin, 23 Maret 2009. Kerjasama Rupiah-Renmimbiswap line ini setara dengan Rp 175 triliun/RMB100 miliar, dan berlaku efektif selama 3 tahun dengankemungkinan perpanjangan atas persetujuan keduabelah pihak.
4
Sjamsul Arifin (ed.),
 Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015: Memperkuat Sinergi ASEAN di TengahKompetisi Global
, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2008), hlm. 74–75.
5
Asumsinya adalah menurunkan probabilitas mobilitas ekspor tenaga kerja RI yang cenderung
unskilled-labour 
, belum semuanya
legit 
, dan berpotensi menjadi masalah/beban di negara lain. Lih. penjelasannya di
ibid.
, hlm. 278-280.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...