• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Kasus Ketuban Pecah Dini
 Ny S, 20 tahun, G1P0A0 H 27 mgg, pendidikan SD, Islam, Jawa, ibu rumahtangga. Suami Tn H, 26 tahun, pendidikan SMP, Islam, suku Sunda, karyawanswasta. Datang ke Ruang Bersalin Rumah Sakit tanggal 28 Maret 2009, jam 20.00WIB, dengan keluhan keluar air-air, warna agak keruh sejak 17 jam yang lalu.Klien dirujuk dari Bidan, karena keluar air-air, tidak bisa ditahan, dan semakinsiang semakin banyak , kalo merasakan rembesan sejak semingguan. HPHT 20April 2007, mengalami keputihan sejak usia kehamilan 5 bulan, menimbulkanrasa gatal didaerah selangkangan paha, hubungan seks dengan suami seringdilakukan sampai 2 hari yang lalu.Pemeriksaan Obstetri : TFU 20 cm, janin presentasi kepala, puka, kepala belummasuk PAP, DJJ 150 X/mnt, his ada tidak teratur, observasi keluaran vaginanampak mengalir air ketuban, dengan warna agak keruh, bau khas. PemeriksaanInspekulo: porsio tampak air mengalir, agak keruh, flour negatip, fluksusnegative.USG : Janin presentasi kepala tunggal hidup, ICA 2, Oligohydramnion,.Pemeriksaan Lab darah : Hb 8,6, Ht : 26, Lekosit : 14.800, Trombosit 277.000. NST janin reaktif. Kondisi psikologis klien mengatakan, binggung, cemas, takut,karena semua begitu tiba-tiba, dan semula semua baik-baik saja, 2 hari perutmerasa kencang, sekarang malah keluar air. Therapi Nifedipin 4 x 10gr,Dexametason 2 x 6 mg/ 12 jam, Ampicilin 3 x 1 gr.
 
 
Pertanyaan1.Uraikan Anatomi Fisiologi Selaput Ketuban secara lengkap2.Jelaskan proses pembentukan Likuoramni dan proses pertukaran cairanyang terjadi3.Dari kasus diatas, pengkajian apa yang harus dilengkapi4.Uraikan prosedur pemeriksaan penunjang untuk kasus KPD baik yanginvasif maupun non invasif 5.Buatlah data fokus dari kasus diatas6.Susun diagnosa keperawatan7.Susunlah kriteria hasil yang diharapkan8.Sususnlah implementasi keperawatan untuk masing-masing diagnosakeperawatan
Selamat Mengerjakan.....................
 
0 komentar  22:45:00 Diposting oleh AdminPengelolaan Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah yang masih kontroversialdalam kebidanan. Pengelolaan yang optimal dan yang baku masih belum ada, selalu berubah. KPD sering kali menimbulkan konsekuensi yang dapat menimbulkan morbiditasdan mortalitas pada ibu maupun bayi terutama kematian perinatal yang cukup tinggi.Kematian perinatal yang cukup tinggi ini antara lain disebabkan karena kematian akibatkurang bulan, dan kejadian infeksi yang meningkat karena partus tak maju, partus lama,dan partus buatan yang sering dijumpai pada pengelolaan kasus KPD terutama pada pengelolaan konservatif 
(1,2)
.Dilema sering terjadi pada pengelolaan KPD dimana harus segera bersikap aktif terutama pada kehamilan yang cukup bulan, atau harus menunggu sampai terjadinya proses persalinan, sehingga masa tunggu akan memanjang berikutnya akan meningkatkankemungkinan terjadinya infeksi. Sedangkan sikap konservatif ini sebaiknya dilakukan pada KPD kehamilan kurang bulan dengan harapan tercapainya pematangan paru dan berat badan janin yang cukup.
(2,3,4)
Ada 2 komplikasi yang sering terjadi pada KPD, yaitu : pertama, infeksi, karena ketubanyang utuh merupakan barier atau penghalang terhadap masuknya penyebab infeksi.Dengan tidak adanya selaput ketuban seperti pada KPD, flora vagina yang normal ada bisa menjadi patogen yang akan membahayakan baik pada ibu maupun pada janinnya.Oleh karena itu membutuhkan pengelolaan yang agresif seperti diinduksi untuk mempercepat persalinan dengan maksud untuk mengurangi kemungkinan resikoterjadinya infeksi ; kedua, adalah kurang bulan atau prematuritas, karena KPD seringterjadi pada kehamilan kurang bulan. Masalah yang sering timbul pada bayi yang kurang bulan adalah gejala sesak nafas atau respiratory Distress Syndrom (RDS) yangdisebabkan karena belum masaknya paru.
(4)
Protokol pengelolaan yang optimal harus memprtimbangkan 2 hal tersebut di atas danfaktor-faktor lain seperti fasilitas serta kemampuan untuk merawat bayi yang kurang bulan. Meskipun tidak ada satu protokol pengelolaan yang dapat untuk semua kasusKPD, tetapi harus ada panduan pengelolaan yang strategis, yang dapat mengurangimortalitas perinatal dan dapat menghilangkan komplikasi yang berat baik pada anak maupun pada ibu.
. Definisi
Ada bermacam-macam batasan, teori dan definisi mengenai KPD. Beberapa penulismendefinisikan KPD yaitu apabila ketuban pecah spontan dan tidak diikuti tanda-tanda persalinan
(1,2,3)
, ada teori yang menghitung beberapa jam sebelum inpartu, misalnya 1 jam
(9,11,12)
atau 6 jam sebelum inpartu. Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...