Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
1Activity
×
P. 1
NOODWEER EXCES SEBAGAI DASAR PENIADAAN PIDANA (CONTOH KASUS PUTUSAN M.A NOMOR 416 KPID2009) TERHADAP PENGANIAYAAN SUAMI OLEH ISTRI DAN KELUARGANYA.doc

NOODWEER EXCES SEBAGAI DASAR PENIADAAN PIDANA (CONTOH KASUS PUTUSAN M.A NOMOR 416 KPID2009) TERHADAP PENGANIAYAAN SUAMI OLEH ISTRI DAN KELUARGANYA.doc

Ratings: (0)|Views: 594|Likes:
Published by Imam Bukhori

More info:

Published by: Imam Bukhori on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/20/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Semenjak manusia dilahirkan, manusia telah bergaul dengan manusialainnya dalam wadah yang dikenal sebagai masyarakat. Mula-mula ia berhubungan dengan orang tuanya dan setelah usiannya meningkat dewasa iahidup bermasyarakat, dalam masyarakat tersebut manusia saling berhubungandengan manusia lainnya, sehingga menimbulkan kesadaran pada diri manusia bahwa kehidupan dalam masyarakat berpedoman pada suatu aturan yang olehsebagian besar warga masyarakat tersebut ditaati. Hubungan antara manusiadengan manusia dan masyarakat diatur oleh serangkaian nilai-nilai dankaidah-kaidah.Dalam setiap hubungan bermasyarakat, keamanan dan kenyamanandalam kehidupan sangatlah penting, sehingga demi terwujudnya keamanandilingkungan masyarakat maka dibuatlah sebuah peraturan hukum yang bersifat mengatur dan memaksa setiap anggota masyarakat agar taat danmematuhi hukum. Setiap hubungan masyarakat tidak boleh bertentangandengan ketentuan-ketentuan dalam aturan yang ada dan berlaku dalammasyarakat.1
 
Sanksi yang berupa hukuman (pidana) akan dikenakan bagimasyarakat yang melanggar peraturan hukum tersebut haruslah sesuai denganasas-asas keadilan dalam masyarakat, supaya peraturan hukum dapat berlangsung terus dan diterima oleh seluruh anggota masyarakat.Pada hakekatnya tindak pidana atau
 strafbaar feit 
adalah perilakuyang pada waktu tertentu dalam konteks suatu budaya dianggap tidak dapatditolerir dan harus diperbaiki dengan mendayagunakan sarana-sarana yangdisediakan oleh hukum pidana.
1
Perilaku tersebut merupakan suatu perbuatanyang mengandung unsur perbuatan atau tindakan yang dapat dipidanakan danada unsur pertanggungjawaban pidana kepada pelakunya.Dalam hukum pidana berlaku asas
 Nullum Delictum Sine Praevia Lege Poenali
 bahwa peristiwa pidana tidak akan ada, jika ketentuan pidanadalam Undang-Undang tidak ada terlebih dahulu, maka pengertian tindak  pidana itu terpisah dengan yang dimaksud pertanggungjawaban tindak  pidana.
2
 Namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, pembuatUndang-Undang menerima kemungkinan bahwa seseorang bisa saja telahmemenuhi segala unsur dalam rumusan delik namun tidak dikenai pidanaapapun. Didalamnya tercakup pengakuan bahwa tindak pidana dapatdilakukan dalam situasi dan kondisi tertentu sedemikian rupa sehingga pidanatidak perlu dijatuhkan. Dasar-dasar yang meniadakan pidana dirumuskan
1
Jan Remmelink,
 Hukum Pidana: Komentar Atas Pasal-Pasal Terpenting dari KitabUndang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia
, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal 61.
2
R. Soesilo,
 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
 
Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal 
(Bogor : Politeia, 1993), hal 27.
2
 
dalam ketentuan Pasal 44 KUHP perihal gangguan psikis, Pasal 48 KUHPtentang daya paksa atau
overmacht 
, Pasal 49 KUHP perihal pembelaanterpaksa atau
noodweer 
, Pasal 50 KUHP tentang kewajiban menjalankanUndang-Undang dan Pasal 51 KUHP perihal perintah jabatan.Berdasarkan beberapa dasar-dasar peniadaan pidana, maka padakesempatan ini pembelaan terpaksa atau
noodweer 
yang akan menjadi bahasandan dianalisis lebih lanjut oleh penulis, hal ini dimaksudkan agar analisis yangdilakukan penulis akan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan membahaskesemua dasar-dasar alasan peniadaan pidana.Salah satu contoh kasus yang berkaitan dengan
noodweer 
ini adalahtindak penganiayaan yang dilakukan oleh Grace dan keluarga terhadap RobbyLesmana dengan nomor Putusan Mahkamah Agung No.416 K/Pid/2009dimana Grace dan Robby Lesmana adalah sepasang suami istri yang tengahmenjalani proses perceraian dan mempunyai seorang anak bernama Richelleyang pengasuhannya dilakukan secara bergantian oleh Grace dan Robby.Ketika Robby bersama Kuasa hukumnya bernama Adardam yang datang kerumah Grace dengan maksud menjemput anaknya Richelle berdasarkan perjanjian hak asuh yang telah dibuat dan disepakati bersama oleh grace danRobby dimana saat itu tiba gilirannya Robby untuk mengasuh Richelle, padasaat Robby menghampiri Grace yang sedang menggendong Richelle yang berada didepan pintu rumah, Richelle menangis ketika akan dibawa pergi olehRobby, mendengar tangisan Richelle tiba-tiba keluar Winarno Sarkawi yanglangsung menghampiri serta mendorong dan memukul Robby, kemudian3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->