Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MANFAAT HUTAN

MANFAAT HUTAN

Ratings: (0)|Views: 46 |Likes:
Published by Jamik Anik

More info:

Published by: Jamik Anik on Jul 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
Hutan Paru-paru Dunia
HUTAN AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK JIKA KITA BERLAKU BIJAK KEPADANYA :Manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan masyarakat perkotaan dari pembangunanhutan kota, antara lain :1. Manfaat estetis. Warna hijau dan aneka bentuk dedaunan serta bentuk susunan tajuk  berpadu menjadi suatu pemandangan yang indah dan menyejukkan.2. Manfaat hidrologis. Struktur akar tanaman mampu menyerap kelebihan air apabila turunhujan sehingga tidak mengalir sia-sia melainkan dapat diserap tanah.3. Manfaat klimatologis. Iklim yang sehat dan normal penting untuk keselarasan hidupmanusia. Efek rumah kaca akan dikurangi dengan banyaknya tanaman dalam suatu daerah.Bahkan adanya tanaman akan menambah kesejukan dan kenyamanan lingkungan.4. Manfaat ekologis. Keserasian lingkungan bukan hanya baik untuk satwa, tanaman, ataumanusia saja. Kehidupan makhluk di alam ini saling ketergantungan. Apabila salah satunyamusnah maka kehidupan makhluk lainnya akan terganggu.5. Manfaat protektif. Pohon dapat menjadi pelindung dari teriknya matahari, terpaan anginkencang dan peredam dari suara bising.6. Manfaat higienis. Dengan adanya tanaman, bahaya polusi mampu dikurangi karenadedaunan tanaman mampu menyaring debu dan mengisap kotoran di udara. Bahkan tanamanmampu menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan manusia.7. Manfaat edukatif. Semakin langkanya pepohonan yang hidup di perkotaan membuatsebagian warganya tidak mengenalnya lagi. Karena langkanya pepohonan tersebut makagenerasi manusia yang akan datang yang hidup dan dibesarkan di perkotaan seolah tidak mengenal lagi sosok tanaman yang pernah ada. Sehingga penanaman kembali pepohonan di perkotaan dapat bermanfaat sebagai laboratorium alam.
2.2 Peran Hutan Terhadap LingkunganHutan bukanlah warisan nenek moyang, tetapi pinjaman anak cucu kita yang harus dilestarikan. Jikaterjadi bencana, maka dipastikan, biaya 'recovery' jauh lebih besar ketimbang melakukanpencegahan secara dini. Begitu pentingnya fungsi hutan sehingga pada 21 Januari 2004 PresidenMegawati merasa perlu mencanangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL)yaitu gerakan moral yang melibatkan semua komponen masyarakat bangsa untuk memperbaikikondisi hutan dan lahan kritis. Dengan harapan, agar lahan kritis itu dapat berfungsi optimal, yang juga pada gilirannya bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Tujuan melibatkan komponen masyarakat,tentu saja, agar mereka menyadari bahwa hutan dan lingkungan itu sangat penting dijagakelestariannya. Hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia diantaranya sebagaiberikut :1. Pelestarian Plasma Nutfah
 
Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutamadi bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri. Penguasaannya merupakankeuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfahperlu terus dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragamanhayati.2. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari UdaraUdara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupunkegiatan manusia. Dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumiakan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Partikel yangmelayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap pada permukaan daun, khususnya daunyang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk kedalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting.Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat.(http://gudangmakalah.blogspot .com/2009/03/makalah-pengaruh-kerusakan-hutan.html)III. PENYEBAB KERUSAKAN HUTAN3.1. Kebakaran HutanPenyebab kebakaran hutan sampai saat ini masih menjadi topik perdebatan, apakah karena alamiatau karena kegiatan manusia. Namun berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwapenyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia yang berawal dari kegiatan ataupermasalahan sebagai berikut:a. Sistem perladangan tradisional dari penduduk setempat yang berpindah-pindah.b. Pembukaan hutan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) ntuk insdustri kayumaupun perkebunan kelapa sawit.c. Penyebab struktural, yaitu kombinasi antara kemiskinan, kebijakan pembangunan dan tatapemerintahan, sehingga menimbulkan konflik antar hukum adat dan hukum positif negara.Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional di kawasan hutan dimanapembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat, murah dan praktis.Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendalikarena telah mengikuti aturan turun temurun (Dove, 1988). Kebakaran liar mungkin terjadi karenakegiatan perladangan hanya sebagai kamuflasa dari penebang liar yang memanfaatkan jalan HPHdan berada di kawasan HPH.Pembukaan hutan oleh pemegang HPH dan perusahaan perkebunan untuk pengembangan tanamanindustri dan perkebunan umumnya mencakup areal yang cukup luas. Metoda pembukaan lahandengan cara tebang habis dan pembakaran merupakan alternatif pembukaan lahan yang palingmurah, mudah dan cepat. Namun metoda ini sering berakibat kebakaran tidak hanya terbatas padaareal yang disiapkan untuk pengembangan tanaman industri atau perkebunan, tetapi meluas kehutan lindung, hutan produksi dan lahan lainnya.Sedangkan penyebab struktural, umumnya berawal dari suatu konflik antara para pemilik modalindustri perkayuan maupun pertambangan, dengan penduduk asli yang merasa kepemilikantradisional (adat) mereka atas lahan, hutan dan tanah dikuasai oleh para investor yang diberipengesahan melalui hukum positif negara. Akibatnya kekesalan masyarakat dilampiaskan denganmelakukan pembakaran demi mempertahankan lahan yang telah mereka miliki secara turuntemurun. Disini kemiskinan dan ketidak adilan menjadi pemicu kebakaran hutan dan masyarakat
 
tidak akan mau berpartisipasi untuk memadamkannya.3.2. Penebangan hutan secara sembaranganMenebang hutan sembarangan akan menyebabkan hutan menjadi gundul. Ditambah lagi akhir-akhirini penebangan hutan liar semakin marak terjadi,3.3. Penegakan Hukum yang LemahMenteri Kehutanan Republik Indonesia M.S.Kaban SE.MSi menyebutkan bahwa lemahnyapenegakan hukum di Indonesia telah turut memperparah kerusakan hutan Indonesia. MenurutKaban penegakan hukum barulah menjangkau para pelaku di lapangan saja. Biasanya mereka hanyaorang-orang upahan yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-harinya.Mereka hanyalah suruhan dan bukan orang yang paling bertanggungjawab. Orang yang menyuruhmereka dan paling bertanggungjawab sering belum disentuh hukum. Mereka biasanya mempunyaimodal yang besar dan memiliki jaringan kepada penguasa. Kejahatan seperti ini sering jugamelibatkan aparat pemerintahan yang berwenang dan seharusnya menjadi benteng pertahananuntuk menjaga kelestarian hutan seperti polisi kehutanan dan dinas kehutanan.Keadaan ini sering menimbulkan tidak adanya koordinasi yang maksimal baik diantara kepolisian,kejaksaan dan pengadilan sehingga banyak kasus yang tidak dapat diungkap dan penegakan hukummenjadi sangat lemah.3.4. Mentalitas Manusia.Manusia sering memposisikan dirinya sebagai pihak yang memiliki otonomi untuk menyusun blueprint dalam perencanaan dan pengelolaan hutan, baik untuk kepentingan generasi sekarang maupununtuk anak cucunya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena manusia sering menganggap dirinyasebagai ciptaan yang lebih sempurna dari yang lainnya. Pemikiran antrhroposentris seperti inimenjadikan manusia sebagai pusat. Bahkan posisi seperti ini sering ditafsirkan memberi lisensi
kepada manusia untuk “menguasai” hutan. Karena manusia memposisikan dirinya sebagai pihak
yang dominan, maka keputusan dan tindakan yang dilaksanakanpun sering lebih banyak di dominasiuntuk kepentingan manusia dan sering hanya memikirkan kepentingan sekarang daripada masa yangakan datang. Akhirnya hutanpun dianggap hanya sebagai sumber penghasilan yang dapatdimanfaatkan dengan sesuka hati. Masyarakat biasa melakukan pembukaan hutan denganberpindah-pindah dengan alasan akan dijadikan sebagai lahan pertanian. Kalangan pengusahamenjadikan hutan sebagai lahan perkebunan atau penambangan dengan alasanuntuk pembangunan serta menampung tenaga kerja yang akan mengurangi jumlah pengangguran.Tetapi semua itu dilaksanakan dengan cara pengelolaan yang exploitative yang akhirnyamenimbulkan kerusakan hutan. Dalam struktur birokrasi pemerintahan mentalitas demikian jugaseakan-akan telah membuat aparat tidak serius untuk menegakkan hukum dalam mengatasikerusakan hutan bahkan terlibat di dalamnya.IV. AKIBAT KERUSAKAN HUTANKerusakan hutan akan menimbulkan beberapa dampak negatif yang besar di bumi:1.Efek Rumah Kaca (Green house effect).Hutan merupakan paru-paru bumi yang mempunyai fungsi mengabsorsi gas Co2. Berkurangnyahutan dan meningkatnya pemakaian energi fosil (minyak, batubara dll) akan menyebabkan kenaikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->