Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permendagri_79_2007

Permendagri_79_2007

Ratings: (0)|Views: 133|Likes:
Published by Harman Paturusi
SPM
SPM

More info:

Published by: Harman Paturusi on Jun 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

 
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 79 TAHUN 2007TENTANGPEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMALDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI DALAM NEGERI,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan StandarPelayanan Minimal, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentangPedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); -3. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaandan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4400);4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pcmerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telahdiubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang PenetapanPeraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005tentang Perubahan Undang-Undang Nornor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nornor 108, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4548);6. Undang-Undang Nornor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4438);7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar AkuntasiPemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang PengelolaanKeuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang PedomanPenyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4585);10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaandan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran
 
Negara Republik Indonesia Nomor 4593);11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangandan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4614);12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, PemerintahKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi PerangkatDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);14. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang TatacaraPelaksanaan Kerjasama Antar Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4761);15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang PetunjukTeknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahanatas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentangPedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMANPENYUSUNAN RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yangmempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiriberdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.2. Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahdaerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomiseluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.3. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota, dan perangkat daerah sebagaiunsur penyelenggara pemerintahan daerah.4. Urusan Pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajibansetiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani,memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat.5. Urusan Wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanandasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Daerah untuk perlindungan hak konstitusional, kepentingan nasional,kesejahteraan masyarakat, serta ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka menjagakeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang
 
berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional.6. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untukmemenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan.7. Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhakdiperoleh setiap warga secara minimal.8. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untukmenggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPMtertentu, dapat berupa masukan, proses, hasil dan/atau manfaat pelayanan dasar.9. Kemampuan dan potensi daerah adalah kondisi keuangan Daerah dan sumber daya yangdimiliki daerah untuk menyelenggarakan urusan wajib pemerintahan daerah dan dalamrangka pembelanjaan untuk membiayai penerapan SPM.10. Rencana Pencapaian SPM adalah target pencapaian SPM yang dituangkan dalamdokumen perencanaan daerah yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD), RKPD, Renstra-SKPD, dan Renja-SKPD untuk digunakansebagai dasar perhitungan kebutuhan biaya dalam penyelenggaraan pelayanan dasar.11. Analisis Kemampuan dan potensi daerah adalah pengolahan terhadap data dan informasimenyangkut kapasitas dan sumber daya yang dimiliki Daerah.12. Program adalah penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu ataulebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasilyang terukur sesuai dengan misi SKPD.13. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerjapada SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program danterdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personal(sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, ataukombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan(input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.BAB IIRUANG LINGKUPPasal 2Ruang lingkup rencana pencapaian SPM, meliputi:a. batas waktu Pencapaian SPM secara Nasional dan Jangka Waktu Pencapaian SPM diDaerah;b. pengintegrasian rencana pencapaian SPM dalam dokumen perencanaan danpenganggaran;c. mekanisme pembelanjaan penerapan SPM; dand. sistem penyampaian informasi rencana dan realisasi pencapaian target tahunanStandar Pelayanan Minimal kepada masyarakat.BAB IIIRENCANA PENCAPAIAN SPMPasal 3(1) Rencana pencapaian SPM di daerah mengacu pada batas waktu pencapaian SPM secaraNasional yang ditetapkan oleh Pemerintah.(2) Pemerintah Daerah dalam menentukan rencana pencapaian dan penerapan SPMmempertimbangkan:a. kondisi awal tingkat pencapaian pelayanan dasar;b. target pelayanan dasar yang akan dicapai; dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->