berbeda dengan pola hidup lainnya. Islam mewajibkan pemeluknyauntuk hidup dalam satu warna kehidupan tertentu dan konstan,yang tidak berganti dan berubah karena situasi maupun kondisi.Islampun mengharuskan mereka untuk selalu mengikatkan diridengan pola kehidupan tersebut dengan membentuk suatukepribadian, yang menjadikan jiwa dan pikirannya tidak akanmerasakan ketenangan dan kebahagiaan, kecuali berada dalampola kehidupan itu.Islam datang dengan serangkaian pemahaman tentangkehidupan yang membentuk pandangan hidup tertentu. Islam hadirdalam bentuk garis-garis hukum yang global (
khuthuuth 'ariidlah
),yakni makna-makna tekstual yang umum, yang mampumemecahkan seluruh problematika kehidupan manusia. Dengandemikian akan dapat digali (diistinbath) berbagai cara pemecahansetiap masalah yang muncul dalam kehidupan manusia. Islammenjadikan cara-cara pemecahan problema kehidupan tersebutbersandar pada suatu
landasan fikriyah
(dasar pemikiran) yangdapat memancarkan seluruh pemikiran tentang kehidupan. Kaidahitupun telah ditetapkan pula sebagai suatu standar pemikiran, yangdibangun di atasnya setiap pemikiran cabang (setiap pikiran baruyang muncul). Sebagaimana halnya Islam telah menjadikan hukum-hukum tentang pemecahan problema kehidupan, pemikiran danideologi, serta pandangan-pandangan tentang berbagai pendapatbaru sebagai sesuatu yang terpancar dari Aqidah Islam, yang digalidari garis-garis hukum yang bersifat global itu.Islam memberikan batasan-batasan kepada manusia denganpemikiran tertentu, tetapi tidak membatasi aktivitas berpikirmanusia, bahkan memberikan kebebasan kepada akal manusia.Islampun mengikat perilaku manusia dengan pemikiran-pemikirandan hukum-hukum tertentu, namun tidak menjeratnya. Bahkan,Islam telah memberinya keleluasaan.Oleh karena itu, pandangan seorang muslim terhadapkehidupan dunia ini adalah suatu pandangan yang penuhdengan cita-cita, serius, realistis, dan proporsional; artinya duniaharus diraih, tetapi bukan menjadi tujuan dan tidak boleh dijadikantujuan. Seorang muslim akan bekerja di penjuru dunia ini,memakan rizqi yang berasal dari Allah, menikmati perhiasan-perhiasan dan rizqi yang baik (halal), yang telah dianugerahkanAllah kepada hambaNya, dengan kesadaran penuh bahwa dunia inihanyalah tempat sementara, dan akhiratlah negeri yang kekal danabadi.Hukum-hukum Islam telah memberikan cara bagaimanamanusia menyelesaikan masalah perdagangan dengan metodenyayang khas, sebagaimana menerangkan tata cara shalat. Islammengatur masalah pernikahan dengan caranya yang unik, seba-
Leave a Comment