Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Kasus – Lingkungan dan Konflik Sosial

Studi Kasus – Lingkungan dan Konflik Sosial

Ratings: (0)|Views: 83 |Likes:
Published by DeutschesAfz
Pada 19 Juli 2004 Tesso Nilo, juga disebut sebagai Taman Nasional Tesso Nilo (TNNP), didirikan sebagai taman nasional. Walaupun pendirian taman nasional Tesso Nilo dianggap secara garis besar sebagai konservasi yang berhasil, Tesso Nilo terus berada di bawah ancaman karena pembalakan liar yang terus berlangsung, perburuan satwa liar, dan perambahan hutan. Studi komparatif internasional mengungkapkan bahwa proyek konservasi hutan yang dikelola oleh negara adalah yang paling kecil tingkat keberhasilannya. Kepemilikan pribadi dan pengelolaan oleh masyarakat homogen kecil, seperti suku lokal, lebih efektif. Namun pendekatan ini tidak digunakan kepada masyarakat yang memiliki etnis heterogen seperti di Indonesia. Walaupun demikian, daripada hak kepemilikan komunal, kepemilikan individu harus dilihat sebagai solusi yang memungkinkan. Gagasan komunal ini umumnya dimulai oleh inisiatif orang luar yang menyebabkan hasil yang tidak pasti dan menyebabkan kekerasan. Hak kepemilikan pribadi yang efektif, memberikan insentif kepada pemiliknya untuk terlibat dalam pengelolaan berkelanjutan terhadap kekayaan alam yang mereka miliki. Hal ini juga merupakan cara paling efektif untuk menyeimbangkan antara pembangunan dan konservasi alam di dalam konteks sosial Indonesia yang beragam.
Pada 19 Juli 2004 Tesso Nilo, juga disebut sebagai Taman Nasional Tesso Nilo (TNNP), didirikan sebagai taman nasional. Walaupun pendirian taman nasional Tesso Nilo dianggap secara garis besar sebagai konservasi yang berhasil, Tesso Nilo terus berada di bawah ancaman karena pembalakan liar yang terus berlangsung, perburuan satwa liar, dan perambahan hutan. Studi komparatif internasional mengungkapkan bahwa proyek konservasi hutan yang dikelola oleh negara adalah yang paling kecil tingkat keberhasilannya. Kepemilikan pribadi dan pengelolaan oleh masyarakat homogen kecil, seperti suku lokal, lebih efektif. Namun pendekatan ini tidak digunakan kepada masyarakat yang memiliki etnis heterogen seperti di Indonesia. Walaupun demikian, daripada hak kepemilikan komunal, kepemilikan individu harus dilihat sebagai solusi yang memungkinkan. Gagasan komunal ini umumnya dimulai oleh inisiatif orang luar yang menyebabkan hasil yang tidak pasti dan menyebabkan kekerasan. Hak kepemilikan pribadi yang efektif, memberikan insentif kepada pemiliknya untuk terlibat dalam pengelolaan berkelanjutan terhadap kekayaan alam yang mereka miliki. Hal ini juga merupakan cara paling efektif untuk menyeimbangkan antara pembangunan dan konservasi alam di dalam konteks sosial Indonesia yang beragam.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: DeutschesAfz on Jul 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
 
Taman Nasional Sumatra Tesso Nilo: Kegagalan LSM dan Manajemen Negara dalam Konservasi Alam
Deutsche Asienforschungszentrum 2012, Volume 2, Issue 4
1
 
 Studi Kasus – Lingkungan dan Konflik Sosial 
 Volume 2 2012 Issue 4
 
Taman Nasional Sumatra Tesso Nilo : Kegagalan LSM dan ManajemenNegara dalam Konservasi AlamBUKAN UNTUK PEREDARAN UMUM TANPA IZIN EKSPLISIT DANTERTULIS DARI PENULIS
 
Copyright ©2012 Deutsche Asienforschungszentrum. All rights reserved.
 
 
 
Taman Nasional Sumatra Tesso Nilo: Kegagalan LSM dan Manajemen Negara dalam Konservasi Alam
Deutsche Asienforschungszentrum 2012, Volume 2, Issue 4
2
 
DAFTAR ISI
1.

RINGKASAN
EKSEKUTIF.......................................................................................................................................42.
KONTEKS,
TINJAUAN
KERJA,
PENDEKATAN
EVALUASI,
DAN
BATASAN
EVALUASI
.................43.
PENDIRIAN
TESSO
NILO
DAN
PERKEMBANGANNYA...............................................................................44.
OBJEKTIF
PROYEK....................................................................................................................................................45.

PENYIMPANGAN
DARI
KESEPAKATAN
AWAL...........................................................................................56.
RELEVANSI,
EFEKTIVITAS,
EFISIENSI,
DAN
KEBERLANGSUNGAN
KEGIATAN
PROYEK..........57.
APAKAH
ASET
KEUANGANNYA
MEMADAI?
................................................................................................68.

KEGAGALAN
DAN
KESUKSESAN.......................................................................................................................69.
SEBUAH
TINJAUAN
KRITIS
TERHADAP
MODEL
KONSERVASI
ARUS
UTAMA
A
GREENPEACE,
WWF,
DAN
CITES............................................................................................................................610.
"THE
TRAGEDY
OF
THE
COMMONS"
DAN
EFEK
DARI
KEPEMILIKAN
PRIBADI
........................711.
KESIMPULAN............................................................................................................................................................7
 
 
 
Taman Nasional Sumatra Tesso Nilo: Kegagalan LSM dan Manajemen Negara dalam Konservasi Alam
Deutsche Asienforschungszentrum 2012, Volume 2, Issue 4
3
GAMBAR DAN TABEL 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->