Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul PLPG Model Pembelajaran SD

Modul PLPG Model Pembelajaran SD

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:
Published by getape123

More info:

Published by: getape123 on Jun 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

 
 
115
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 
MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIFDI SEKOLAH DASARA. PENGANTAR
Istilah model diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya,seperti globe adalah model dari bumi tempat kita hidup. Dalam konseks pembelajaran, Joyce dan Weil (Udin S.Winataputra, 2001) mendefinisikan model sebagai kerangkakonseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Jadi, modelpembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalammengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu.Di dalam literatur ditemukan berbagai macam model pembelajaran. Beberapadiantara model pembelajaran tersebut diasumsikan dapat dimanfaatkan dalammelaksanakan pembelajaran di SD. Untuk memilih/menentukan model pembelajaran yangsesuai untuk peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu, perlu disesuaikan dengantingkat perkembangan peserta didik dan prinsip-prinsip belajar,(seperti kecepatan belajar,motivasi, minat, keaktivan siswa dan umpan balik/penguatan), serta yang tidak kurangpentingnya adalah bahwa pemilihan model-model pembelajaran seyogianya berbasis padapendekatan pembelajaran yang berorientasi pada konsep pembelajaran mutakhir
B. PENDEKATAN KONTEKSTUAL SEBAGAI BASIS DALAM PENGEMBANGANMODEL-MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF1. Latar Belakang Pembelajaran Kontekstual
Salah satu kecenderungan pemikiran yang berkembang dewasa ini berkaitan denganproses belajar anak adalah bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakansecara alamiah. Menurut kecenderungan pemikiran ini, belajar akan lebih bermakna jikaanak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya. Pembelajaran yangberorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi
“mengingat”
jangkapendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL), menurutNurhadi, dkk. (2004) merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasidunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuanyang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluargadan masyarakat. Proses pembelajaran akan berlangsung lebih alamiah dalam bentukkegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuana dari guru.Dengankonsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa untuk memecahkanpersoalan,berpikir kritis, dan melaksanakan observasi serta menarik kesimpulan dalamkehidupan jangka panjangnya. Dalam konteks itu ,, siswa perlu mengerti apa makna belajar,apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya.
2. Pengertian dan Karakteristiuk Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu konsepbelajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasidunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yangdimilikinya dengan penerapannnya dalam kehidupan mereka sehari-hari, denganmelibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni konstruktivisme, bertanya,menemukan, masyarakat belajar, pemodelan dan penilaian sebenarnya. Dari pengertianpembelajaran kontekstual tersebut dapat disimpulkan karakteristik pembelajarankontekstual sebagai berikut :
 
 
116
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 
> Kerjasama> Saling menunjang> Menyenangkan, tidak membosankan> Belajar dengan bergairah> Pembelajaran terintegrasi> Menggunakan berbagai sumber> Siswa aktif> Sharing dengan teman
3. Kecenderungan Pemikiran tentang Belajar
Beberapa kecenderungan pemikiran dalam teori belajar yang mendasari filosofipembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut :a. Pemikiran tentang Belajar1) Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuandibenak mereka sendidi2) Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna daripengetahuan baru3) Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang itu terorganisasi danmencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subject matter)4) Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yangterpisah tetapi mencerminkan ketarampilan yang dapat diterapkan5) Manusia mempunyai tingkatan yang vberbeda dalam menyikapi situasi baru6) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagidirinya dan bergelut dengan ide-ide7) Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terusseiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang.b. Transfer Belajar1) Pembelajaran kontekstualembelajaran kontekstual bertujuan membekali siswa denganpengetahuan yang secaraibel dapat diterapkan/ditransfer dari satu permasalahan kepermasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lainnya.2) Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain3) Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit),sedikit demi sedikit4) Penting bagi siswa tahu untuk apa ia belajar dan bagaimana ia menggunakanpengetahuan dan keterampilan itu.c. Siswa sebagai Pembelajar1) Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seoranganak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru2) Strategi itu belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru.Akan tetapi untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting3) Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yangsudah diketahui4) Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepadasiswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkansiswa untuk menerapkan strategi meraka sendiri
 
 
117
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 
4. Pentingnya Lingkungan Belajar
1) Belajar efektif dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru
”akting di depan kelas, siswa menonton”
 
ke
siswa akting bekerja dan berkarya, guru
mengarahkan”
 
2) Pengajaran harus berpusat pada ’bagaimana cara” siswa menggunakan pengetahuan
baru mereka. Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya3) Umpan balik amat penting bagi siswa yang berasal dari proses penilaian (assessment)yang benar4) Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.
4. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan TradisionalNo. Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Tradisional
1. Pemilihan informasi berdasarkankebutuhan siswaPemilihan informasi ditentukan olehguru2. Siswa terlibat secara aktif dalamproses pembelajaranSiswa secara pasif menerima informasi3. Pembelajaran dikaitkan dengankehidupan nyata/masalah yangdisimulasikanPembelajaran sangat abstrak dan teoritis4. Selalu mengkaitkan informasi denganpengetahuan yang telah dimilikisiswaMemberikan tumbukan informasikepada siswa sampai saatnyadiperlukan5. Cenderung mengintegrasikanbeberapa bidangCenderung berfokus pada satu bidang6. Siswa menggunakan waktubelajarnya untuk menemukan,menggali, berdiskusi, berpikir kritis,atau mengerjakan proyek danpemecahan masalah (melalui kerjakelompok)Waktu belajar siswa sebagian besardip[ergunakan untuk mengerjakanbuku tugas, mendengar ceramah, danmengisi latihan yang membosankan(melalui kerja individual)7. Perilakuk dibangun atas kesadaransendiriPerilaku dibangun atas kebiasaan8. Keterampilan dikembanagkan atasdasar pemahamanKeterampilan dikembangkan atas dasarlatihan9. Hadiah dari perilaku baik adalahkepuasanHadiah dari perilaku baik adalah pujianatau nilaio (angka) rapor10. Siswa tidak melakukan hal yangburuk karena sadar hal tersebutkeliru danmerugikanSiswa tidak melakukan sesuatu yangburuk karena takut akan hukuman11. Perilaku baik berdasarkan motivasiintrinsikPerilaku baik berdasarkan motivasiekstrinsik12. Pembelajaran terjadi di berbagaitempat, kontesks dan settingPembelajaran hanaya terjadi dalamkelas13. Hasil belajar diukur melaluipenerapan penilaian autentikHasil belajar diukur melalui kegiatanakademik dalam bentuktes/ujian/ulangan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->