3)
Theory for Planning
; menjelaskan prinsip-prinsip etika, nilai dan moral yang menjadi pertimbangan bagiperencana di dalam menjalankan peranannya.Dengan kata lain semua pernyataan yang setidaknya tertera pada bagan tersebut diatas merupakan materipokok dan penunjang yang secara teoritis dijelaskan oleh fasilitator dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)Perencanaan, sehingga peserta diklat mampu memahami secara komprehensif baik kognitif, keterampilandalam penerapannya dengan dilandasi etika dan nilai yang berlaku dalam sistem perencanaan.Contoh lain lagi adalah dalam Diklat Keuangan Mikro bagi pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin. Dalamkegiatan ini selain perlu diberikan materi tentang keuangan mikro (simpan pinjang dsb.), maka perludijelaskan tentang sistem perbankan/keuangan negara. Hal ini diperlukan agar peserta diklat memahamitentang tata cara pinjam-meminjam uang pada bank. Perlu diketahui bahwa bunga uang pinjaman padabank dihitung secara berganda, artinya bunga berbunga. Apabila peminjam uang pada bank lengah, dapatmenjadi derita yang berakibat kebangkrutan usaha.Dari contoh-contoh tersebut di atas, cukup memberikan kejelasan bagi kita semua, bahwa pendidikan danpelatihan akan banyak manfaatnya dari pada sekedar kegiatan lainnya yang lebih sempit likupnya. Katadiklat terdiri dari pendidikan dan pelatihan yang mengandung unsur adanya proses belajar. James O.Whittaker menyatakan : ”
Learning my be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience
”. Belajar dapat didefiniskan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkanatau dirubah melalui pendidikan dan pelatihan atau pengalaman (Wasty Soemanto. 1990). Selain itudinyatakan oleh ahli lain :“
Much education involves transmitting to the young skills, beliefs, attitudes, and other of behavior which they have not previously acquired
” (Wilbur B. Brookover. 1955 : 3-4). Pernyataan tersebutdapat diartikan, bahwa dalam pendidikan banyak melibatkan penyampaian kepada generasi mudaberbentuk keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku lainnya yang belum mereka dapatkan sebelumnya.Sedangkan Emile Durkheim menyatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh yang dilasanakan oleh orangdewasa atas genarasi yang belum matang untuk penghidupan sosial (H.M. Said, 1985). Dukheim menyorotipendidikan dengan menekankan pada sudut pandang sosialisasi kehidupan orang tua terhadap generasipenerus dalam kehidupan sosial dalam peranannya sebagai seorang ahli sosiolgi. Lain halnya Qomari Anwar,yang menyatakan bahwa pendidikan harus mampu menggugat moralitas bangsa, artinya kita tidak sekedarmenimba ilmu tetapi harus mampu menerapkannya sesuai budaya bangsa.Melalui kegiatan diklat peserta diarahkan untuk mengerti, memahami dan selanjutnya dapat melaksnakandengan benar suatu pekerjaan berdasarkan ilmu pengetahuan. Untuk dapat mengerti Edward de Bono (1987: 15-32) menyatakan ada lima cara, yaitu :1) L-1 Deskripsi sederhana; artinya secara sederhana memberikan penjelasan tentang sesuatu yangterjadi/dilihat.2) L-2 Kata-kata bubur; maksudnya memberi gagasan yang belum berbetuk secara pasti, namun membuatorang bereaksi dengan cara yang riil.3) L-3 Beri dia nama; setelah diberi nama/menentukan secara tepat, maka selanjutnya dapat mengetahui apayang akan dilakukan.4) L-4 Cara kerjanya; dalam upaya mengerti cara kerja sesuatu kita berusaha menemukan sebab untuk akibat yang diamati.5) L-5 Rincian lengkap; artinya memberikan penjelasan-penjelasan secara rinci.Dicontohkannya dari lima cara tersebut misalnya : Sebuah mobil meluncur di jalan raya dan ada orang yangduduk di dalamnya (deskripsi sederhana); ada suatu mekanisme yang membuat mobil bergerak dengansendirinya (kata-kata bubur); mobil itu digerakkan dengan bensin (beri dia nama); energi yang diberikanoleh gas yang memuai di dalam mesin diteruskan ke roda dan memutar roda, sehingga mendorong mobilmaju (cara kerjanya), dan bensin yang dibawa di dalam tangki yang dapat diisi kembali diponpa melaluisebuah saluran pengumpan ke kabulator dan disini bensin itu dicampur dengan udara yang diisap melaluipipa semprot yang halus, yang selanjutnya dapat menggerakkan mesin …… dst. (rincian lengkap).Dari pendapat tersebut diatas, bahwa untuk dapat mengerti dalam arti paham terhadap sesuatu, makarangsangan yang timbul selanjutnya perlu persepsi diri, diidentifikasi secara tepat untuk ditetapkan secarapasti, dan selajutnya dianalisis bagaimana kerjanya, apa sebab dan akibatnya, sehingga orang dapatmengerti/memahami benar terhadap obyek rangsangan yang terjadi untuk direspon secara benar.