• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Harry Potter and the Sons of Revenge (Indonesia)
CHAPTER I: LIVE TO THE FULLESTHarry Potter menyeret kopernya yang besar dengan hati-hati mencoba untuk tidak  bersuara. Seluruh penghuni rumah keluarga Black ini memang sedang tertidur lelap. TapiHarry tidak ingin mengambil resiko, sebisa mungkin dia harus keluar dari rumah initanpa membangunkan penghuni yang lain, terutama lukisan Mrs. Black.Ketika dia mencapai pintu utama, Harry menarik napas panjang. ‘Inilah saatnya’, pikirnya. Ketika tangannya baru menggenggam gagang pintu, dia dikagetkan oleh suaradari belakangnya.“Kau hendak pergi, Harry?”Pikiran Harry sedang berputar keras sekarang. Dia tahu suara siapa itu. Pertanyaannyaadalah apakah orang itu akan membiarkan Harry pergi atau akan mencegahnya?Tanpa menoleh kebelakang Harry berkata pelan. “Sudah waktunya. Kuharap kau tidak mencegahku.”Orang di belakang Harry tidak segera menjawabnya, sehingga Harry berbicara lagi. “Apakau akan menahanku?”“Kau sudah cukup umur Harry. Aku tak punya kuasa untuk menahanmu. Aku hanya inginkau memikirkan sekali lagi tentang apa yang akan kau lakukan.” Walaupun suara orangtersebut sangatlah pelan, Harry dapat mendeteksi nada khawatir dari cara bicaranya.“Aku sudah memikirkannya berulang kali. Ini adalah sesuatu yang harus kulakukan.”“Seorang diri?”“Benar. Aku harus melakukan ini seorang diri. Aku sendiri tidak mengharapkan akanselamat dari misi ini. Bagaimana bisa aku mengajak orang lain?” Harry berkata denganmantap.“Ron dan Hermione tidak akan pernah bisa mengerti keputusanmu ini.”Harry menghela napas. “Aku tahu. Karena itu kau harus bisa membuat mereka mengerti.”
 
“Aku sendiri tidak mengerti alasan kenapa kau harus melakukan ini seorang diri. Order of Phoenix dapat membantumu.”“Jangan tersinggung. Tapi aku tidak dapat mempercayai Order lagi setelah apa yangterjadi dengan Snape. Dan juga, aku tidak ingin mengambil teman-temanku dari keluargamereka, terutama setelah apa yang kulihat malam ini.”“Maksudmu pernikahan Bill dan Fleur?”Harry tidak menjawab.“Mereka memang tampak bahagia sekali. Sesuatu yang jarang terlihat pada jaman perangini.”“Aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka. Tidak setelah apa yang terjadi padaBill. Aku yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi ini tidak punya hak untumenghancurkan kebahagiaan mereka.”“Kau masih punya aku, Harry. Dan aku juga hanya punya kau seorang. Kumohon, pikirkanlah sekali lagi.”“Kau punya seorang auror cantik yang sedang menunggu keputusanmu. Relakanlah aku pergi. Kalau kau merelakanku, aku akan merasa mendapatkan dukungan dari kedua orangtuaku dan juga ... Sirius.”Mereka berdua hening untuk beberapa menit. Harry memang membutuhkan orang yang berdiri dibelakangnya untuk merelakan kepergiannya, hal itu akan membuat perasaanHarry jauh lebih baik, mendapatkan dukungan dari salah satu sahabat orangtuanya.“Bagaimana Remus? Aku benar-benar butuh restumu.” Harry membalikkan badannyauntuk pertama kali dan dalam cahaya remang-remang dia dapat melihat wajah pucat danrambut penuh uban dari mantan professornya itu.“Aku ingin kau mengingat satu hal, Harry. Kembalilah dengan selamat. Karena di rumahini terdapat orang-orang yang menyayangimu dan mempercayaimu. Kembalilah.” SuaraRemus Lupin terdengar berat.“Aku titip Hedwig.” Itulah kata terakhir Harry sebelum dia melangkahkan kakinya keluar kedalam suhu senja yang dingin. Tak berapa lama kemudian, dia ber-Dissaparate.“APA!!? HARRY PERGI!!!?” Teriakan melengking Mrs.Weasley mengagetkan seluruh penghuni Grimmauld Place, termasuk lukisan Mrs.Black yang langsung mengeluarkansumpah serapahnya begitu mendengar teriakan itu.Suasana di dapur rumah memang benar-benar tegang. Selain Mrs Weasley, ada juga Ronyang berdiri di samping ibunya menuntut penjelasan dari Remus Lupin yang duduk di
 
meja makan. Duduk di seberang Lupin adalah Hermione dengan air mata yang berlinang.Tangannya menggenggam erat surat yang ditinggalkan Harry kepada kedua sahabatnya.“Kenapa kau membiarkan dia pergi, Remus? Kenapa kau tidak menahannya?!!” MrsWeasley berkata lagi.“Aku tidak punya kuasa apa pun atas Harry, Molly. Dia sudah 17 tahun.” Ucap Moonydengan nada yang letih.“Ta-tapi...” Ron terbata-bata. “Bagaimana mungkin dia melakukan ini? Dia tahu kamiakan ikut dengannya. Benar kan, Hermione?”Hermione kelihatan tidak memiliki energi untuk menjawab. Dia masih belum yakin bagaimana bisa Harry meninggalkan dirinya dan Ron? Sebegitu kecilkah Harrymenghargai persahabatan mereka?Mrs Weasley meledak lagi. “Remus. Kau tahu sendiri betapa bahayanya di luar sana, bagaimana bisa kau membiarkan Harry menantang bahaya sendirian? Dia anak Jamesdan Lily, Remus!”“Sudahlah Molly. Relakan saja dia dan hormati keinginannya.”“Tidak bisa! Kita harus menghimpun seluruh anggota order. Kita harus menemukanHarry dan membawa dia kembali ke sini. Tidak mungkin aku ... “Remus langsung berdiri. “Apa kau tidak dengar apa yang kukatakan?! Hormati keputusanHarry! Di suratnya dia bilang jangan mencarinya! Dan dia benar. Waktu kita jangandihabiskan untuk menemukan Harry yang tidak ingin ditemukan!”“Tapi...aku tidak...” Tubuh Molly Weasley langsung lunglai, beruntung Ron dengan sigapmenahan ibunya yang dengan segera menangis tak terkendali di pelukan anak laki-lakinya yang termuda.Beberapa meter dari situ, Hermione membaca sekali lagi surat yang ditinggalkan olehsahabatnya.Dear Hermione & Ron,Kalau kalian membaca surat ini, berarti aku sudah pergi dari Grimmauld Place untuk memulai petualanganku yang mungkin juga akan menjadi petualanganku yang terakhir didunia ini.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...