“Aku sendiri tidak mengerti alasan kenapa kau harus melakukan ini seorang diri. Order of Phoenix dapat membantumu.”“Jangan tersinggung. Tapi aku tidak dapat mempercayai Order lagi setelah apa yangterjadi dengan Snape. Dan juga, aku tidak ingin mengambil teman-temanku dari keluargamereka, terutama setelah apa yang kulihat malam ini.”“Maksudmu pernikahan Bill dan Fleur?”Harry tidak menjawab.“Mereka memang tampak bahagia sekali. Sesuatu yang jarang terlihat pada jaman perangini.”“Aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka. Tidak setelah apa yang terjadi padaBill. Aku yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi ini tidak punya hak untuk menghancurkan kebahagiaan mereka.”“Kau masih punya aku, Harry. Dan aku juga hanya punya kau seorang. Kumohon, pikirkanlah sekali lagi.”“Kau punya seorang auror cantik yang sedang menunggu keputusanmu. Relakanlah aku pergi. Kalau kau merelakanku, aku akan merasa mendapatkan dukungan dari kedua orangtuaku dan juga ... Sirius.”Mereka berdua hening untuk beberapa menit. Harry memang membutuhkan orang yang berdiri dibelakangnya untuk merelakan kepergiannya, hal itu akan membuat perasaanHarry jauh lebih baik, mendapatkan dukungan dari salah satu sahabat orangtuanya.“Bagaimana Remus? Aku benar-benar butuh restumu.” Harry membalikkan badannyauntuk pertama kali dan dalam cahaya remang-remang dia dapat melihat wajah pucat danrambut penuh uban dari mantan professornya itu.“Aku ingin kau mengingat satu hal, Harry. Kembalilah dengan selamat. Karena di rumahini terdapat orang-orang yang menyayangimu dan mempercayaimu. Kembalilah.” SuaraRemus Lupin terdengar berat.“Aku titip Hedwig.” Itulah kata terakhir Harry sebelum dia melangkahkan kakinya keluar kedalam suhu senja yang dingin. Tak berapa lama kemudian, dia ber-Dissaparate.“APA!!? HARRY PERGI!!!?” Teriakan melengking Mrs.Weasley mengagetkan seluruh penghuni Grimmauld Place, termasuk lukisan Mrs.Black yang langsung mengeluarkansumpah serapahnya begitu mendengar teriakan itu.Suasana di dapur rumah memang benar-benar tegang. Selain Mrs Weasley, ada juga Ronyang berdiri di samping ibunya menuntut penjelasan dari Remus Lupin yang duduk di
Leave a Comment